Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Faktor-faktor Kesiapan Penerapan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) Basroni Faizal; Yanuar Jak; Nurcahyo Andarusito; Rizal Alfian
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 3 (2025): Journal of Language and Health: September 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i3.506

Abstract

Penilaian kesiapan pelaksanaan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) dipengaruhi beberapa faktor diantaranya pengetahuan, ketersediaan dana, komitmen manajemen dan sistem informasi. Tujuan penelitian untuk menganalisis kesiapan penerapan KRIS. Desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian di lakukan Rumah Sakit Dr.H. Bob Bazar., SKM Lampung Selatan pada bulan Juli 2025. Populasi penelitian adalah seluruh manajemen sebanyak 50 orang diambil menggunakan purposive sampling. Kriteria inklusi meliputi manajemen yang bersedia menjadi responden sedangkan kriteria eksklusi meliputi responden yang tidak menyelesaikan proses penelitian. Variabel independen meliputi pengetahuan tentang KRIS, ketersediaan dana, kelengkapan sarana prasarana, komitmen manajemen, sistem informasi rumah sakit sedangkan variabel dependen adalah kesiapan penerapan KRIS. Alat pengumpul data menggunakan lembar kuesioner yang sudah valid dan reliabel dengan nilai r=0,768-0,854 dan nilai Cronbach Alpha sebesar 0,981. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik berganda. Hasil penelitian mendapatkan bahwa sebagian besar responden adalah berusia >45 tahun (52%), perempuan (64%), pendidikan sarjana atau S1 (76%), lama bekerja >20 tahun (54%), pengetahuan kurang tentang KRIS (52%), ketersediaan dana yang kurang (54%), komitmen baik (52%), sistem informasi yang kurang 62% dan siap menerapkan KRIS sebanyak 82%. Ada hubungan pengetahuan tentang KRIS (p=0,024), ketersediaan dana (p=0,028), komitmen manajemen (p=0,009) dan tidak ada hubungan sistem informasi (p=0,127) dengan kesiapan menerapkan KRIS.