Safinatul Ilmia
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Kebiasaan Menggosok Gigi dan Konsumsi Makanan Kariogenik dengan Kejadian Karies Gigi Anak Prasekolah di TK Tarbiatussalam 2 Desa Tejoasri Kecamatan Laren Kabupaten Lamongan Safinatul Ilmia; Dadang Kusbiantoro; Sylvi Harmiardillah
Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing Vol 8 No 2 (2024): Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing
Publisher : STIKES Bina Usada Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36474/caring.v8i2.414

Abstract

Latar Belakang: Masalah utama kesehatan pada gigi dan mulut yang berhubungan dengan kurangnya kebiasaan dalam pencegahan terjadinya suatu penyakit salah satunya karies gigi. Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kebiasaan menggosok gigi dan konsumsi makanan kariogenik dengan kejadian karies gigi anak prasekolah di TK Tarbiatussalam 2 Desa Tejoasri Laren Lamongan. Metedologi: Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional survey, populasi sebanyak 52 anak di TK Tarbiatussalam 2, yang diambil dengan tekhnik simple random sampling didapatkan sebanyak 46 anak. Data yang diambil menggunakan kuesioner dan observasi lansung yang dianalisis menggunakan Uji Spearman rho dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan anak dengan kebiasaan menggosok gigi kurang baik mengalami kejadian karies gigi dengan kategori tinggi (54,3%). Penelitian ini juga menunjukkan bahwa anak dengan konsumsi makanan kariogenik kategori tinggi mengalami kejadian karies gigi dengan kategori tinggi (71,7%). Sedangkan dari hasil Uji statistik diperoleh nilai p 0,00 dengan nilai corelation coeffecient 0,515 dan 0,633 artinya ada hubungan kebiasaan menggosok gigi dan konsumsi makanan kariogenik dengan kejadian karies gigi pada anak prasekolah di TK Tarbiatussalam 2 Desa Tejoasri Laren Lamongan dengan arah korelasi kuat. Kesimpulan: Mengajarkan kebiasaan dan pengawasan harus ditanamkan oleh guru dan orang tua dalam pencegahan terjadinya karies gigi pada anak. Untuk menciptakan kemandirian anak dalam menjaga kebersihan gigi dan mulutnya.