Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Implementasi Budaya Keselamatan Pasien terhadap Kinerja Perawat di Unit Rawat Inap Rizka Aroza; Alih Germas Kodyat; Ahdun Trigono
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 4 (2025): Journal of Language and Health: December 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i4.445

Abstract

ABSTRAK Pembentukan komite mutu rumah sakit dan penerapan budaya keselamatan pasien melalui langkah strategis sesuai regulasi nasional merupakan fondasi penting dalam meningkatkan mutu layanan, mencegah kejadian tidak diharapkan, dan memperkuat kinerja organisasi secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh implementasi budaya keselamatan pasien terhadap kinerja perawat di Unit Rawat Inap RS Tk III Dr. Bratanata. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 132 perawat sebagai responden. Instrumen yang digunakan terdiri dari kuesioner budaya keselamatan pasien dan kinerja perawat, yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis dengan metode regresi untuk mengetahui pengaruh variabel independen. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat budaya keselamatan pasien berada pada kategori baik dengan skor rata-rata 74,7. Regresi linear sederhana menunjukkan bahwa seluruh dimensi budaya keselamatan meliputi komunikasi, pelaporan insiden, respons terhadap kesalahan, pembelajaran memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja perawat (p < 0,05). Budaya keselamatan juga terbukti mendorong peningkatan jumlah pelaporan insiden secara sukarela, sebagai indikator partisipasi aktif dalam menjaga mutu layanan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi budaya keselamatan pasien berpengaruh nyata terhadap peningkatan kinerja perawat di unit rawat inap, dengan pelaporan insiden sebagai elemen yang paling terlihat. Sepuluh aspek budaya keselamatan dapat menjelaskan 26,4% variasi dalam kinerja. Diperlukan upaya manajerial dalam mendukung komunikasi terbuka, sistem pelaporan yang aman, serta pembinaan berkelanjutan agar budaya keselamatan dapat tertanam secara sistemik.