Hiperurisemia merupakan kondisi meningkatnya kadar asam urat dalam darah yang dapat memicu komplikasi metabolik, termasuk gangguan berat badan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian jus kubis merah (Brassica oleracea var. capitata f. rubra) terhadap perubahan berat badan pada tikus Wistar model hiperurisemia. Penelitian eksperimental laboratorium ini menggunakan desain pre- and post-test control group dengan total 30 ekor tikus jantan galur Wistar yang dibagi secara acak ke dalam lima kelompok: kontrol negatif, kontrol positif (hiperurisemia), perlakuan 1 (jus kubis merah 5 mL/kgBB), perlakuan 2 (jus kubis merah 10 mL/kgBB), dan kontrol standar (allopurinol 10 mg/kgBB). Model hiperurisemia diinduksi menggunakan kalium oksanat dosis 250 mg/kgBB secara intraperitoneal selama 7 hari. Intervensi jus kubis merah diberikan secara oral selama 14 hari. Data berat badan dianalisis menggunakan uji Repeated Measures ANOVA dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian jus kubis merah berpengaruh signifikan terhadap perubahan berat badan tikus hiperurisemia, terutama pada kelompok dosis 10 mL/kgBB yang menunjukkan stabilisasi berat badan dibandingkan kontrol positif (p<0,05). Simpulan dari penelitian ini adalah jus kubis merah berpotensi sebagai nutraceutical dalam membantu mengatur berat badan pada kondisi hiperurisemia.
Copyrights © 2025