Arius Togodly
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Cenderawasih

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Epidemiologi kasus suspek campak pada anak di zona pasca-KLB, Kabupaten Teluk Bintuni, 2024–2025: Epidemiology of suspected measles cases among children in the post-outbreak zone, Teluk Bintuni Regency, 2024–2025 Farida Bakri; Rosmin M Tingginehe; Samuel Piter Irab; Dolfinus Yufu Bouway; Hasmi; Arius Togodly
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 9 No. 1 (2026): JUNI 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v9i1.500

Abstract

Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat, mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) campak pada tahun 2023 dan masih melaporkan kasus suspek pada fase pasca-KLB di tengah cakupan imunisasi campak yang baru mencapai 65,90% pada tahun 2024. Penelitian ini bertujuan menganalisis distribusi kasus suspek campak pada anak berdasarkan karakteristik orang, tempat, dan waktu di Distrik Bintuni dan Manimeri tahun 2024–2025. Desain penelitian adalah observasional deskriptif dengan total sampling. Data sekunder bersumber dari formulir MR-01 dan MR-02 Puskesmas Bintuni dan Puskesmas Manimeri; analisis dilakukan secara univariat. Dari 50 kasus yang dianalisis, 78,0% terjadi pada anak usia di bawah lima tahun, dengan proporsi tertinggi pada bayi usia kurang dari satu tahun (28,0%). Distribusi jenis kelamin setara (50,0% masing-masing). Imunisasi tidak lengkap ditemukan pada 85,7% bayi usia kurang dari satu tahun dan menurun menjadi 18,8% pada kelompok 2–<5 tahun. Sebanyak 86,0% kasus tidak memiliki riwayat bepergian ke luar kabupaten dan 86,0% tidak tercatat memiliki riwayat kontak dengan penderita campak. Distrik Bintuni menyumbang 72,0% kasus. Jumlah kasus menurun 21,4% dari tahun 2024 ke 2025, disertai peningkatan proporsi bayi usia kurang dari satu tahun dari 17,9% menjadi 40,9%. Kasus terkonsentrasi pada kelompok usia dini dengan celah imunisasi yang nyata dan pola transmisi yang mengarah pada penularan lokal. Penguatan imunisasi rutin pada anak usia di bawah dua tahun dan pemantauan surveilans berbasis kasus individual pada fase pasca-KLB perlu diprioritaskan. Teluk Bintuni Regency, West Papua Province, experienced a measles outbreak in 2023 and continued to report suspected cases in the post-outbreak phase, amid a district-level measles immunization coverage of only 65.90% in 2024. This study aimed to analyze the distribution of suspected measles cases among children by person, place, and time characteristics in Bintuni and Manimeri Districts during 2024–2025. A descriptive observational design was applied using total sampling. Secondary data were obtained from MR-01 and MR-02 surveillance forms from Puskesmas Bintuni and Puskesmas Manimeri; univariate analysis was conducted. Of 50 cases analyzed, 78.0% occurred in children under five years, with the highest proportion in infants under one year (28.0%). Sex distribution was equal at 50.0% each. Incomplete immunization was recorded in 85.7% of infants under one year, declining to 18.8% in the 2–<5 year group. A total of 86.0% of cases had no travel history outside the regency, and 86.0% had no documented contact history with measles cases. Bintuni District accounted for 72.0% of cases. Cases declined 21.4% from 2024 to 2025, alongside an increase in the proportion of infants under one year from 17.9% to 40.9%. Cases were concentrated in early age groups with notable immunization gaps and a transmission pattern consistent with local spread. Strengthening routine immunization in children under two years and sustaining individual case-based surveillance in the post-outbreak phase are priority actions.
Tantangan dan pengalaman ibu hamil dengan anemia dalam upaya pencegahan: studi fenomenologi di Timika: Challenges and experiences of pregnant women with anemia in prevention efforts: a phenomenological study in Timika Alfisanatin; Rosmin M Tingginehe; Arius Togodly; Samuel Piter Irab; Muhammad Akbar Nurdin; Yulius Sarungu Paiting
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 9 No. 1 (2026): JUNI 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v9i1.501

Abstract

Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Papua, dengan tren peningkatan kasus di layanan kesehatan primer. Faktor perilaku, gizi, dan sosial budaya diketahui memengaruhi upaya pencegahan, namun bukti kontekstual dari wilayah ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengalaman dan hambatan ibu hamil dengan anemia dalam menjalani upaya pencegahan di Puskesmas Pasar Sentral Timika. Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif dilakukan di Puskesmas Pasar Sentral Timika, Papua. Sepuluh ibu hamil dengan anemia dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan metode Colaizzi. Lima tema teridentifikasi: pengetahuan partisipan tentang anemia umumnya terbatas, dengan internet sebagai sumber informasi utama selain tenaga kesehatan; kepatuhan konsumsi tablet tambah darah rendah, dipengaruhi oleh kelupaan, kondisi subjektif, serta ketidaknyamanan terhadap rasa dan bau tablet; pola makan belum optimal, dengan variasi konsumsi terbatas dan adanya pantangan makanan berbasis budaya; dukungan keluarga, terutama suami, berperan dalam mendukung konsumsi tablet tambah darah; dan edukasi dari tenaga kesehatan umumnya masih bersifat instruksional tanpa penjelasan yang memadai. Temuan ini menggambarkan kesenjangan antara ketersediaan intervensi, pemahaman ibu hamil, dan kualitas edukasi dalam pelayanan antenatal. Anemia among pregnant women remains a major public health concern in Papua, Indonesia, with increasing cases reported at primary healthcare settings. Behavioral, nutritional, and sociocultural factors are known to influence prevention practices, yet contextual evidence from this region remains limited. This study aimed to explore the experiences and barriers of pregnant women with anemia in undertaking prevention efforts at Puskesmas Pasar Sentral Timika. A qualitative study with a descriptive phenomenological approach was conducted at Puskesmas Pasar Sentral Timika, Papua. Ten pregnant women with anemia were selected using purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews and analyzed using Colaizzi's method. Five themes were identified: participants' knowledge of anemia was generally limited, with the internet as a primary source of information alongside healthcare providers; adherence to iron supplementation was low, influenced by forgetfulness, subjective conditions, and discomfort related to the tablet's taste and smell; dietary practices were suboptimal, with limited food variety and the presence of culturally influenced food taboos; family support, particularly from husbands, facilitated supplementation adherence; and health education provided by healthcare workers was mostly instructional without adequate explanation. These findings describe a gap between the availability of interventions, pregnant women's understanding, and the quality of education within antenatal care services.