Sismala Harningtyas
Program Studi Sarjana Keperawatan, STIKES Maharani, Malang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan budaya keselamatan pasien dengan pelaporan insiden keselamatan pasien di RS Ben Mari Malang: The correlation between patient safety culture and patient safety incident reporting at Ben Mari Hospital Malang Yanuar Imas Sekar Valentin; Achmad Dafir Firdaus; Sismala Harningtyas
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 8 No. 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v8i2.464

Abstract

Pelayanan keperawatan yang aman memerlukan penerapan budaya keselamatan pasien yang kuat, namun pelaporan insiden keselamatan pasien di rumah sakit masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara budaya keselamatan pasien dengan perilaku pelaporan insiden keselamatan pasien di RS Ben Mari Malang. Penelitian menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 66 perawat dan seluruhnya dijadikan sampel menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner budaya keselamatan pasien dan lembar observasi pelaporan insiden keselamatan pasien, kemudian dianalisis dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki budaya keselamatan pasien yang kuat (65,2%) dan sebagian besar responden (66,7%) pernah melakukan pelaporan insiden keselamatan pasien. Ada hubungan yang bermakna antara budaya keselamatan pasien dengan pelaporan insiden keselamatan pasien (p < 0,001). Penguatan budaya keselamatan pasien di lingkungan kerja keperawatan berperan penting dalam meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab perawat terhadap pelaporan insiden, sehingga mutu dan keamanan pelayanan keperawatan dapat terjaga. Safe nursing care requires the implementation of a strong patient safety culture; however, the reporting of patient safety incidents in hospitals remains relatively low. This study aimed to analyze the relationship between patient safety culture and patient safety incident reporting behavior at Ben Mari Hospital, Malang. The study employed a correlational analytic design with a cross-sectional approach. The study population consisted of 66 nurses, all of whom were included as participants using a total sampling technique. Data were collected using a patient safety culture questionnaire and an observation checklist for patient safety incident reporting, and were analyzed at a significance level of 0.05. The results showed that the majority of respondents had a strong patient safety culture (65.2%), and most respondents (66.7%) had reported patient safety incidents. A statistically significant relationship was found between patient safety culture and patient safety incident reporting (p < 0.001). Strengthening patient safety culture in the nursing work environment plays an important role in enhancing nurses’ awareness and responsibility in incident reporting, thereby supporting the quality and safety of nursing care.
Hubungan sikap dan kepatuhan perawat terhadap penggunaan alat pelindung diri di instalasi rawat inap rumah sakit swasta di Malang: The relationship between nurses’ attitudes and compliance with the use of personal protective equipment in the inpatient unit of a private hospital in Malang Windi Astuti; Puguh Raharjo; Sismala Harningtyas
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 8 No. 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v8i2.468

Abstract

Penggunaan alat pelindung diri (APD) merupakan komponen penting dalam pencegahan infeksi di rumah sakit, khususnya pada perawat yang memiliki risiko tinggi terpapar agen infeksius. Kepatuhan perawat dalam menggunakan APD dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya sikap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara sikap perawat dengan kepatuhan penggunaan APD di instalasi rawat inap sebuah rumah sakit swasta di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 36 perawat yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner sikap dan lembar observasi kepatuhan penggunaan APD, kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar perawat memiliki sikap positif terhadap penggunaan APD (91,7%) dan tingkat kepatuhan yang baik (75,0%). Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara sikap perawat dan kepatuhan penggunaan APD (p = 0,002; r = 0,534), dengan kekuatan hubungan sedang dan arah positif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sikap perawat berhubungan signifikan dengan kepatuhan penggunaan APD. Oleh karena itu, diperlukan upaya berkelanjutan dari manajemen rumah sakit untuk memperkuat sikap positif perawat melalui edukasi, supervisi, dan penyediaan APD yang memadai guna meningkatkan keselamatan kerja dan mutu pelayanan keperawatan. The use of personal protective equipment (PPE) is a crucial component in infection prevention in hospitals, particularly for nurses who are at high risk of exposure to infectious agents. Nurses’ compliance with PPE use is influenced by various factors, one of which is attitude. This study aimed to analyze the relationship between nurses’ attitudes and compliance with PPE use in the inpatient wards of a private hospital in Malang. This study employed a descriptive correlational design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 36 nurses selected using a total sampling technique. Data were collected through an attitude questionnaire and an observation checklist for PPE compliance, and analyzed using the Spearman Rank test. The results showed that most nurses had a positive attitude toward PPE use (91.7%) and demonstrated good compliance (75.0%). Statistical analysis revealed a significant relationship between nurses’ attitudes and PPE compliance (p = 0.002; r = 0.534), indicating a moderate positive correlation. This study concludes that nurses’ attitudes are significantly associated with PPE compliance. Therefore, continuous efforts by hospital management are needed to strengthen positive attitudes through education, supervision, and adequate PPE provision to improve occupational safety and the quality of nursing care