Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kebijakan Fiskal dan Pengelolaan Utang Publik: Tantangan dan Peluang di Era Globalisasi M. Iqbal Febriansyah; Adrian Kurnia Sobana Putra; Muh. Tsaqif Rafii; W Pangestoeti
Research Review: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2025): Research Review: Jurnal Ilmiah Multidisiplin (Februari 2025 - Juli 2025)
Publisher : Transbahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54923/researchreview.v4i1.200

Abstract

This study investigates the challenges and opportunities associated with fiscal policy and public debt management in Indonesia during the globalization era, with a particular focus on the 2021–2025 period. Employing a qualitative descriptive approach and SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats) analysis, the research aims to evaluate the effectiveness and resilience of Indonesia’s fiscal strategies amid rapidly shifting global economic conditions. The findings highlight several internal strengths, including the maintenance of macroeconomic stability, prudent fiscal discipline, and efforts to diversify financing sources. However, the study also uncovers significant weaknesses, such as Indonesia’s persistently low tax ratio, inefficient state spending, and the limited capacity of sub-national governments to manage fiscal responsibilities effectively. Externally, globalization presents both opportunities and threats. Opportunities include access to global financial markets, the potential for green financing (e.g., green bonds and SDG bonds), and digital transformation in fiscal governance. On the other hand, threats such as global market volatility, rising interest rates, currency risks, and geopolitical tensions pose serious challenges to fiscal sustainability. The study emphasizes the need for adaptive and forward-looking fiscal policies that can respond to external shocks while maintaining national development priorities. Key policy recommendations include accelerating tax reform, implementing risk-based public debt governance, enhancing synergy between central and regional governments, and strengthening institutional capacity. These measures are crucial to ensure long-term fiscal resilience and support Indonesia’s aspiration to achieve its Golden Indonesia 2045 vision — a future characterized by inclusive growth, economic competitiveness, and sustainable development.
Sosialisasi Strategi Penguatan Produktivitas Mangrove Panglima Bulang Tanjungpinang Melalui Rehabilitasi dan Bimbingan Kelembagaan Lamidi Lamidi; Ririn Deswita Putri; Nabila Wandarizqa; M. Rizky Indrawan; M. Iqbal Febriansyah
Jurnal Pengabdian Negeri Vol. 3 No. 1 (2026): Maret, 2026
Publisher : CV. Austronesia Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69812/jpn.v3i1.227

Abstract

Ekosistem mangrove di Kelurahan Panglima Bulang memiliki fungsi ekologis, sosial, dan ekonomi yang penting, tetapi pemanfaatan kawasan belum sepenuhnya disertai pemahaman mengenai rehabilitasi berbasis kondisi tapak dan penguatan kelembagaan lokal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman mitra mengenai strategi penguatan produktivitas mangrove melalui rehabilitasi dan bimbingan kelembagaan. Kegiatan dilaksanakan pada 23 Mei 2026 di kawasan mangrove Kelurahan Panglima Bulang, Kota Tanjungpinang, dengan mitra pemilik Rumah Makan Mangrove. Metode yang digunakan berupa sosialisasi langsung kepada mitra melalui empat tahap, yaitu observasi awal, penyusunan pokok informasi, penyampaian penjelasan secara langsung, serta konfirmasi pemahaman dan dokumentasi. Kegiatan tidak berbentuk pertemuan umum, tidak melibatkan peserta, tidak menghadirkan pemateri, dan tidak menggunakan diskusi kelompok terarah. Substansi sosialisasi mencakup fungsi mangrove, prinsip rehabilitasi yang tidak berhenti pada penanaman, hubungan kebersihan kawasan dengan produktivitas ekosistem, serta peran kelembagaan dalam koordinasi, pengawasan, dan keberlanjutan pengelolaan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya penguatan pemahaman awal mitra yang ditandai oleh kemampuan menjelaskan kembali fungsi perlindungan pesisir, keterkaitan mangrove dengan sumber daya perikanan dan usaha lokal, serta kebutuhan pemeliharaan setelah penanaman. Mitra juga dapat mengidentifikasi tindakan kelembagaan sederhana berupa penyampaian pesan konservasi kepada pengunjung, pemantauan kebersihan di sekitar usaha, pencatatan persoalan kawasan, dan komunikasi dengan kelurahan atau kelompok terkait. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa sosialisasi langsung berskala terbatas dapat berfungsi sebagai tahap awal pembentukan kesadaran dan orientasi tindakan, terutama ketika informasi ekologis dihubungkan dengan posisi praktis mitra.