Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KONTRIBUSI SEKTOR PARIWISATA TERHADAP PENGENTASAN KEMISKINAN PADA KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI NTT Adelheid Elisabet Loda; Maksimilianus Paulus Jati Gamatara; Marianus Antonius Deo Datus Banase; Susana Purnamasari Baso
Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA) Vol 9 No 3 (2025): Edisi September - Desember 2025
Publisher : LPPM STIE Muhammadiah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31955/mea.v9i3.6292

Abstract

Kemiskinan yang tinggi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi masalah utama yang perlu diatasi, meskipun wilayah ini memiliki potensi pariwisata yang besar, menjadi ironi sekaligus tantangan dalam pembangunan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi sektor pariwisata dalam pengentasan kemiskinan melalui pendekatan pertumbuhan ekonomi sebagai variabel perantara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari berbagai instansi resmi, dan dianalisis secara panel dengan bantuan perangkat lunak stata. Lokasi penelitian mencakup seluruh kabupaten/kota di Provinsi NTT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor pariwisata, khususnya melalui peningkatan jumlah wisatawan dan berkembangnya usaha kuliner lokal, memiliki peran penting dalam menurunkan tingkat kemiskinan. Meskipun pertumbuhan ekonomi belum menunjukkan pengaruh langsung terhadap kemiskinan, sektor pariwisata mampu menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal, terutama melalui penciptaan lapangan kerja dan penguatan usaha mikro. Kebaruan dalam penelitian ini terletak pada fokus wilayah yang spesifik, yaitu kabupaten/kota di NTT, serta penggunaan pendekatan mikro yang memadukan pariwisata dan ekonomi lokal dalam satu kerangka analisis. Penelitian ini merekomendasikan perlunya kebijakan pembangunan pariwisata yang inklusif dan berbasis komunitas untuk mencapai tujuan pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan.
Analisis Daya Tarik Wisata Pantai Lasiana terhadap Ekonomi Lokal di Kota Kupang: Studi Kasus Pelaku UMKM, Pengunjung, dan Fotografer Ernestus Ikun; Sidelis Nenabu; Mariano L. B Mare; Gusto Winardi Kare; Agnes Susanti Indrawati; Adelheid Elisabet Loda
Jurnal Manajemen dan Ekonomi Kreatif Vol. 4 No. 2 (2026): April: Jurnal Manajemen dan Ekonomi Kreatif
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jumek.v4i2.722

Abstract

Lasiana Beach is one of the coastal tourism destinations that plays an important role in stimulating local economic activities in Kupang City. This study aims to analyze the tourism attractiveness of Lasiana Beach and its impact on the local economy, particularly on micro, small, and medium enterprises (MSMEs), visitors, and photography service providers. The research employed a descriptive qualitative approach using a case study design. Primary data were collected through in-depth interviews with MSME actors, visitors, and photographers, while secondary data were obtained from relevant literature and tourism-related documents. Data were analyzed thematically by examining tourism attraction factors, visitor trends, business income changes, and local economic implications. The findings indicate that Lasiana Beach possesses several key tourism attractions, including accessibility, natural scenery, supporting facilities, and opportunities for creative economic activities. However, a decline in visitor numbers has significantly affected the income of local economic actors. The daily turnover of MSMEs decreased from approximately IDR 300,000 to IDR 50,000, while photographers’ income declined from around IDR 400,000 to IDR 24,000 per day. These findings suggest that physical tourism attractions alone are insufficient to generate sustainable economic benefits without effective promotion, proper facility management, and service innovation. Therefore, this study recommends strengthening digital marketing strategies, improving the management of MSMEs, developing tourism attractions, and enhancing collaboration among government agencies, business actors, and local communities to support sustainable tourism development and local economic growth.
PERAN PELAKU USAHA KULINER KAMPUNG SOLOR DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN PARIWISATA BERKELANJUTAN DI KOTA KUPANG Dani Alexander Ria; Dionesius Diogo Parera; Frederika Oeleu; Alfa Martin Radja; Agnes Susanti Indrawati; Adelheid Elisabet Loda
Sigma: Journal of Economic and Business Vol 9 No 1 (2026): Sigma: Journal of Economic and Business
Publisher : STIE ENAM ENAM KENDARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60009/vgdrvq42

Abstract

Wisata kuliner menjadi salah satu kekuatan ekonomi pariwisata karena mampu menghubungkan daya tarik budaya, pengalaman wisata, dan aktivitas ekonomi masyarakat lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pelaku usaha kuliner Kampung Solor dalam mendukung pengembangan pariwisata Kota Kupang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pelaku usaha kuliner, pengunjung, tokoh masyarakat, dan unsur pemerintah/kelurahan yang dipilih secara purposive. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diperkuat dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku usaha kuliner berperan sebagai penyedia daya tarik wisata, penggerak ekonomi lokal, pencipta lapangan kerja, sekaligus agen representasi budaya melalui makanan khas daerah. Kampung Solor memiliki daya tarik kuat karena cita rasa kuliner, harga yang relatif terjangkau, suasana malam yang ramai, dan keberagaman menu khas Kota Kupang. Namun, pengembangan kawasan masih menghadapi kendala berupa keterbatasan fasilitas, kebersihan lingkungan yang belum optimal, penataan kawasan yang belum merata, dan promosi digital yang masih lemah. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, masyarakat, dan komunitas digital untuk menjadikan Kampung Solor sebagai destinasi wisata kuliner yang tertata, berdaya saing, dan berkelanjutan. Culinary tourism has emerged as a key driver of the tourism economy, as it links cultural attractions, tourist experiences, and the economic activities of local communities. This study aims to analyze the role of culinary business operators in Kampung Solor in supporting tourism development in Kupang City. The study employed a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation. Informants consisted of culinary business operators, visitors, community leaders, and representatives of the government/urban village administration, selected purposively. Data were analyzed using the Miles and Huberman model through data reduction, data display, and conclusion drawing, and were strengthened through source triangulation. The findings indicate that culinary business operators act as providers of tourist attractions, drivers of the local economy, creators of employment opportunities, and agents of cultural representation through regional specialty foods. Kampung Solor has strong appeal due to its culinary flavors, relatively affordable prices, lively nighttime atmosphere, and diverse selection of Kupang City’s signature dishes. However, the area’s development still faces constraints, including limited facilities, suboptimal environmental cleanliness, uneven spatial arrangement, and weak digital promotion. This study recommends strengthening collaboration among local government, business operators, the community, and digital communities to develop Kampung Solor into a well-organized, competitive, and sustainable culinary tourism destination.