This Author published in this journals
All Journal Jurnal Agribest
Julitia Julitia
Universitas Darwan Ali

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Model Kelembagaan Tani Inklusif Dalam Rangka Meningkatkan Kesejahteraan Petani Sawit Swadaya Di Kalimantan Tengah Pajar Hariadi; Asraeni Asraeni; Julitia Julitia; Rokhman Permadi
Jurnal Agribest Vol. 10 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v10i1.5141

Abstract

Kelembagaan pertanian memegang peranan penting sebagai wadah kolektif yang menjembatani kesenjangan struktural antara petani dan pasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi eksisting peran kelompok tani serta posisi tawar petani kelapa sawit swadaya di Kabupaten Kotawaringin Timur, sekaligus mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas kelembagaan kelompok tani. Data penelitian dikumpulkan dari 200 responden petani sawit swadaya dan dianalisis menggunakan pendekatan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Temuan penelitian menunjukkan bahwa pada kondisi saat ini, peran kelompok tani masih didominasi oleh fungsi administratif, sementara komunikasi dan koordinasi antaranggota belum berjalan secara optimal. Posisi tawar petani juga masih relatif lemah akibat tingginya ketergantungan terhadap tengkulak serta terbatasnya akses terhadap informasi harga. Hasil analisis struktural memperlihatkan bahwa kemampuan manajerial kelompok tani berpengaruh signifikan dalam meningkatkan peran kelompok tani (β = 0,510; p < 0,001). Selanjutnya, peran kelompok tani terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap posisi tawar petani (β = 0,464; p < 0,001). Sebaliknya, variabel lain seperti jumlah anggota, tingkat keaktifan, motivasi, dan luas lahan tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan dalam model. Oleh karena itu, penguatan kapasitas manajerial dan peningkatan aksi kolektif menjadi prasyarat penting agar kelompok tani mampu menjalankan peran yang lebih strategis dalam memperkuat posisi tawar petani sawit swadaya.