Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PERANAN MODEL TEAM GAMES TOURNAMENT UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA DAN SELF CONFIDENCE Rambe, Syarifah Ainy; Rambe, Marina Sari; Marif, Abdul
ENLIGHTEN (Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam) Vol 1 No 1 (2018): Educational Counseling, Rehabilitation Counseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/enlighten.v1i1.521

Abstract

Kemampuan berbicara sangatlah penting di dalam perkuliahan, namun pada kenyataannya mahasiswa masih merasa kesulitan dalam berkomunikasi, terutama ketika mengikuti mata kuliah bahasa inggris di jurusan bimbingan dan konseling  dikarenakan kurangnya rasa percaya diri (self confidance). Hal tersebut tentunya dapat mengakibatkan hasil belajar mahasiswa yang tidak maksimal. TGT Model (Team Games Tournament) merupakan salah satu cara  yang akan memperluas fikiran mahasiswa sehingga mahasiswa dapat lebih berfikir positif  dan memiliki keberanian untuk mengungkapkan pendapatnya di depan umum, hal yang demikian itu tentunya dapat meningkatkan kemampuan berbicara mahasiswa. Metode yang digunakan adalah Classroom Action Research (CAR) dalam hal ini dilakukan dua putaran (cycling), setiap putaran (cycling) akan dilakukan perencanaan, tindakan, Observasi dan Refleksi. Data yang akan dihasilkan adalah data kuantitatif dan data kualitatif. Diperoleh data kemampuan berbicara  mengalami peningkatan sebesar 29,5. Dari hasil siklus 1 sebesar 59,33 dan dari siklus 2 sebesar 88,83. Selain itu dari hasil observasi self confidance juga mengalami peningkatan sebesar 30% pada point 1. 10% pada point 2. 23% dari point 3, dan 16 % dari point 4.  Selain itu dari diary note juga menunjukkan adanya peningkatan keaktifan mahasiswa di dalam kelas. Dengan demikian, model TGT efektif dilakukan untuk meningkatkan kemampuan berbicara dan self confidence dalam mata kuliah Bahasa Inggris pada mahasiswa.
PERANAN MODEL TEAM GAMES TOURNAMENT UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA DAN SELF CONFIDENCE Rambe, Syarifah Ainy; Rambe, Marina Sari; Marif, Abdul
ENLIGHTEN: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 1 No 1 (2018): Januari-Juni
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/enlighten.v1i1.521

Abstract

Kemampuan berbicara sangatlah penting di dalam perkuliahan, namun pada kenyataannya mahasiswa masih merasa kesulitan dalam berkomunikasi, terutama ketika mengikuti mata kuliah bahasa inggris di jurusan bimbingan dan konseling  dikarenakan kurangnya rasa percaya diri (self confidance). Hal tersebut tentunya dapat mengakibatkan hasil belajar mahasiswa yang tidak maksimal. TGT Model (Team Games Tournament) merupakan salah satu cara  yang akan memperluas fikiran mahasiswa sehingga mahasiswa dapat lebih berfikir positif  dan memiliki keberanian untuk mengungkapkan pendapatnya di depan umum, hal yang demikian itu tentunya dapat meningkatkan kemampuan berbicara mahasiswa. Metode yang digunakan adalah Classroom Action Research (CAR) dalam hal ini dilakukan dua putaran (cycling), setiap putaran (cycling) akan dilakukan perencanaan, tindakan, Observasi dan Refleksi. Data yang akan dihasilkan adalah data kuantitatif dan data kualitatif. Diperoleh data kemampuan berbicara  mengalami peningkatan sebesar 29,5. Dari hasil siklus 1 sebesar 59,33 dan dari siklus 2 sebesar 88,83. Selain itu dari hasil observasi self confidance juga mengalami peningkatan sebesar 30% pada point 1. 10% pada point 2. 23% dari point 3, dan 16 % dari point 4.  Selain itu dari diary note juga menunjukkan adanya peningkatan keaktifan mahasiswa di dalam kelas. Dengan demikian, model TGT efektif dilakukan untuk meningkatkan kemampuan berbicara dan self confidence dalam mata kuliah Bahasa Inggris pada mahasiswa.
Pengembangan Modul Layanan Informasi untuk Mengembangkan Kontrol Diri dalam Penggunaan Smartphone Rambe, Syarifah Ainy; Mudjiran, Mudjiran; Marjohan, Marjohan
Konselor Vol 6, No 4 (2017): KONSELOR
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.191 KB) | DOI: 10.24036/02017648051-0-00

Abstract

Self control is very important in daily life because self control was not developed well yet that can make  individual has potential to make negative thing so individual must be developed their self control in smartphone usage. The purposes in this research are 1) To produce information service module to developed self control in smartphone usage  that is materially and appearance. 2) To describe the module level of exposure by the BK teacher/counselor. This research used development research by following ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation) as method of this research. Subject of trial  in this research consist of 3 experts to test the feasibility and 5 BK teacher/ counselor to test the module usage. The research was conducted by testing a product of research and Focus Group Discussion (FGD). The result of this research showing that 1) Information module service to developed self-control in smartphone usage valued worthy in terms of material and appearance. 2) Module usage is in the highest level. So the prototype of an information service to developed self control in smartphone usage module can be utilized by BK teacher/counselor to help the students in developing self-control in smartphone usage.
Teknik Simulasi Media Whatsapp untuk Meningkatkan Etika Berkomunikasi Mahasiswa dengan Dosen Syarifah Ainy Rambe; Husrin Konadi
Jurnal SOMASI (Sosial Humaniora Komunikasi) Vol. 1 No. 2 (2020): Desember 2020
Publisher : CERED Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/js.v1i2.115

Abstract

This study aims to improve students' communication ethics with lecturers through Whatsapp media with simulation techniques. This study uses the Classroom Action Research (CAR) method, using two cycles and consisting of 4 stages, namely planning, action, observation and reflection. The sampling technique in this study used purposive sampling, where the sample was taken based on the needs and specific objectives of this study, so that the sample that was daimbil was the 7th semester students of the PIAUD si STAIN Gajah Putih Takengon study program, totaling 27 people. The results of this study indicate an increase in student ethics in communicating with lecturers through Whatsapp media using whatsapp media in presiklus, cycle 1 and cycle 2.
Pendekatan Rational Emotif Behaviour Therapy (REBT) Teknik Self Control terhadap Mahasiswa dalam Penggunaan Smartphone Husrin Konadi; Syarifah Ainy Rambe
Jurnal SOMASI (Sosial Humaniora Komunikasi) Vol. 1 No. 2 (2020): Desember 2020
Publisher : CERED Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53695/js.v1i2.116

Abstract

This study aims to see how much student self-control increases in using smartphones through the Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) approach. This study used the PTK (Classroom Action Research) method, using two cycles and in each cycle there were four stages, namely planning, implementing, observing, and reflecting. The sample in this study were 30 students of the PGMI study program at the Takengon State Islamic Institute. The results of this study indicate that there is an increase in self-control in smartphone use that occurs in the pre-cycle, cycle 1 and cycle 2 using the REBT technique. In the very low category presiklus there are 3 people, in cycle 1 there is 1 person and there is no very low category in cycle 2. The low category in the presicycle there were 14 people, in cycle 1 there were 8 people, and cycle 2 there were 1 person, in the medium category, there were 5 people in the presicycle, cycle 1 there were 10 people and cycle 2 there were 12 people. Meanwhile, in the pre-cycle high category there were 4 people, in cycle 1 there were 6 people, and cycle 2 10 people. In the very high category, there were 4 people in the presiklus, 5 people in cycle 1 and cycle 2 there were 7 people. Thus there is an increase in student self-control in smartphone use after being given the Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) technique.
PERANAN MODEL TEAM GAMES TOURNAMENT UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA DAN SELF CONFIDENCE Syarifah Ainy Rambe; Marina Sari Rambe; Abdul Marif
ENLIGHTEN: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 1 No 1 (2018): Januari-Juni
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/enlighten.v1i1.521

Abstract

Kemampuan berbicara sangatlah penting di dalam perkuliahan, namun pada kenyataannya mahasiswa masih merasa kesulitan dalam berkomunikasi, terutama ketika mengikuti mata kuliah bahasa inggris di jurusan bimbingan dan konseling dikarenakan kurangnya rasa percaya diri (self confidance). Hal tersebut tentunya dapat mengakibatkan hasil belajar mahasiswa yang tidak maksimal. TGT Model (Team Games Tournament) merupakan salah satu cara yang akan memperluas fikiran mahasiswa sehingga mahasiswa dapat lebih berfikir positif dan memiliki keberanian untuk mengungkapkan pendapatnya di depan umum, hal yang demikian itu tentunya dapat meningkatkan kemampuan berbicara mahasiswa. Metode yang digunakan adalah Classroom Action Research (CAR) dalam hal ini dilakukan dua putaran (cycling), setiap putaran (cycling) akan dilakukan perencanaan, tindakan, Observasi dan Refleksi. Data yang akan dihasilkan adalah data kuantitatif dan data kualitatif. Diperoleh data kemampuan berbicara mengalami peningkatan sebesar 29,5. Dari hasil siklus 1 sebesar 59,33 dan dari siklus 2 sebesar 88,83. Selain itu dari hasil observasi self confidance juga mengalami peningkatan sebesar 30% pada point 1. 10% pada point 2. 23% dari point 3, dan 16 % dari point 4. Selain itu dari diary note juga menunjukkan adanya peningkatan keaktifan mahasiswa di dalam kelas. Dengan demikian, model TGT efektif dilakukan untuk meningkatkan kemampuan berbicara dan self confidence dalam mata kuliah Bahasa Inggris pada mahasiswa.
Pelatihan Peningkatan Ekonomi Masyarakat melalui Pemberdayaan Kaca Sisa Syarifah Aini Rambe; Abdul Marif
Catimore: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2022): Catimore: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LSM Catimore dan Sahabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (799.261 KB) | DOI: 10.56921/cpkm.v1i2.15

Abstract

Pelatihan peningkatan ekonomi masyarakat di Menteng raya Kota Medan ditujukan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan kaca sisa. Kegiatan pelatihan ini menggunakan teknik CBR (Community, Based, Research) diaman metode ini mempunyai empat tahapan yakni konsep dasar, perencaan program, pengumpulan data dan analisis serta evaluasi. Pelatihan ini dilakukan selama 6 bulan dimulai dari menunggu kaca sisa , membuat barang dari kaca sisa, sampai menjual barang tesebut. Hasil kegiatan ini masyarakat mampu untuk meningktakn kreativitasnya dan mampu menjual barang yang terbuat dari kaca sisa. 
Pelatihan Membaca Cepat dengan Teknik Skimming melalui Layanan Penguasaan Konten Syarifah Aini Rambe
Catimore: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 3 (2022): Catimore: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LSM Catimore dan Sahabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56921/cpkm.v1i3.24

Abstract

Speed ​​reading training conducted in the village of Reje Guru is a service activity that aims to increase adolescent reading interest and help teenagers quickly understand the contents of the books they have read. This activity uses skimiing techniques through content mastery services. This training is carried out for 30 days and is carried out in 2 ways, namely directly and indirectly. The result of this activity is that teenagers increase their interest in reading and are able to quickly understand the contents of the books they read.
Hubungan Persepsi Siswa Tentang Kepribadian Konselor dan Motivasi Siswa dalam Mengikuti Konseling Syarifah Ainy Rambe
Jurnal Kajian dan Pengembangan Umat Vol 5, No 2 (2022): Vol. 5, No. 2 Desember 2022
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jkpu.v5i2.3880

Abstract

Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal yang berperan besar dalam upaya membantu siswa dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya. Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal berperan keberhasilan siswa dalam menjalankan tugas-tugas perkembangan, melalui program sekolah yang menarik, menyenangkan, memotivasi, serta memberi kesempatan kepada siswa untuk melakukan kegiatan positif. Konselor merupakan salah satu pendidik disekolah. Kompetensi akademik dan profesional. Kompetensi ini secara keseluruhan menjadi acuan bagi konselor dan mendorong individu untuk melakukan konseling. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif jenis deskriptif korelasional. Dengan menggunakan pengolahan data berdasarkan instrument, dilakukan di Madraasah Tsanawiyah Negeri 2 Medan menggunakan sampel sebanyak 62 orang. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan angket tertutup. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah deskripsi data, uji prasyarat analisis dan pengujian hipotesis. Deskripsi data pada penelitian ini menggunakan persentase tingkat pencapaian responden. Berdasarkan temuan dilapangan, maka dapat dikemukakan kesimpulan: 1) Hasil temuan persepsi siswa tentang kepribadian Konselor tergolong pada kategori tinggi, 2) Hasil temuan motivasi siswa untuk mengikuti konseling berada pada kategori tinggi, 3) Terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara persepsi tentang kepribadian konselor dan motivasi mengikuti konseling pada siswa. Artinya semakin baik persepsi siswa tentang kepribadian Konselor maka semakin tinggi motivasi siswa mengikuti konseling.
Penerapan Kegiatan Pembiasaan Terhadap Pembentukan Moral Anak Usia 5-6 Tahun di TK Mulo Ara Cangduri Nur Ainun Lubis; Syarifah Aini Rambe; Husrin Konadi; Maisarah Maisarah
Seulanga : Jurnal Pendidikan Anak Vol. 2 No. 1 (2021): Seulanga : Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.586 KB) | DOI: 10.47766/seulanga.v2i1.1396

Abstract

Perkembangan nilai-nilai moral adalah kemampuan bersikap, bertingkah laku, dan bertindak. Salah satu metode yang dapat mengembangkan perkembangan nilai moral adalah kegiatan pembiasaan. Pembiasaan adalah kegiatan yang dilakukan secara terus menerus sehingga anak menjadi terbiasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan kegiatan pembiasaan terhadap pembentukan moral anak di TK Mulo Ara Cangduri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil dari penelitian ini manunjukkan bahwa kegiatan pembiasaan dalam pembentukan moral anak di TK Mulo Ara Cangduri ditunjukkan dari beberapa kegiatan pelaksanaan, kegiatan rutin, kegiatan spontan, pemberian teladan, dan kegiatan terprogram. Kesimpulan dari hasil kegiatan pembiasaan dalam pembentukan moral anak di TK Mulo Ara Cangduri terlihat dari anak menunjukkan rasa disiplin taat aturan dan tepat waktu, sikap peduli terhadap lingkungan dan temannya, toleransi simpati teman, tolong menolong, bekerjasama, berbagi sesama teman. Hal ini dibuktikan pada awal datang kesekolah, hingga keluar dari area sekolah.