Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFISIENSI HARGA DAN YIELD PROSES PRODUKSI PADA SOSIS DAGING DENGAN MENGGUNAKAN KONJAC Dhita Sari Siregar
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/dpkm.v5i2.3418

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan uji sensori evaluasi hedonic oleh 30 panelis terlatih untuk mendapatkan kepuasan pelanggan akan mutu sensori produk yang diinginkan, penelitian ini dilakukan pada salah satu perusahaan X yang ada di Cikarang. Topik ini sangat penting untuk peningkatan ekonomi dan daya saing UMKM, juga sebagai edukasi teknologi pangan bagi masyarakat. Minat sosis pada saat ini terbukti meluas dan sangat disukai oleh masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan yang ada. Kehidupan modern dan praktis menjadi salah satu sebabnya meningkatnya kebutuhan produsen akan kebutuhan pangan olahan. Kategori produk olahan beku ini biasanya terbuat dari berbagai daging digunakan. Baik daging sapi, ayam ataupun ikan. Tepung dan bumbu juga melengkapi produk ini sehingga menghasilkan rasa khas konsumen Indonesia. Bergai rasa dan varian yang saat ini hadir di masyarakat membuat keinginan akan produk yang bergizi dan enak membuat para produsen berlomba lomba untuk memnghasilkan produk sosis yang sesuai dengan kepuasan pelanggan. Mutu sensori menjadi acuannya tetapi bagaimana cara pelaku usaha membuat suatu formulasi yang tepat guna dan efisisen pada produk ini? Banyaknya penelitian tentang umbi dari iles iles yaitu Glucomanan atau disebut konjac sering menjadi bahan tambahan pangan yang sehat dikonsumsi sampai dengan konsumen akhir. Penelitian ini dilakukan dengan menambahkan konjac ke dalam adonan sosis daging dengan 1 prototype control dan 3 prototype sosis yang menggunakan dosis konjac 1%, 1,5% dan 2%. Dalam penelitian ini dilakukan perhitungan yield susut proses produksi dan bahan baku / kg sehingga dihasilkan formulasi proses produksi yang efisien dari sisi harga / kg sehingga produsen mendapatkan keuntungan yang maximal dan tepat guna tanpa mengabaikan kepuasan pelanggan dari mutu yang didapat. Kesimpulan yang didapat adalah sosis daging dengan penggunaan konjac sebanyak 1,5% dapat mengurangi biaya proses produksi sebanyak Rp 2.523 /kg dan mendapatkan kenaikan yield proses produksi sebanyak 6% dibandingkan produk control yang tidak memakai konjac
Effect of Time and Temperature on TPC Parameters in WIP Products Dry Marination Process of Chicken Fillet Dhita Sari Siregar; Yeni Kurniati; Amelya Setyawati; Gita mutiara Annisa Chaerani; Tri Matya Ningrum; Palupi Purnhama Dewi; Febby Barita Lumban Tobing; Khoirunnisa Rahmah Shadrina
⁠International Journal of Sustainable Social Culture, Science Technology, Management, and Law Humanities Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Kristen Cipta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71131/z0hbtq56

Abstract

Work in Process (WIP) dry-marinated chicken fillet is a semi-finished product that remains highly susceptible to microbial contamination before the cooking stage. Inadequate control of storage time and temperature during WIP handling may accelerate bacterial growth, thereby reducing product quality and compromising food safety. This study aimed to evaluate the effects of storage time and temperature on the Total Plate Count (TPC) of dry-marinated chicken fillet during the WIP stage. The study employed an experimental design by storing dry-marinated chicken fillets under different storage temperatures and holding times. Total Plate Count analysis was conducted using the standard pour plate method, and the obtained data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) to determine the significance of treatment effects. The results demonstrated that both storage time and temperature significantly affected (P < 0.05) the TPC values. Increasing storage duration consistently increased bacterial populations, while higher storage temperatures accelerated microbial proliferation compared with refrigerated storage. The interaction between storage time and temperature indicated that improper WIP handling substantially increased the microbiological risk before the cooking process. Although dry marination may contribute to slowing bacterial growth through reduced water activity and antimicrobial effects of seasoning ingredients, these effects were insufficient to inhibit microbial proliferation during prolonged storage. Therefore, maintaining refrigerated storage and minimizing WIP holding time are essential to preserve microbiological quality and ensure compliance with food safety standards. These findings provide practical recommendations for optimizing WIP handling procedures and strengthening Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP)-based quality management in poultry processing industries.