Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Usia dengan Kontrol Glikemik pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Nistita Abighail; Suharmanto Suharmanto; Gigih Setiawan; Intanri Kurniati
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 4 (2025): Journal of Language and Health: December 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i4.1114

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan gangguan metabolisme glukosa dan menjadi salah satu masalah kesehatan utama di dunia. Pengendalian kadar hemoglobin terglikasi (HbA1c) penting untuk mencegah terjadinya komplikasi jangka panjang. Salah satu faktor yang berperan dalam pengendalian kadar HbA1c adalah usia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara usia dengan kontrol glikemik. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik menggunakan pendekatan cross-sectional. Penelitian bertujuan untuk menganalisis hubungan antara usia dengan kontrol glikemik. Usia sebagai variabel independen dan kontrol glikemik sebagai variabel dependen. Penelitian dilaksanakan di Pelayanan Kesehatan Kota Bandar Lampung yang mengadakan program Prolanis. Populasi penelitian adalah seluruh peserta Prolanis di Kota Bandar Lampung yang memenuhi kriteria inklusi, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitas dengan nilai r=0,786-0,845 dengan alpha Cronbach=0,976 (valid dan reliabel). Data yang diperoleh dianalisis secara univariat untuk melihat distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antar variabel. Sebagian besar responden berusia 51-60 tahun sebanyak 118 orang (36,9%) dan kontrol glikemik buruk sebanyak 254 orang (79,4%) dan analisis mendapatkan ada hubungan antara usia dengan kontrol glikemik.
Potensi Antibakteri Ekstrak Daun Mentimun (Cucumis sativus L.) dan Madu: Tinjauan Pustaka Ryan Agustin Purba; Soraya Rahmanisa; Gigih Setiawan; Evi Kurniawaty
Journal of Health, Medical, and Psychological Studies Vol 2 No 1 (2026): : August: Sanitas: Journal of Health, Medical, and Psychological Studies
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/ykqpya39

Abstract

Bacterial infections remain a major global health concern, particularly because antimicrobial resistance continues to compromise the effectiveness of conventional antibiotics and increase the demand for alternative therapeutic agents. Natural products, including cucumber (Cucumis sativus L.) leaves and honey, have attracted increasing attention due to their diverse bioactive compounds with antibacterial properties. This study aimed to review recent evidence regarding the antibacterial potential of cucumber leaf extract and honey. A narrative literature review was conducted using publications indexed in Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, Scopus, and SpringerLink from 2021–2026. Articles meeting predefined inclusion and exclusion criteria were analyzed descriptively and comparatively. The synthesis of ten eligible studies demonstrated that cucumber leaf extract exhibits antibacterial activity through phytochemicals, green-synthesized titanium dioxide nanoparticles, and endophytic microorganisms, whereas honey provides broad-spectrum antibacterial effects influenced by its botanical origin and physicochemical characteristics. Current evidence also suggests potential complementary mechanisms between both natural products, although direct combination studies remain limited. Further standardized in vivo investigations and clinical trials are required to validate their efficacy and safety for future therapeutic applications.