Abdul Marif
Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KEGIATAN MENCETAK PENAMPANG UNTUK MENINGKATKANKREATIVITAS ANAK USIA DINI Syarifah Ainy Rambe; Abdul Marif
Inteligensia: Jurnal Studi Keislaman Vol. 7 No. 1 (2022): Maret 2022
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/itg.v7i1.152

Abstract

Kreativitas sangatlah penting dikembangkan bagi anak usia 5-6tahun, karena kreativitas yang baik akan membantu anak unutk mampu dalam melakukan pemecahan masalah pribadi. kegiatan mencetak penampang merupakan salah satu kegiatan yang dapat mengembangkan kreativitas anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kreativitas anak agar potensi-potensi di dalam dirinya juga berkembang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian secara deskriptif kualitatif, yang menggambarkan dan membandingkan suatu data yang diperoleh dari hasil observasi dengan teori yang terkait, untuk kemudian disusun dan dianalisa sehingga dapat ditarik sebuah kesimpulan. Penelitian ini menggunakan sampel anak usia 5-6 tahun. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling, sebanyak 9 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan mencetak penampang dapat dilakukan untuk mengebangkan kreativitas anak, terlihat dari hasil observasi bahwa dari 9 orang ampel, 8 orang mempunya hasil berkembang sangat baik dan 1 orang mulai berkembang sesuai harapan.
Penguatan Karakter Baik Peserta Didik Melalui Kegiatan Budaya Mangupa Dalam Proses Pembelajaran Tutor di SAS English Laboratory Abdul Marif; Syarifah Ainy Rambe; Husrin Konadi; Asnarni Lubis
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9 No 1 (2025): Amaliah Jurnal: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v9i1.5191

Abstract

This community service program was conducted at SAS English Laboratory, a non-formal educational institution focused on English language instruction. The program involved 12 tutors who were actively engaged in teaching, yet had not integrated character development as an added value in their instructional process. Character strengthening—especially through emotional cultivation (olah rasa)—is essential for shaping learners with strong emotional and social resilience. To address this issue, the program was implemented through three main stages: socialization, application of science and technology (IPTEK), and training on designing character education rubrics. The training incorporated the cultural wisdom of Mangupa, which emphasizes mutual tolerance, respect, self-confidence, and effective communication as core values of good character. As a result, the tutors were able to develop and apply character assessment rubrics in their teaching practices. These rubrics serve as a tool to reduce the likelihood of students becoming victims of bullying, both in educational and social environments. In-depth interviews revealed that the tutors fully supported the implementation of character assessment, even within a non-formal educational context. This program demonstrates that character education rooted in local culture can be effectively integrated into English language teaching.