Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Implementasi Perencanaan dan Pengendalian Obat dengan Pendekatan Pareto ABC Iman Nurwafdan; Eka Yoshida; Tinon Ambarini
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 3 (2025): Journal of Language and Health: September 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i3.303

Abstract

Perencanaan dan pengendalian obat yang efektif bagi pelayanan farmasi di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi perencanaan dan pengendalian obat di Unit Farmasi Rumah Sakit Baiturrahim Jambi dengan pendekatan Pareto-ABC tahun 2025, serta mengidentifikasi kesesuaiannya dengan kondisi aktual di lapangan. Penelitian menggunakan desain mixed-method dengan pendekatan deskriptif eksploratif. Data kuantitatif diperoleh dari rekap pemakaian obat dan BMHP periode April 2024–Maret 2025 yang dianalisis melalui klasifikasi Pareto ABC, Jaccard Similarity Index (JSI), Pareto Stability Index (PSI), serta koefisien variasi (CV). Data kualitatif diperoleh melalui wawancara dengan enam informan kunci dan observasi langsung terhadap proses perencanaan serta pengendalian logistik farmasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 15% item obat (kategori A) menyerap hampir 80% total nilai pemakaian. Nilai PSI obat sebesar 0,84 dan nilai JSI obat sebesar 0,73, serta nilai PSI BMHP sebesar 0,72 dan nilai JSI BMHP sebesar 0,56. Sistem perencanaan masih bersifat manual, belum mengintegrasikan parameter pengendalian seperti ROP, safety stock, dan klasifikasi ABC. Triangulasi data mengungkap kesenjangan antara teori dan praktik, terutama pada ketiadaan sistem prediktif, dashboard monitoring dinamis, serta keterbatasan kompetensi analisis SDM. Kesimpulan penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi pendekatan kuantitatif dalam perencanaan obat.
Pengaruh Komunikasi dan Kedisiplinan Tenaga Kesehatan Terhadap Kualitas Pelayanan Poli Rawat Jalan di Rumah Sakit Unimedika Setu Bekasi Tahun 2024 Adzkia Risky Al Insyiraah; Dicky Yulius Pangkey; Tinon Ambarini
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 4 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v9i4.7077

Abstract

Peningkatan ekspektasi masyarakat terhadap layanan kesehatan menuntut rumah sakit untuk mengoptimalkan kualitas pelayanan melalui komunikasi efektif dan kedisiplinan tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh komunikasi dan kedisiplinan tenaga kesehatan terhadap kualitas pelayanan poli rawat jalan di RS Unimedika Setu Bekasi. Penelitian kuantitatif dengan desain korelasional melibatkan 100 responden pasien rawat jalan yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil uji-t menunjukkan komunikasi berpengaruh signifikan terhadap kualitas pelayanan (t sama dengan 2, 868 dan p sama dengan 0,005), kedisiplinan berpengaruh signifikan (t sama dengan 7,465 dan p sama dengan 0,000), dan secara simultan kedua variabel berpengaruh signifikan (F sama dengan 176,132 dan p sama dengan 0,000) dengan R2 sama dengan 0,784. Komunikasi dan kedisiplinan secara signifikan mempengaruhi kualitas pelayanan rawat jalan. Disarankan peningkatan pelatihan komunikasi terapeutik dan penerapan regulasi kedisiplinan yang lebih ketat untuk mengoptimalkan kualitas pelayanan.
Hubungan Gaya Kepemimpinan Kepala Ruangan Intensif Terhadap Budaya Keselamatan Pasien Rumah Sakit Umum Unimedika Setu Bekasi Tahun 2024 Aulia Rahma Ning Tyas; Dicky Yulius Pangkey; Tinon Ambarini
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 4 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v9i4.7078

Abstract

Background: Based on Law Number 17 of 2023, concerning hospitals, it states that a hospital establishment must have very complete health service facilities. This study analyzes the relationship between the leadership style of the head of the intensive care unit and the culture of patient safety at Uni Medika Setu Hospital, Bekasi, considering that the data results prefer a transactional leadership style reaching 44% in 2023. Method: Mixed Method Research, with a combination of Quantitative and Qualitative, involving a sample of 70 Nurses. Data were analyzed using Chi Square. Results: Leadership styles with the Transactional, Transformational, and Mixed types have no statistical differences, but when conducted through interviews, the Transactional style is more dominant. Conclusion: Any type of leadership style has the same results in terms of statistical tests, but it is different if the interview results are different, nurses prefer the Transactional leadership style. Keywords: Leadership Style, Nurses, Patient Safety Culture
Hubungan Komunikasi, Kompetensi, dan Sarana Prasarana Terhadap Waktu Tunggu Pelayanan Resep Poli Jantung dan Pembuluh Darah di RS Hermina Bekasi Thania Lathifatunnisa Putri Agusti; Enrico Adhitya Rinaldi; Tinon Ambarini; Yulianah Yulianah
Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI) Vol 9, No 4 (2025): Jurnal Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (MARSI)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/marsi.v9i4.7091

Abstract

Pelayanan kesehatan merupakan aspek penting dalam sistem kesehatan nasional yang bertujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Salah satu komponen utama dalam pelayanan kesehatan adalah pelayanan kefarmasian, yang berperan dalam menunjang keberhasilan pengobatan pasien. Waktu tunggu pelayanan resep menjadi indikator utama yang memengaruhi efisiensi dan kualitas layanan. Standar pelayanan farmasi yang cepat, tepat, dan berkualitas mencerminkan upaya rumah sakit dalam memenuhi kebutuhan serta harapan pasien. Namun, di Poli Jantung RS Hermina Bekasi, masih terdapat kendala dalam memenuhi standar tersebut, yang dipengaruhi oleh faktor komunikasi, kompetensi tenaga farmasi, serta sarana dan prasarana. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi hubungan faktor-faktor tersebut terhadap efisiensi waktu tunggu pelayanan resep. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dilakukan pada Januari 2025 menggunakan metode probability sampling dengan pendekatan accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah teruji validitas dan reliabilitas (19 item pertanyaan menggunakan skala Likert) dan dianalisis secara univariat, bivariat (uji Chi-square), serta multivariat (regresi logistik berganda). Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu tunggu pelayanan resep di Poli Jantung sesuai standar sebanyak 35,4%, sedangkan 64,6% masih belum memenuhi standar minimal rumah sakit berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan No. 129/Menkes/SK/II/2008 dan Permenkes No. 72 Tahun 2016. Waktu tunggu resep non-racikan masih melebihi 30 menit, sementara resep racikan lebih dari 60 menit. Selain itu, terdapat hubungan signifikan (p lebih kecil dari 0,05) antara komunikasi dan kesesuaian waktu tunggu resep. Namun, tidak ditemukan hubungan signifikan (p lebih besar dari 0,05) antara kompetensi serta sarana dan prasarana terhadap kesesuaian waktu tunggu resep.