Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IDENTITAS MAKANAN TRADISIONAL KALEMPE SEBAGAI CIRI KHAS KEBERADAAN MASYARAKAT DONGGO PADA ERA MODERNISASI Najamuddin Najamudin; Abdur Rahman
Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA) Vol 10 No 1 (2026): Edisi Januari - April 2026
Publisher : LPPM STIE Muhammadiah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31955/mea.v10i1.6493

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis: 1) peran Stakeholder terhadap makanan tradisional kalempe sebagai ciri khas keberadaan masyarakat Donggo pada era modernisasi. 2) generasi muda masyarakat Donggo mengenal dan mengapresiasi makanan tradisional kalempe sebagai warisan budayah local. 3) tantangan yang di hadapi dalam melaksanakan makanan tradisional kalempe sebagai ciri khas keberadaan masyarakat Donggo pada era modernisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran stakeholder terhadap makanan tradisional kalempe sebagai ciri khas keberadaan masyarakat Donggo di era modernisasi. Karena makanan tradisional kalempe bukan hanya sebagai makanan biasa, tetapi memiliki nilai budaya karena makanan tradisional kalempe bukan hanya sekedar makanan biasa akan tetapi sebagai cerminan kebangsawanan dalam tradisi masyarakat Donggo masih mempertahankan budaya adat makanan tradisional kalempe sampai saat ini. Generasi muda masyarakat Donggo mengenal dan mengapresiasi makanan tradisional kalempe sebagai warisan budaya lokal dari leluhur sehingga generasi muda masyarakat Donggo selalu mengapresiasi adanya makanan tradisional kalempe, dengan hal tersebut generasi muda masyarakat Donggo menjadikan makanan tradisional kalempe sebagai warisan. Tantangan yang dihadapi dalam melestarikan makanan tradisional kalempe sebagai ciri khas keberadaan masyarakat Donggo di era modernisasi diperoleh generasi muda masyarakat Donggo tidak tertarik dalam proses pembuatan makanan tradisional kalempe, karena proses pembuatan makanan tradisional kalempe masih bersifat tradisional, sehingga generasi muda Donggo lebih menyukai yang bersifat instan atau mengikuti proses pengrajin online.