p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Media Sains
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran Team Games Tournament dengan Bantuan Media Puzzle untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas XI IPS 1  di SMA Negeri 2 Kota Kupang Naomi Aprifide Winni Kami; Sunimbar; Andrinata
Media Sains Vol. 26 No. 1 (2026): Edisi Juni 2026
Publisher : Pendidikan MIPA Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69869/y74bz072

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui penerapan model pembelajaran team games tournamen dengan bantuan media puzzle Untuk  Meningkatkan keaktifan dan Hasil Belajar Peserta Didik  Kelas XI IPS1  di SMA Negeri 2 kota kupang , Tahun Pelajaran 2025 . (2) Mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik kelas XI IPS1 setelah dibelajarkan menggunakan model  team games tournament dengan bantuan media puzzle pada materi flora dan fauna di Indonesia dan dunia  di SMA Negeri 2 kota kupang , Tahun pelajaran 2025. (3) mengetahui keaktifan peserta didik kelas XI IPS1 Setelah dibelajarkan dengan menggunakan model team games tournamen dengan bantuan media puzzle pada materi flora dan fauna di indonesia dan dunia di SMA Negeri 2 Kota Kupang tahun pelajaran 2025. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes, observasi, dan dokumentasi..Berdasarkan hasil peneilitian tindakan kelas dan pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pembelajaran Geografi dengan menerapkan model pembelajaran team games tournament dengan bantuan  media puzzle  adalah sebagai berikut :1). Hasil observasi kegiatan mengajar guru dengan menerapkan model pembelajaran team games tournament dengan bantuan  media Puzzle menunjukkan rata-rata persentase pada siklus I sebesar 50% dengan kriteria cukup, pada siklus II sebesar 64,28% dengan kriteria baik dan mengalami peningkatan rata-rata sebesar 14,28%. 2). Penerapan model pembelajaran team games tournament dengan bantuan media puzzle  dapat meningkatkan kegiatan belajar peserta didik  dilihat dari rata-rata persentase kegiatan belajar peserta didik siklus I sebesar 20,42% dan pada siklus II sebesar 25,94%, mengalami peningkatan rata-rata sebesar 5,52%.  3). Pada siklus I dengan hasil ketuntasan belajar sebesar 40% kemudian mengalami peningkatan ketuntasan sebesar 53,33% pada siklus II dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 83,33%. Jadi, penerapan model pembelajaran team games tournament dengan bantuan media Puzzle untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik kelas XI IPS1   di SMA Negeri 2 kota kupang  tergolong berhasil dengan materi flora dan fauna di Indonesia dan dunia karena pada penelitian ini terjadi peningkatan dan mencapai indikator keberhasilan target 80% dari KKTP 75.
Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Melalui Potensi Wisata Pantai Riangsunge Kelurahan Ritaebang Kecamatan Solor Barat Kabupaten Flores Timur Yosefina Sabu Kein; Mikael Samin; Andrinata
Media Sains Vol. 26 No. 1 (2026): Edisi Juni 2026
Publisher : Pendidikan MIPA Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69869/v8j0cy40

Abstract

Pantai Riangsunge di Kabupaten Flores Timur merupakan destinasi wisata potensial yang menawarkan keindahan pasir putih dan panorama laut yang menarik wisatawan. Namun, pengembangannya masih terkendala oleh terbatasnya fasilitas, minimnya promosi, kurangnya kepedulian masyarakat terhadap pemeliharaan sarana prasarana, serta belum optimalnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan destinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pengembangan pariwisata berkelanjutan serta merumuskan strategi pengembangan potensi wisata Pantai Riangsunge. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, penelitian dilakukan melalui lima langkah: pemilihan kasus, pengumpulan data, analisis data, perbaikan, dan penyusunan laporan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan wisata dilakukan melalui kolaborasi pemerintah, kelurahan, dan masyarakat dengan pendekatan berbasis komunitas. Pemerintah berperan dalam penyediaan infrastruktur, promosi digital, serta pelatihan usaha lokal, sementara masyarakat menjaga kebersihan, melestarikan budaya, dan mengelola usaha kecil. Analisis SWOT menunjukkan bahwa Pantai Riangsunge memiliki potensi besar untuk berkembang, namun menghadapi kendala kerusakan fasilitas, minimnya promosi, dan rendahnya kapasitas SDM. Strategi yang direkomendasikan meliputi perbaikan fasilitas, promosi digital, peningkatan kapasitas SDM, kemitraan dengan sektor swasta, serta pelestarian budaya dan lingkungan. Rekomendasi penelitian meliputi peningkatan kualitas fasilitas, intensifikasi promosi digital, pelatihan SDM secara berkelanjutan, penguatan kemitraan dengan sektor swasta, serta pengembangan program pelestarian lingkungan dan budaya sebagai daya tarik utama.