Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH SUMBERDAYA PENGHIDUPAN TERHADAP KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF PETANI KOPI HUTAN KEMASYARAKATAN (HKM) BUKIT DAUN KABUPATEN LEBONG Siska Novita Sari Br Galingging; Apri Andani; Bembi Akbar Serawai; Deden Djaenudin
Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA) Vol 10 No 2 (2026): ON GOING
Publisher : LPPM STIE Muhammadiah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31955/mea.v10i2.7525

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis keragaman sumber daya penghidupan sebagai sumber penerimaan , tingkat kesejahteraan subjektif, serta pengaruh sumber daya penghidupan terhadap kesejahteraan subjektif petani kopi di Hutan Kemasyarakatan (HKm) Bukit Daun, Kabupaten Lebong. Metodologi: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 182 responden yang dipilih dengan metode proportional random sampling. Keragaman sumber daya penghidupan dianalisis menggunakan Livelihood Diversity Index (LDI), sedangkan kesejahteraan subjektif diukur melalui indeks Subjective Well-Being (SWB) yang mencakup kepuasan hidup, afek positif, afek negatif, dan makna hidup. Pengaruh lima modal penghidupan (alam, fisik, finansial, manusia, dan sosial) dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil: Nilai rata-rata LDI sebesar 0,4185 menunjukkan bahwa petani mulai melakukan diversifikasi sumber penghidupan, meskipun masih didominasi sektor pertanian. Nilai kesejahteraan subjektif sebesar 64,83 persen menunjukkan bahwa petani umumnya cukup puas dengan hidupnya, meskipun masih menghadapi berbagai keterbatasan. Hasil regresi menunjukkan bahwa sumber daya penghidupan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan subjektif. Secara parsial, luas lahan dan keaktifan dalam kelompok masyarakat berpengaruh positif signifikan, sedangkan luas lantai rumah, simpanan, dan lama pendidikan formal tidak berpengaruh signifikan. Kesimpulan: Keragaman sumber penghidupan menunjukkan adanya upaya diversifikasi yang masih didominasi sektor pertanian. Tingkat kesejahteraan subjektif petani tergolong cukup baik meskipun terdapat keterbatasan. Sumber daya penghidupan berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan subjektif, terutama melalui luas lahan dan keaktifan dalam kelompok masyarakat. Hasil penelitian ini memberikan implikasi bahwa penguatan akses lahan dan modal sosial perlu menjadi prioritas dalam kebijakan pengelolaan HKm guna meningkatkan kesejahteraan subjektif petani secara berkelanjutan.