Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IMPLEMENTASI PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA MELALUI EDUKASI GIZI SEIMBANG UNTUK REMAJA DI SMPN 11 JEMBER Muhammad Abdul Rauf; Nilam Puspitasari; Nurina Aprilya; Dhyani Ayu Perwiraningrum; Lisus Setyowati
Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jpml.v8i1.1938

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia kritis yang membutuhkan pemenuhan gizi seimbang untuk mendukung pertumbuhan dan pembentukan kebiasaan hidup sehat. Namun, rendahnya literasi gizi pada remaja masih menjadi tantangan yang perlu diatasi secara edukatif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi gizi seimbang melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema “Gaya Hidup Berkelanjutan” bagi siswa kelas VII dan VIII di SMP Negeri 11 Jember. Metode pelaksanaan terdiri dari dua tahap, yaitu tahap persiapan dan pelaksanaan, yang mencakup penyusunan materi, penyuluhan gizi, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa mengenai gizi seimbang, ditandai dengan peningkatan persentase siswa berkategori pengetahuan baik dari 38,2% menjadi 77,2%. Kesimpulannya penyuluhan gizi seimbang berbasis projek terbukti efektif dalam meningkatkan literasi gizi sekaligus membentuk karakter pelajar yang berperilaku sehat dan bertanggung jawab terhadap kesehatannya.
Intervensi Jus Kubis Merah sebagai Nutraceutical: Dampaknya terhadap Berat Badan Tikus Hiperurisemia Muhammad Abdul Rauf; Nilam Puspitasari; Nurina Aprilya
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 3 (2025): Journal of Language and Health: September 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i3.262

Abstract

Hiperurisemia merupakan kondisi meningkatnya kadar asam urat dalam darah yang dapat memicu komplikasi metabolik, termasuk gangguan berat badan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian jus kubis merah (Brassica oleracea var. capitata f. rubra) terhadap perubahan berat badan pada tikus Wistar model hiperurisemia. Penelitian eksperimental laboratorium ini menggunakan desain pre- and post-test control group dengan total 30 ekor tikus jantan galur Wistar yang dibagi secara acak ke dalam lima kelompok: kontrol negatif, kontrol positif (hiperurisemia), perlakuan 1 (jus kubis merah 5 mL/kgBB), perlakuan 2 (jus kubis merah 10 mL/kgBB), dan kontrol standar (allopurinol 10 mg/kgBB). Model hiperurisemia diinduksi menggunakan kalium oksanat dosis 250 mg/kgBB secara intraperitoneal selama 7 hari. Intervensi jus kubis merah diberikan secara oral selama 14 hari. Data berat badan dianalisis menggunakan uji Repeated Measures ANOVA dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian jus kubis merah berpengaruh signifikan terhadap perubahan berat badan tikus hiperurisemia, terutama pada kelompok dosis 10 mL/kgBB yang menunjukkan stabilisasi berat badan dibandingkan kontrol positif (p<0,05). Simpulan dari penelitian ini adalah jus kubis merah berpotensi sebagai nutraceutical dalam membantu mengatur berat badan pada kondisi hiperurisemia.  
The Influence of Workload on Work–Life Balance among Employees in the Mining Sector Nilam Puspitasari; Nurina Aprilya; Muhammad Abdul Rauf; Muhammad Ihsan Alfarizi
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 3 (2025): Journal of Language and Health: September 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i3.264

Abstract

Work–life balance (WLB) has become a strategic concern in high-demand industries such as mining, where extended shifts, heavy workloads, and family demands can undermine employee well-being and organisational sustainability. Although workload is recognised as a key antecedent of WLB, empirical evidence from Indonesia’s mining sector remains limited. This study aimed to examine the influence of workload on WLB among employees of PT Bumi Suksesindo, a copper and gold mining company in Banyuwangi, Indonesia. An analytic observational study with a cross-sectional design was conducted among 100 randomly selected employees. Workload was measured using items adapted from the NASA Task Load Index (NASA-TLX), while WLB was assessed with the Work–Life Balance Scale. Both instruments were tested for validity and reliability before data collection, yielding acceptable content validity and high internal consistency (Cronbach’s alpha = 0.87 for NASA-TLX and 0.84 for WLB Scale). Data were analysed using Pearson correlation, independent t-tests, and multivariate regression with demographic factors as controls. Employees reported moderate to high workload levels (M = 62.3, SD = 11.4) and relatively low WLB (M = 58.7, SD = 10.2). A significant negative correlation was observed between workload and WLB (r = –0.46, p < 0.001). Regression analysis confirmed workload as the strongest predictor of WLB (β = –0.42, p < 0.001), even after adjusting for demographics. Marital status also emerged as significant (β = –0.19, p = 0.032), with married employees reporting lower balance. Other demographic variables showed no meaningful effects. Workload is a critical determinant of WLB in the mining sector, with marital obligations further compounding its effects. The findings support the Job Demands–Resources model, highlighting the need for workload management strategies, flexible scheduling, and supportive policies to safeguard employee well-being and sustain organisational performance.