Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Sistem Informasi Kesehatan Berbasis Komunitas terhadap Upaya Promotif di Kawasan Pesisir Sri Malemna Br Barus; Meni Fuzi Astuti Tanjung; Selvi Puspan Sari; Nisah Nisah; Eva Maulina
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 3 (2025): Journal of Language and Health: September 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem informasi kesehatan berbasis komunitas merupakan salah satu inovasi dalam upaya meningkatkan akses informasi kesehatan dan mendukung pelaksanaan program promotif, khususnya pada wilayah dengan keterbatasan akses layanan kesehatan seperti kawasan pesisir. Masyarakat pesisir sering menghadapi hambatan dalam memperoleh informasi kesehatan yang akurat dan tepat waktu, sehingga diperlukan pendekatan berbasis komunitas yang mampu menjembatani kesenjangan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sistem informasi kesehatan berbasis komunitas terhadap upaya promotif pada masyarakat pesisir. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat kawasan pesisir di Kabupaten Medan dengan jumlah sampel sebanyak 200 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive random sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah sistem informasi kesehatan berbasis komunitas, sedangkan variabel dependen adalah upaya promotif. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan uji regresi linier sederhana untuk mengetahui besarnya pengaruh antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem informasi kesehatan berbasis komunitas berpengaruh signifikan terhadap upaya promotif dengan nilai koefisien regresi (β = 0,481) dan tingkat signifikansi (p < 0,001). Nilai koefisien determinasi (R² = 0,231) menunjukkan bahwa sistem informasi kesehatan mampu menjelaskan sebesar 23,1% variasi dalam upaya promotif masyarakat. Temuan ini menunjukkan bahwa sistem informasi kesehatan berbasis komunitas memiliki peran penting dalam meningkatkan pelaksanaan upaya promotif melalui peningkatan akses informasi, kesadaran kesehatan, dan partisipasi masyarakat.
Pemanfaatan Jamu Beras Kencur untuk Mengurangi Afterpain pada Ibu Postpartum Kindi Meiastrina; Selvi Puspan Sari; Rindy Arabella Margareta Andika
Health Community Service Vol. 3 No. 2 (2025): Nopember 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/hcs.v3i2.8049

Abstract

Pendahuluan: Afterpain merupakan nyeri akibat kontraksi uterus yang sering dialami ibu postpartum, terutama pada multipara. Nyeri ini dapat mengganggu kenyamanan, istirahat, dan proses menyusui. Pemanfaatan terapi komplementer berbasis herbal seperti jamu beras kencur berpotensi menjadi alternatif non-farmakologis yang aman dan mudah diperoleh. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan ibu postpartum mengenai afterpain dan melatih pemanfaatan jamu beras kencur sebagai upaya mengurangi nyeri secara alami. Metode: PKM dilakukan melalui edukasi, demonstrasi pembuatan jamu beras kencur, serta evaluasi intensitas nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi pada 25 ibu postpartum. Hasil: Terjadi penurunan rata-rata intensitas nyeri dari skala 6 (sedang) menjadi skala 3 (ringan). Kesimpulan: Pemanfaatan jamu beras kencur efektif membantu menurunkan intensitas afterpain dan berpotensi menjadi terapi komplementer dalam pelayanan kebidanan.
Non-Pharmacological Therapy of Red Ginger Hugging Pillows (Baper) to Reduce Dysmenorrhea in Adolescents Selvi Puspan Sari; Ririn Anggriani Sitorus
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 3 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i3.1085

Abstract

In Indonesia, the prevalence of dysmenorrhea reaches 60 to 70%, with three-quarters of the number of adolescents experiencing mild to severe pain and as many as 7-15% do not go to school. The incidence of dysmenorrhea in Indonesia is around 54.89% primary dysmenorrhea, the remaining 45.11% secondary dysmenorrhea. Adolescents who experience dysmenorrhea tend to reduce their activities, especially activities at school and often decide not to go to school. Pharmacological therapy that is too frequent can cause several side effects such as stomach irritation, intestinal colic, diarrhea and asthma attacks. Non-Pharmacological Therapy is an alternative for dysmenorrhea, one of which is the red ginger hug pillow (BAPER). Red ginger is an option because it contains a lot of oleoresin, a bioactive component consisting of gingerol and shogaol which works as an anti-inflammatory and provides a warming effect so that prostaglandins can be blocked and reduce the intensity of pain during menstruation. This type of research uses a quasi-experimental research design with a pretest posttest control group design. In early September 2025, researchers began collecting data on dysmenorrhea history from students at SMA Negeri 2 Kisaran. They were assisted by homeroom teachers and OBGYN doctors to better understand the students' condition. They also conducted interviews with both students and homeroom teachers. During this data collection phase, 60 students with a history of dysmenorrhea were identified. The sampling technique used was purposive sampling with a sample of 60 middle-aged adolescents (aged 15-17 years) at SMAN 2 Kisaran. The statistical test results obtained a P value = 0.000 < 0.05, so it can be concluded that non-pharmacological therapy of red ginger hug pillows can reduce dysmenorrhea. Red ginger hug pillows (BAPER) can be a solution for adolescents who experience dysmenorrhea.