Helina
Fakultas Keperawatan, Universitas Riau

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan pengetahuan tentang diet asam urat dengan perilaku diet penderita asam urat di daerah wetland: The relationship between knowledge of a gout diet and dietary behavior among patients with gout in wetland areas Yuliana Fitriyanti; Helina; Ari Rahmat Aziz
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 9 No. 1 (2026): JUNI 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v9i1.509

Abstract

Gout arthritis merupakan penyakit metabolik yang dipengaruhi oleh pola konsumsi tinggi purin. Namun, masih banyak penderita asam urat di daerah wetland yang belum memiliki pengetahuan memadai mengenai diet rendah purin. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan tentang diet asam urat dengan perilaku diet penderita asam urat di daerah wetland. Desain penelitian adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 123 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square dan odds ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan rendah (56,1%) dan perilaku diet tidak baik (60,2%). Terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan tentang diet asam urat dengan perilaku diet penderita asam urat di daerah wetland (p = 0,010; OR = 2,842; 95% CI = 1,348–5,993). Peningkatan pengetahuan mengenai diet asam urat perlu menjadi prioritas intervensi keperawatan komunitas, khususnya pada masyarakat di daerah wetland. Gout arthritis is a metabolic disease influenced by a high-purine consumption pattern. However, many gout sufferers in wetland areas still lack adequate knowledge about a low-purine diet. This study aimed to determine the relationship between knowledge about gout diet and dietary behavior among gout sufferers in wetland areas. A descriptive correlational design with a cross-sectional approach was used. A total of 123 respondents were selected using accidental sampling. Data were collected using a questionnaire and analyzed using the chi-square test and odds ratio. The results showed that the majority of respondents had low knowledge (56.1%) and poor dietary behavior (60.2%). A significant relationship was found between knowledge about gout diet and dietary behavior among gout sufferers in wetland areas (p = 0.010; OR = 2.842; 95% CI = 1.348–5.993). Improving knowledge about gout diet should be prioritized in community nursing interventions, particularly in wetland communities.