Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Hubungan Bauran Pemasaran Terhadap Loyalitas Pasien Di Unit Pelayanan Rawat Jalan Rumah Sakit Kartini Tahun 2018 Enrico Adhitya Rinaldi
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.396 KB) | DOI: 10.52643/jbik.v8i2.296

Abstract

Rumah sakit merupakan salah satu sarana pelayanan kesehatan masyarakat yang memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Tingkat kepuasan pelayanan terhadap pelanggan adalah upaya pemberian layanan sehingga dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan serta ketepatan penyampainnya untuk mensinergikannya dengan keinginan pelanggan.Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan penelitian ini merupakan metode penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode Purposive Sampling. Sampel penelitian ini adalah pasien di Poli Rawat Jalan RS. Kartini yang berjumlah 100 responden.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa korelasi bauran pemasaran Product dengan loyalitas pasien memiliki nilai p 0,002 yang artinya terdapat korelasi secara signifikan antara bauran pemasaran Product dan loyalitas pasien. Korelasi antara bauran pemasaran Price dengan loyalitas pasien adalah positif lemah dan bermakna secara statistik. Bauran pemasaran Place dengan loyalitas pasien, didapat nilai p 0.004 menunjukkan bahwa terdapat korelasi secara signifikan antara bauran pemasaran Place dan loyalitas pasien. Korelasi bauran pemasaran Promotion dengan loyalitas pasien melalui analisis statistik diperoleh nilai p 0.003, sehingga terdapat korelasi secara signifikan antara bauran pemasaran Promotion dan loyalitas pasien. Bauran pemasaran People dengan nilai p 0.008 menunjukkan bahwa terdapat korelasi secara signifikan antara bauran pemasaran People dan loyalitas pasien. Physical  Evidence  berkorelasi  positif  sedang  (r=0.477,  p=<0.005).  Analisis bivariat yang dilakukan untuk mengetahui korelasi bauran pemasaran Physical Evidence terhadap loyalitas pasien mendapatkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0.477 yang artinya korelasi antara bauran pemasaran Physical Evidence dengan loyalitas pasien adalah korelasi positif sedang dan bermakna. Bauran pemasaran Process dengan nilai p < 0.004 menunjukkan bahwa terdapat korelasi secara signifikan antara bauran pemasaran Process dan loyalitas pasien.Saran kepada pihak manajemen Rumah Sakit Kartini agar menambah produk unggulan sehingga dapat menjadi ciri khas bagi Poli Rawat Jalan Rumah Sakit Kartini seperti melengkapi dokter spesialis yang belum ada sehingga dapat memberikan pelayanan kepada pasien secara lengkap.Kata Kunci      :  Pemasaran, Loyalitas Pasien, Rawat JalanDaftar Pustaka :  29 (1997 - 2014)
Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Sisa Makanan Dan Estimasi Biaya Pemborosan Makanan Pada Pasien Rawat Inap Kelas III Di RS Bhayangkara Tk.I Pusdokkes Polri Jakarta Tahun 2025 Rachmi Wijayanti; Lilis Lisnawati; Enrico Adhitya Rinaldi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.338

Abstract

Sisa makanan yang tidak dikonsumsi oleh pasien mengakibatkan kebutuhan gizi pasien tidak terpenuhi dan menyebabkan adanya biaya yang terbuang sehingga anggaran makanan jadi kurang efisiensi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor – faktor yang berhubungan dengan sisa makanan dan Estimasi Biaya Pemborosan Makanan pada Pasien Rawat Inap Kelas III di RS Bhayangkara Tk.I Pusdokkes Polri Jakarta.. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional, melibatkan 370 responden pasien rawat inap kelas III melalui observasi sisa makanan dengan metode comstock dan pengisian kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata – rata sisa makanan pada pasien rawat inap kelas III di RS Bhayangkara Tk.I Pusdokkes Polri Jakarta Tahun 2025 sebanyak 20,53%. Berdasarkan jenisnya, sisa makanan terdiri dari makanan pokok 26,37%, lauk hewani 18,25%, lauk nabati 20,93%, sayur 21,30%, buah 11,87% dan snack 9,25%, estimasi biaya pemborosan makanan pada pasien rawat inap kelas III sebanyak Rp. 18.068,54,- per orang per hari. Terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik responden (usia dan pendidikan), penampilan makanan, rasa makanan, makanan dari luar rumah sakit terhadap sisa makanan pada pasien rawat inap kelas III. Tidak ada hubungan yang signifikan antara karakteristik responden (jenis kelamin), jenis diet dan sikap petugas terhadap sisa makanan pada pasien rawat inap kelas III. Penelitian ini menyimpulkan bahwa rata- rata sisa makanan pada pasien rawat inap kelas III di RS Bhayangkara Tk.I Pusdokkes Polri Jakarta Tahun 2025 sebanyak 20,53% dengan sisa makanan terbanyak pada jenis makanan pokok dan sayur dengan estimasi biaya pemborosan diperkirakan mencapai adalah Rp. 84.867.932,38, dalam 1 bulan.