Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Transformasi Pemaknaan Jilbab atas Ajaran Al-Qur’an Perspektif Antropologi Islam Umiatu Rohmah; Zaeni Anwar; Sari Ratna Dewi; Alika Putri
Al Yasini : Jurnal Keislaman, Sosial, hukum dan Pendidikan Vol 10 No 06 (2025)
Publisher : Konsorsium Dosen Institut Agama Islam Al-Yasini Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55102/alyasini.v10i6.132

Abstract

Jilbab sebagai ajaran yang terdapat dalam Al-Qur’an terus mengalami perubahan cara dipahami seiring dengan perkembangan sosial dan budaya masyarakat Muslim. Dalam praktiknya, jilbab tidak hanya dimaknai sebagai ketentuan berpakaian, tetapi juga sebagai simbol identitas, nilai, dan ekspresi keberagamaan. Penelitian ini menjadi penting karena ditemukannya pergeseran cara pandang atas praktik pemakaian jilbab. Pernyataan‑pernyataan tentang jilbab sebagai perintah agama dan jilbab sebagai budaya secara komprehensif dibahas dalam penelitian ini. Melalui studi pustaka dan analisis data secara deskriptif-analitis serta pendekatan antroplogis, penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik penggunaan jilbab telah ada jauh sebelum Islam datang. Praktik ini berkaitan erat dengan pembahasan mengenai aurat dan pakaian perempuan di mana pada awalnya praktik pakaian perempuan yang ada jauh dari nilai-nilai agama Islam. Dari tradisi tersebut, kemudian Islam datang memberikan aturan-aturan baru, mengubah (taghyir) praktik pakain perempuan dari ayat 53 Surah al-Ahzāb, kemudian pada ayat 59. Kemudian, apabila sejarah praktik jilbab ini ditarik pada konteks Negara Indonesia. Praktik demikian itu pada awalnya dianggap sebagai simbol radikalisme, hingga kemudian berubah pemaknaan menjadi sebuah tren dan gaya hidup.
Rereading the Qur'an Text as Women's Liberation Perspective Asma Barlas Zaeni Anwar; Nailul Khoiril Marom; Nur Arfiyah Febriani
ISTIFHAM Vol 3 No 3 (2025)
Publisher : Seutia Hukamaa Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71039/istifham.v3i3.126

Abstract

This study examines Asma Barlas's thoughts on the rereading of the Qur'an text as a form of liberation of women from patriarchal interpretation. Using a descriptive qualitative approach and a literature review, this study examines Asma Barlas' main works, especially Believing Women in Islam: Unreading Patriarchal Interpretations of the Qur'an, as well as secondary literature relevant to gender interpretation and Islamic feminism. The study's results show that Asma Barlas rejects the notion that the Qur'an is patriarchal. He emphasized that gender bias in interpretation is a historical and social product of male mufasir who live in a patriarchal system. Using historical and hermeneutic arguments, Barlas constructs an epistemology of egalitarianism rooted in the concept of monotheism, in which there is no hierarchy of power between men and women. His reinterpretation of verses such as Q.S. An-Nisa [4]:34 and Q.S. Al-Baqarah [2]:228 affirms that the terms qiwamah and "male degree" do not confer legitimacy or superiority, but rather entail functional social responsibility. Thus, this study confirms that the Qur'an contains the values of justice and gender equality, which can serve as a theological foundation for women's liberation in contemporary Islam.
Kajian Tafsir Al-Qur’an dengan Pendekatan Sufistik: Analisis Karakteristik Penafsiran Haqa’iq al-Tafsir Karya al-Sulami Daris Salamah; Zaeni Anwar; Sekar Istiqomah; Teguh Arafah Julianto
AR ROSYAD: Jurnal Keislaman dan Sosial Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): Al-Qur'an And Culture Studies
Publisher : LPPM IAI Hasanuddin Pare-Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55148/arrosyad.v3i2.1852

Abstract

Kitab Tafsir Haqā’iq al-Tafsīr karya Abu Abdurrahman al-Sulami merupakan kitab tafsir yang berpengaruh dalam khazanah tafsir tasawuf Islam. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis penafsiran Abu Abdurrahman al-Sulami dengan pendekatan sufistik, metode penafsiran dan sumber data dalam kitab ini, serta peran al-Sulami atas perkembangan tafsir dalam tradisi tasawuf. Adapun sumber rujukan dalam penelitian ini yakni kitab Tafsir Haqā’iq al-Tafsīr karya Abu Abdurrahman al-Sulami sebagai sumber data primer dan kitab tafsir, kitab hadis, buku, jurnal, dan penelitian lainnya yang menjadi sumber data sekunder. Hasil penelitian pada kitab tafsir ini menunjukkan bahwa jenis tafsir ini merupakan tafsir sufi atau tafsir isyari dengan pendekatan spiritual dan simbolik. Al-Sulami lebih condong mengutip para tokoh tasawuf sebagai penafsiran ayat dengan menunjukkan makna-makna batin al-Qur’an yang hanya diyakini hanya bisa dicapai oleh hati yang bersih melalui penyingkapan spiritual. Kitab tafsir ini tentunya juga menuai kritik dari kalangan ulama termasuk ulama fiqih atau ahli tafsir tekstual. Kritik tafsirnya menyangkut penggunaan makna-makna yang tidak nampak secara lahiriah atau dianggap secara lahiriah. Meski demikian, al-Qur’an bisa dimaknai secara mendalam oleh mereka yang memaknainya dengan jalan spiritual dan tafsir ini tentunya sangat berharga bagi mereka.