Etriyanto Arman
Prodi S2 Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Bengkulu, Bengkulu, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pelatihan Produksi Minuman Probiotik Tepache dan Cuka Nanas dari Buah Nanas untuk Peningkatan Ekonomi Kreatif Ibu PKK Desa Arga Mulya RISKY H WIBOWO; Agustin Zarkani; Salprima Yudha S; Etriyanto Arman; Putri Lisya Anggraini; Evan Vria Andesmora; Thoriqul Hidayah; Rangga Ardiansyah; Rindiyani; Livia Rayani Sinaga
DHARMA RAFLESIA Vol 24 No 1 (2026): JUNI (ACCREDITED SINTA 5)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dr.v24i1.45139

Abstract

Nanas (Ananas comosus L.) merupakan salah satu komoditas buah unggulan yang banyak dibudidayakan di Desa Arga Mulya, Kecamatan Padang Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara. Melimpahnya hasil panen menghasilkan limbah kulit nanas yang belum dimanfaatkan secara optimal. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan ibu-ibu PKK melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah limbah kulit nanas menjadi produk fermentasi bernilai tambah dan bernilai jual, yaitu minuman probiotik tepache dan cuka nanas. Metode kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan pembuatan, pendampingan produksi, dan evaluasi. Respons positif dari peserta menunjukkan bahwa kegiatan ini berhasil menjadi solusi aplikatif dalam meminimalisir limbah pertanian sekaligus mampu meningkatkan ekonomi kreatif di desa. Melalui program ini, ibu-ibu PKK diharapkan mampu memproduksi minuman probiotik secara mandiri sebagai peluang usaha baru, meningkatkan pendapatan keluarga, serta sebagai minuman sehat untuk masyarakat yang dapat dikonsumsi setiap hari. Hasilnya, peserta memahami cara membuat dan manfaat tepache serta cuka nanas, menunjukkan keberhasilan kegiatan dan respons positif dari peserta. Kegiatan ini diharapkan menjadi solusi pengolahan buah nanas sekaligus menambah wawasan masyarakat setempat, dengan harapan ibu-ibu PKK mampu menghasilkan minuman probiotik bernilai jual tinggi yang dapat mengurangi ketergantungan pada obat kimia.