Sahal Alifi
STIT Misbahul Ulum Gumawang Belitang OKU Timur

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pendampingan Pengembangan Pembelajaran Kitab Kuning Di Pondok Pesantren Darul Huda OKU Timur Agus Siswanto; Sukron Hidayat; A. Najamudin; Sahal Alifi
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Institut Agama Islam Insan Prima Misbahul Ulum Gumawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70688/jepkm.v3i2.289

Abstract

Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang tertua di Indonesia. Sejak berdirinya, pesantren telah menunjukkan peranannya dalam mensyiarkan agama Islam serta ilmu pengetahuan. Pembelajaran yang dilakukan dalam pesantren mencangkup banyak hal, diantaranya melalui pengkajian kitab kuning. Kitab kuning merupakan karya para ulama Islam terdahulu yang ditulis dengan menggunakan bahasa arab tanpa memakai harakat (gundul). Pengkajian kitab kuning ini diperlukan, sebab melalui kitab-kitab kuning inilah para ulama serta santri (umat islam yang mengaji di pesantren) memperdalam kajian keilmuan, terutama yang berhubungan dengan ilmu keagamaan, seperti: al-Qur'an, hadits, fiqih, ushul fiqih, aqidah, akhlak/tasawuf dan tata bahasa arab. Pembelajaran yang terjadi di Pesantren, tidak dapat lepas dari unsur-unsur yang berhubungan dengan metode pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pendampingan pengembangan pembelajaran kitab kuning di Pondok Pesantren Darul Huda OKU Timur memiliki tujuan, yaitu: 1. Menggambarkan bentuk pengembangan pembelajaran kitab kuning.2. Menjelaskan hambatan-hambatan yang dihadapai dalam pengembangan pembelajaran kitab kuning. 3 upaya pengembangan pembelajaran kitab kuning. Dari hasil Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapakan Pondok Pesantren Darul Huda OKU Timur bisa berinovasi dalam pengembangan pembelajaran kitab kuning dalam beberapa aspek, yaitu: pengembangan rencana pembelajaran dan metode pembelajaran.