Skabies merupakan penyakit kulit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama pada lingkungan dengan kepadatan hunian tinggi dan interaksi erat antar individu, termasuk lingkungan rumah asuh. SOS Children Village Bali merupakan komunitas yang menaungi anak-anak dan ibu asuh yang memiliki risiko terjadinya penularan skabies akibat aktivitas sehari-hari yang melibatkan kontak erat. Selain itu, hasil observasi awal menunjukkan bahwa pengetahuan ibu asuh mengenai pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai minuman herbal kesehatan masih terbatas. Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan mengenai skabies, melaksanakan skrining dini penyakit kulit, serta memberikan edukasi pengolahan TOGA menjadi minuman herbal kesehatan berbasis rumah tangga. Pemecahan masalah dilakukan melalui pendekatan edukatif dan preventif yang meliputi survei awal, koordinasi dengan mitra, penyuluhan kesehatan mengenai skabies, skrining dan pemeriksaan kulit oleh dokter spesialis kulit dan kelamin, edukasi pengolahan TOGA, serta evaluasi menggunakan pretest dan posttest. Kegiatan dilaksanakan di SOS Children Village Bali dengan sasaran ibu asuh dan anak-anak usia 5–15 tahun. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai skabies dan pemanfaatan TOGA berdasarkan hasil posttest dibandingkan pretest. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung serta aktif berpartisipasi dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Kegiatan skrining turut meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya deteksi dini penyakit kulit pada anak-anak. Kegiatan PKM ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan mengenai skabies dan pemanfaatan TOGA serta mendorong peningkatan kesadaran kesehatan kulit dan perilaku hidup sehat pada ibu asuh dan anak-anak di SOS Children Village Bali.