Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Faktor-Faktor Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang Berpengaruh terhadap Fungsi Paru Petani Pengguna Pestisida: Literatur Review Rohayati Rohayati; Fitria Saftarina; Jhons Fatriyadi; Sutarto Sutarto; Betta Kurniawan
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 4 (2025): Journal of Language and Health: December 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i4.1197

Abstract

Penggunaan pestisida merupakan praktik yang umum dilakukan oleh petani untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan mengendalikan organisme pengganggu tanaman, termasuk pada komoditas jagung yang memiliki peran strategis dalam ketahanan pangan nasional. Namun, paparan pestisida dalam jangka pendek maupun jangka panjang berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan, khususnya sistem pernapasan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor kesehatan dan keselamatan kerja (K3) yang mempengaruhi fungsi paru pada petani pengguna pestisida melalui metode literature review dengan pendekatan naratif. Sumber data diperoleh dari artikel ilmiah nasional dan internasional yang dipublikasikan dalam lima tahun terakhir yaitu tahun 2021-2025. Pencarian literatur dilakukan menggunakan kombinasi kata kunci dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, antara lain: “pesticide exposure”, “lung function”, “respiratory disorders”, “farmers”, “petani”, “fungsi paru”, “paparan pestisida”. dan diakses melalui Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect. Artikel yang didapatkan sebanyak 385 artikel dan 8 artikel yang ditelaah dengan membuat ringkasan dan melakukan analisis hasil penelitian. Hasil telaah menunjukkan bahwa gangguan pernapasan seperti batuk kronis, sesak napas, serta penurunan fungsi paru yang ditandai dengan rendahnya nilai FVC, FEV1, dan PEFR banyak ditemukan pada petani yang terpapar pestisida. Faktor-faktor yang berpengaruh meliputi usia, kebiasaan merokok, masa dan jam kerja, frekuensi serta durasi penyemprotan, jenis dan intensitas paparan pestisida, serta rendahnya penggunaan APD dan praktik kerja yang tidak aman. Selain itu, personal hygiene yang buruk setelah penyemprotan turut memperburuk risiko gangguan paru.