Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penentuan Denda Sepihak Marketplace Kepada Merchant Terhadap Keterlambatan Pengiriman Barang Fikri Akbar; Alfian Ardiansyah; Nastasia Azizah; Leonardo
Jurnal Siber Multi Disiplin Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Siber Multi Disiplin (April - Juni 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jsmd.v4i1.835

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi yang semakin pesat memunculkan sesuatu yang baru yaitu e-commerce. Salah satu bagian dari e-commerce adalah marketplace. Marketplace adalah sebuah platform dimana penjual dan pembeli bisa melakukan transaksi jual beli online dan memfasilitasi transaksi uang secara online. Marketplace memudahkan banyak orang dalam melakukan tranasaksi jual beli online, namun masih terdapat beberapa masalah yang bisa timbul terkait dengan marketplace. Adanya permasalahan ini maka perlu dicariĀ  kejelasan marketplace dalam menentukan denda sepihak kepada merchant terhadap keterlambatan pengiriman barang. Tujuan dari penulisan ini adalah menganalisa marketplace menentukan denda sepihak terhadap keterlambatan pengiriman barang dan menganalisa tanggung gugat marketplace atas keterlambatan pengiriman barang. Dalam penelitian ini Penulis berharap marketplace tidak membuat syarat dan ketentuan denda sepihak semaunya sendiri
Perlindungan Hukum Kreditor Dalam Perjanjian Kredit Dengan Jaminan Hak Tanggungan Atas Tanah Bersertifikat Ganda Miftahul Khoiri Nuh; Muhammad Wijdanul Akmal; Leonardo; Christian Yogi Setyawan
Jurnal Siber Multi Disiplin Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Siber Multi Disiplin (Oktober - Desember 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jsmd.v4i3.1216

Abstract

Namun, penelitian terdahulu masih cenderung membahas perlindungan hukum kreditor dan permasalahan sertifikat ganda secara terpisah, sehingga belum memberikan gambaran komprehensif mengenai efektivitas perlindungan kreditor dalam perjanjian kredit dengan jaminan hak tanggungan atas tanah bersertifikat ganda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hukum kreditor dalam perjanjian kredit dengan jaminan hak tanggungan atas tanah bersertifikat ganda, mengidentifikasi tantangan implementasi, serta merumuskan rekomendasi reformasi kebijakan. Menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif berdasarkan penelaahan literatur hukum dan studi kasus, penelitian ini mengevaluasi kerangka hukum, termasuk UUHT dan KUHPerdata, serta praktik di lapangan. Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun kerangka hukum normatif dirancang untuk memberikan perlindungan kuat, implementasinya masih menghadapi inkonsistensi yudisial, inefisiensi prosedural, dan ketidakpastian hukum objek jaminan. Studi ini menemukan bahwa isu sertifikat ganda, ketiadaan akta otentik, dan cacat formal APHT secara signifikan melemahkan posisi kreditor, mengubah hak tanggungan menjadi jaminan perorangan semata. Tantangan seperti keterlambatan verifikasi BPHTB dan kurangnya koordinasi antarlembaga memperparah masalah, mengakibatkan kerugian finansial dan hilangnya kepercayaan. Studi ini memperluas teori kepastian hukum dan efektivitas regulasi dengan menempatkan reformasi pendaftaran tanah yang terintegrasi dan adaptasi terhadap perjanjian kredit digital sebagai mekanisme krusial dalam konteks dinamika hukum agraria. Oleh karena itu, reformasi komprehensif diperlukan, mencakup digitalisasi sistem pertanahan, revisi KUHPerdata terkait penyalahgunaan keadaan, dan harmonisasi peraturan untuk menjamin kepastian dan keadilan bagi kreditor.