Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pentagamavunon‒0 menurunkan Ekspresi Cyclooxygenase 2 dan Jumlah Sel Epitel Luminal Endometrium Tikus yang Diinduksi dengan Luteinizing Hormone Rahmanisa, Soraya -; Kasban, Muhartono Sudarmo
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 4 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.04.2

Abstract

Pentagamavunon‒0 (PGV‒0) atau 2,5‒bis‒(4'‒hidroksi‒3'‒metoksi‒benzilidin siklopentanon merupakan senyawa analog kurkumin dengan perubahan struktur pada gugus β diketon menjadi gugus monoketon. Aktivitas dan mekanisme PGV‒0 pada sistem reproduksi khususnya terhadap ekspresi Cyclooxygenase 2(COX‒2) dan ketebalan endometrium belum dapat dijelaskan. Serbuk PGV‒0 dilaporkan mempunyai aktivitas biologis lebih baik daripada senyawa asalnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh PGV‒0 terhadap ekspresi COX‒2, ketebalan endometrium, dan jumlah sel epitel luminal endometrium Rattus norvegicus yang diinduksi dengan Luteinizing Hormone (LH). Subjek penelitian ini adalah 30 ekor tikus putih betina Sprague dawley umur 28 hari setelah diinduksi dengan pregnant mare's serum gonadotropin. Setelah semua tikus ovulasi, tikus kemudian diberikan PGV‒0 dosis 55,2mg/kgBB selama 4 hari setelah diinduksi dengan LH pada hari pertama perlakuan. Pada kelompok kontrol diberikan senyawa pelarut PGV‒0 yaitu Carboxyl Metil Cellulose (CMC). Pada umur 34 hari hewan coba dikorbankan untuk diambil uterusnya dan dibuat sediaan histologi dan imunohistopatologik. Hasil penelitian menunjukkan pemberian PGV‒0 dosis 55,2mg/kgBB berpengaruh nyata menurunkan ekspresi COX‒2 (p<0,05) dan jumlah sel epitel luminal endometrium (p<0,05) tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap penebalan endometrium tikus yang diinduksi dengan LH (p<0,05).Kata Kunci: COX‒2, ketebalan endometrium, LH, PGV‒0
Pengaruh Pemberian Ektrak Kulit Batang Bakau Bruguiera Gymnorrhiza Terhadap Gambaran Histopatologi Hepar Tikus Putih Jantan Rattus Novergicus Galur Sprague Dawley yang Diinduksi Alkohol Amelia Rizky Kh; Soraya Rahmanisa; Merry Indah Sari
Intelektualita Vol 8 No 1 (2019): Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial, dan Sains
Publisher : Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intelektualita.v8i1.4232

Abstract

Alkohol dapat mempengaruhi seluruh bagian tubuh diantaranya pada sistim hepar dimana tempat metabolisme hati, jika terjadi gangguan akibat stres oksidatif yang diinduksi alkohol akan menyebabkan penyakit hati kronis dan steatosis hati. Antioksidan diberikan sebagai usaha pencegahan kerusakan hepar. Tanaman bakau Bruguiera gymnorrhiza berperan sebagai antioksidan yang dapat menghambat proses stres oksidatif. Desain Penelitian ini menggunakan rancangan quasi experimental dengan metode rancangan acak terkontrol dengan pola post test only group control group design. Penelitian menggunakan 30 tikus putih galur Sprague Dawley yang di bagi dalam 5 kelompok yaitu 2 kelompok kontrol dan 3 kelompok perlakuan. Pada kelompok kontrol, diberikan perlakuan biasa (K-) dan kelompok yang diinduksi alkohol (K+). Pada kelompok perlakuan, mencit diinduksi alkohol dan diberi ekstrak bakau dengan dosis 62,5 mg/kgBB (K3), 125 mg/kgBB (K4) dan 250 mg/kgBB (K5). Diberikan perlakuan selama 14 hari. Hasil penelitian didapatkan perbedaan kerusakan histopatologi pada seluruh sampel dengan nilai yang bermakna yaitu p <0,05. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat adanya pengaruh pemberian ekstrak kulit batang bakau (Bruguiera gymnorrhiza) terhadap Histopatologi Hepar tikus putih jantan (Rattus norvergicus) galur Sprague-dawley yang diinduksi alkohol dan terdapat perbedaan pengaruh pemberian dosis bertingkat ekstrak kulit batang bakau (Bruguiera gymnorrhiza) terhadap Histopatologi Hepar tikus putih jantan (Rattus norvergicus) galur Sprague-dawley yang diinduksi alkohol.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SKREENING KELAINAN REFRAKSI DINI PADA ANAK USIA SEKOLAH DI NATAR LAMPUNG SELATAN [INCREASING THE KNOWLEDGE AND EARLY SCREENING OF REFRACTIVE ABNORMALITIES IN SCHOOL AGE CHILDREN AT NATAR LAMPUNG SELATAN] Rani Himayani; Soraya Rahmanisa
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol 3, No 1 (2018): October
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Early detection of refractive abnormalities at late school age causes a decrease visual in children as a barrier in learning activities and carrying out daily activities, which can affect children's learning achievement. High refractive abnormalities that are not well corrected can cause lazy eyes in children. Objective: Increased knowledge and awareness of both children, parents and teachers regarding the importance of periodic control in children so that refractive abnormalities can be early detected at school age. Methods: screening of refractive abnormalities in children and eye examination by experts. Results: There were 56 children of Elementary School in South Lampung who were selected to attend counseling and eye screening. Based on data from pre-test observations, it was found that 61% of participants did not understand the knowledge of refractive abnormalities and 39% knew sufficient knowledge about refractive abnormalities. After counseling activities, the value of the observation results increases. Most participants understand about the knowledge of refractive disorders. The results of the screening for refraction abnormalities from 56 elementary school children found that 12 children experienced refractive error consisting of 3 boys and 9 girls. Children who detected refractive abnormalities were examined further and given treatment of prescription glasses. Conclusion: This program can help detect early if there are refractive abnormalities in school-age children so they can immediately get the treatment.
Peningkatan Pengetahuan Dengue Hemorargic Fever (DHF) Pada Masyarakat Kelurahan Sumur Putri Kecamatan Teluk Betung Utara, Bandar Lampung Evi Kurniawaty; Syazili Mustofa; Suharyani Suharyani; Soraya Rahmanisa; Nuriah Nuriah
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.732 KB)

Abstract

Sebagian besar Masyarakat Kelurahan Sumur Putri memiliki tingkat pendidikan dan tingkat ekonomi menengah ke bawah. Mengingat tingkat pendidikan yang rendah dan tingkat pengetahuan yang sangat terbatas maka mendorong kami selaku pelaksana kesehatan untuk dapat memberikan tambahan pengetahuan khususnya dalam bidang kesehatan tentang Dengue Hemorargic Fever (DHF) yang angka kejadian dan kematiannya meningkat dari tahun ke tahun. Tujuan penyuluhan ini untuk menekan angka kejadian terjadinya DHF di wilayah Kelurahan Sumur Putri Kecamatan Teluk Betung Utara, Bandar Lampung. Metode yang digunakan dengan penyuluhan melalui ceramah dan tanya jawab (diskusi). Evaluasi dilakukan dengan memberikan pertanyaan pertanyaan melalui kuesioner berupa pre test dan post test untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan pengetahuan dengan adanya penyuluhan. Kegiatan penyuluhan ini diikuti oleh 32 orang yang terdiri dari sebagian besar ibu – ibu dan sebagian kecil bapak-bapak. Berdasarkan data hasil pengamatan pre test, diketahui bahwa sekitar 53,1% peserta kurang paham mengenai DHF dan 46,9% telah mempunyai pengetahuan yang cukup mengenai DHF. Setelah dilakukan kegiatan penyuluhan, nilai hasil pengamatan meningkat. Masyarakat yang paham mengenai DHF sebanyak 32% dan yang sangat paham sebanyak 68%. Setelah mendapatkan penyuluhan, pengetahuan masyarakat kelurahan Sumur Putri tentang DHF meningkat.
Skrinning Fitokimia Daun Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) Dari Kabupaten Way Kanan Dengan Pelarut Etanol 70% Arini Nurul Hanifah; Waluyo Rudiyanto; Shinta Nareswari; Soraya Rahmanisa
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1026

Abstract

Pendahuluan: Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) adalah salah satu jenis tanaman yang telah dipercaya memiliki manfaat dalam dunia kesehatan dengan berbagai kandungan senyawa kimia dalam ekstrak kental daunnya, meliputi flavonoid, fenol, tanin, saponin, alkaloid, terpenoid, dan steroid dengan efek farmakologi sebagai analgetik, antiinflamasi, antidiabetes melitus, antihiperkolesterolemia, antimikroba, dan sitotoksik. Untuk mengidentifikasi kandungan senyawa-senyawa tersebut yang terekstraksi dalam pelarut etanol 70%, diperlukan skrinning fitokimia. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif menggunakan ekstrak daun binahong yang diperoleh melalui proses maserasi dengan pelarut etanol 70%. Ekstrak yang dihasilkan kemudian dianalisis secara fitokimia menggunakan pereaksi spesifik untuk mengidentifikasi kelompok senyawa, antara lain alkaloid (pereaksi Mayer, Dragendorf, dan Bouchardat), flavonoid (uji Mg-HCl), tanin (FeCl?), saponin (uji busa), serta steroid dan terpenoid (uji Liebermann–Burchard). Hasil: Ekstrak daun binahong (A. cordifolia) dengan pelarut 70% etanol memiliki kandungan flavonoid, fenol, tanin, saponin, alkaloid, terpenoid, dan steroid ditunjukkan dari hasil masing-masing uji positif. Pembahasan: Senyawa-senyawa yang terkandung tersebut membuktikan bahwa daun binahong memiliki potensi efek farmakologi dan penggunaan pelarut etanol 70% efektif mampu mengekstraksi senyawa aktif tersebut karena bersifat semi-polar. Simpulan: Skrinning fitokimia yang dilakukan dengan uji kualitatif membuktikan bahwa daun binahong dari kabupaten Way Kanan yang sudah diekstraksi dengan pelarut etanol 70% mengandung berbagai senyawa aktif yang mampu memberikan efek farmakologi bagi makhluk hidup.  
Pengaruh Salep Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa oleifera lam) Terhadap Proses Penyembuhan Luka Sayat Secara Makroskopis pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Fiola Yonandes; Waluyo Rudiyanto; Arif Yudho Prabowo; Soraya Rahmanisa
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1079

Abstract

Pendahuluan: Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas salep ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera lam) dalam mempercepat penyembuhan luka sayat pada tikus putih, didasarkan pada potensi senyawa bioaktif tanaman tersebut. Metode: Tiga puluh ekor tikus jantan (Rattus norvegicus) dibagi menjadi 5 kelompok: kontrol negatif, kontrol positif (Povidone iodine 10%), serta perlakuan salep konsentrasi 2,5%, 5%, dan 10%. Parameter panjang dan durasi penutupan luka diamati secara makroskopis selama 14 hari. Hasil: Kelompok salep 2,5% menunjukkan penyembuhan tercepat dengan penutupan luka sempurna pada hari ke-14, melampaui efektivitas konsentrasi 5% dan kontrol positif. Sebaliknya, konsentrasi 10% justru memperlambat laju penyembuhan dibandingkan dosis yang lebih rendah. Pembahasan: Efektivitas pada konsentrasi rendah terjadi karena metabolit sekunder bekerja dalam batas fisiologis yang mendukung proliferasi. Sementara itu, konsentrasi tinggi menghambat regenerasi jaringan akibat potensi iritasi atau fenomena respons dosis terbalik (inverted dose-response). Simpulan: Salep ekstrak etanol daun kelor konsentrasi 2,5% terbukti sebagai formulasi paling efektif mempercepat penyembuhan luka sayat secara makroskopis.   Kata Kunci: Daun kelor, luka sayat, makroskopis, Moringa oleifera, salep.                           
Laporan Kasus: Pleuritis Tuberkulosis pada Paru Kiri dengan Sekat (SEPTATED) Disertai Tuberkulosis Paru Syazili Mustofa; Rachman Najmu Ramadhan; Soraya Rahmanisa; Risti Graharti; Wely Dwi Nopriansyah
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 4 (2025): Journal of Language and Health: December 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i4.1057

Abstract

Infeksi tuberkulosis yang disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis yang terkait dengan akumulasi cairan di ruang pleura menghasilkan pleuritis Tuberkulosisi kasus TB pleuritis terbanyak yang lebih banyak mempengaruhi pada orang yang lebih muda. Laporan kasus ini bertujuan mendeskripsikan secara sistematis perjalanan klinis, temuan diagnostik, penatalaksanaan, serta hasil terapi pada pasien dengan pleuritis tuberkulosis septated disertai tuberkulosis paru. Data kasus diperoleh dari pemeriksaan dan penatalaksanaan pasien yang dirawat sebanyak satu orang dengan kasus spesifik pleuritis tuberkulosis septated disertai tuberkulosis paru. Hasil analisis disajikan dalam bentuk narasi yang menggambarkan hubungan antara gejala klinis, temuan pemeriksaan, proses penegakan diagnosis, dan efektivitas terapi anti-tuberkulosis maupun terapi penunjang pleuritis. Pasien datang dengan keluhan sesak napas berat di sertai dengan batuk lama lebih dari 2 bulan. Dahak berwarna putih dan berbau. Os juga mengeluh berkeringat malam tanpa didahului aktivitas fisis. Penurunan berat badan 8 kg. Pada pemeriksaan torak di temukan ronki pada kedua lapang paru. Kemudian dilakukan ronsen torak ditemukan efusi pleura masif pada hemithorax kiri dan infitltrat pada lapang paru kanan dan kiri. Kemudian di lakukan USG di temukan tampak cairan pada hemitorak kiri dan bersepta pada pasien. Selanjut kita cek kan TCM Mtb sputum dengan hasil (+). Cek HIV dengan ELISA hasil negatif. Pasien didiagnosis dengan Plueritis TB bersepta.
Efektivitas Ekstrak Etanol Daun Binahong terhadap Kualitas Sperma Tikus Hiperlipidemia: Studi Eksperimental Justin Tan; Soraya Rahmanisa; Laisa Azka; Evi Kurniawaty
Jurnal Riset Kedokteran Volume 6, No.1, Juli 2026, Jurnal Riset Kedokteran (JRK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrk.v6i1.10443

Abstract

Abstract. Hyperlipidemia can reduce sperm quality through increased oxidative stress, leading to impaired male reproductive function. Binahong leaves (Anredera cordifolia) contain phytochemical compounds such as flavonoids and saponins that have the potential to improve sperm quality through antioxidant activity. This study aimed to determine the effect of 96% ethanol extract of Binahong leaves on sperm concentration and motility in hyperlipidemic male white rats. This study used a true experimental design with a post-test only control group design. Experimental animals were Sprague-Dawley strain Rattus norvegicus divided into six groups and administered Binahong leaf extract at doses of 50, 100, and 150 mg/kgBW for fourteen days. Data were analyzed using One-Way ANOVA and Post-Hoc Tukey HSD test. The results showed significant differences in sperm concentration (p<0.001) and sperm motility (p<0.001). The dose of 150 mg/kgBW provided the most effective increase in sperm concentration compared to the negative control group (p<0.001). The 96% ethanol extract of Binahong leaves significantly increased sperm concentration and motility in hyperlipidemic rat models. Abstrak. Hiperlipidemia dapat menurunkan kualitas sperma melalui peningkatan stres oksidatif yang berdampak pada gangguan fungsi reproduksi pria. Daun Binahong (Anredera cordifolia) mengandung senyawa fitokimia seperti flavonoid dan saponin yang berpotensi memperbaiki kualitas sperma melalui aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol 96% daun Binahong terhadap konsentrasi dan motilitas sperma tikus putih jantan model hiperlipidemia. Penelitian menggunakan desain true experimental dengan post-test only control group design. Hewan coba berupa Rattus norvegicus galur Sprague-Dawley dibagi menjadi enam kelompok dan diberikan ekstrak daun Binahong dengan dosis 50, 100, dan 150 mg/kgBB selama empat belas hari. Analisis data menggunakan One-Way ANOVA dan uji Post-Hoc Tukey HSD. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan bermakna pada konsentrasi sperma (p<0,001) dan motilitas sperma (p<0,001). Dosis 150 mg/kgBB memberikan peningkatan konsentrasi sperma paling efektif dibanding kontrol negatif (p<0,001). Ekstrak etanol 96% daun Binahong secara signifikan meningkatkan konsentrasi dan motilitas sperma pada tikus model hiperlipidemia.
Potensi Antibakteri Ekstrak Daun Mentimun (Cucumis sativus L.) dan Madu: Tinjauan Pustaka Ryan Agustin Purba; Soraya Rahmanisa; Gigih Setiawan; Evi Kurniawaty
Journal of Health, Medical, and Psychological Studies Vol 2 No 1 (2026): : August: Sanitas: Journal of Health, Medical, and Psychological Studies
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/ykqpya39

Abstract

Bacterial infections remain a major global health concern, particularly because antimicrobial resistance continues to compromise the effectiveness of conventional antibiotics and increase the demand for alternative therapeutic agents. Natural products, including cucumber (Cucumis sativus L.) leaves and honey, have attracted increasing attention due to their diverse bioactive compounds with antibacterial properties. This study aimed to review recent evidence regarding the antibacterial potential of cucumber leaf extract and honey. A narrative literature review was conducted using publications indexed in Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, Scopus, and SpringerLink from 2021–2026. Articles meeting predefined inclusion and exclusion criteria were analyzed descriptively and comparatively. The synthesis of ten eligible studies demonstrated that cucumber leaf extract exhibits antibacterial activity through phytochemicals, green-synthesized titanium dioxide nanoparticles, and endophytic microorganisms, whereas honey provides broad-spectrum antibacterial effects influenced by its botanical origin and physicochemical characteristics. Current evidence also suggests potential complementary mechanisms between both natural products, although direct combination studies remain limited. Further standardized in vivo investigations and clinical trials are required to validate their efficacy and safety for future therapeutic applications.