Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Jumlah Penghuni Rumah Tangga, Jenis Penggunaan Air, dan Tingkat Pendapatan Terhadap Kebutuhan Air Bersih Bersumber dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Desa Baumata Barat Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang Beatrix Bernadetha Padeng; Mikael Samin; Muhammad Husain Hasan
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 5, No 1 (2023): Pangea: Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v5i1.6770

Abstract

Air telah menjadi kebutuhan vital dalam kehidupan manusia dan ketersediaannya mutlak untuk menunjang keberlangsungan hidup manusia dalam melakukan aktivitasnya di kehidupan bermasyarakat. Air merupakan kebutuhan utama dalam kehidupan sehari-hari Manusia, binatang dan tumbuhan memerlukan air untuk kelangsungan hidupnya. Tujuan peneltian ini untuk (1) mengetahui jumlah penghuni rumah tangga terhadap kebutuhan air bersih, (2) untuk mengetahui jumlah jenis penggunaan air terhadap kebutuhan air bersih (3) untuk mengetahui pengaruh jumlah pendapatan terhadap kebutuhan air bersih. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Baumata Barat Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang dengan jenis penelitian kuantitatif, sampel dalam penelitian ini sebanyak 221 responden pengambilan sampel adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, dokumentasi dan kuisioner, data hasil penelitian diolah menggunakan microsoft excel dan dianilisis menggunakan metode regresi linear berganda dengan program SPSS versi 16.0. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) jumlah penghuni rmah tangga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kebutuhan air bersih dengan nilai signifikan 0,009 0,05 (2) jumlah jenis penggunaan air berpengaruh positif dan signifikan terhadap kebutuhan air bersih dengan nilai signifikan sebesar 0,006 0,05 (3) jumlah pendapatan berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kebutuhan air bersih dengan nilai signifikan sebesar 0,737 0,05.
Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Melalui Potensi Wisata Pantai Riangsunge Kelurahan Ritaebang Kecamatan Solor Barat Kabupaten Flores Timur Yosefina Sabu Kein; Mikael Samin; Andrinata
Media Sains Vol. 26 No. 1 (2026): Edisi Juni 2026
Publisher : Pendidikan MIPA Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69869/v8j0cy40

Abstract

Pantai Riangsunge di Kabupaten Flores Timur merupakan destinasi wisata potensial yang menawarkan keindahan pasir putih dan panorama laut yang menarik wisatawan. Namun, pengembangannya masih terkendala oleh terbatasnya fasilitas, minimnya promosi, kurangnya kepedulian masyarakat terhadap pemeliharaan sarana prasarana, serta belum optimalnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan destinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pengembangan pariwisata berkelanjutan serta merumuskan strategi pengembangan potensi wisata Pantai Riangsunge. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, penelitian dilakukan melalui lima langkah: pemilihan kasus, pengumpulan data, analisis data, perbaikan, dan penyusunan laporan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan wisata dilakukan melalui kolaborasi pemerintah, kelurahan, dan masyarakat dengan pendekatan berbasis komunitas. Pemerintah berperan dalam penyediaan infrastruktur, promosi digital, serta pelatihan usaha lokal, sementara masyarakat menjaga kebersihan, melestarikan budaya, dan mengelola usaha kecil. Analisis SWOT menunjukkan bahwa Pantai Riangsunge memiliki potensi besar untuk berkembang, namun menghadapi kendala kerusakan fasilitas, minimnya promosi, dan rendahnya kapasitas SDM. Strategi yang direkomendasikan meliputi perbaikan fasilitas, promosi digital, peningkatan kapasitas SDM, kemitraan dengan sektor swasta, serta pelestarian budaya dan lingkungan. Rekomendasi penelitian meliputi peningkatan kualitas fasilitas, intensifikasi promosi digital, pelatihan SDM secara berkelanjutan, penguatan kemitraan dengan sektor swasta, serta pengembangan program pelestarian lingkungan dan budaya sebagai daya tarik utama.  
Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Berbasis Masyarakat (Community Based Tourism) di Wisata Permandian Air Panas Mengeruda di Desa Mengeruda Kabupaten Ngada Maria Fransiska Pada Lebe; Mikael Samin; Adrinata
Media Sains Vol. 26 No. 1 (2026): Edisi Juni 2026
Publisher : Pendidikan MIPA Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69869/asjtje33

Abstract

Tingkat Fenomena perkembangan pariwisata di Indonesia menunjukkan pentingnya keterlibatan masyarakat lokal dalam mewujudkan pariwisata berkelanjutan. Hal ini terlihat pada Objek Wisata Pemandian Air Panas Mengeruda di Kecamatan Soa, Kabupaten Ngada, yang memiliki potensi alam besar dan kontribusi signifikan terhadap PAD, namun masih menghadapi kendala sarana prasarana dan pengelolaan yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi strategi pengembangan pariwisata serta pihak-pihak yang terlibat dalam pengelolaannya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui lima langkah: pemilihan kasus, pengumpulan data, analisis, perbaikan, dan penyusunan laporan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan wisata Mengeruda dipengaruhi oleh potensi alam, partisipasi masyarakat, dan dukungan pemerintah. Integrasi kekuatan internal dengan peluang eksternal seperti promosi digital, kerja sama antarinstansi, dan penguatan kelembagaan dinilai mampu meningkatkan daya saing destinasi. Keterlibatan aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam keberlanjutan pengembangan wisata melalui pelatihan, peningkatan keterampilan, dan pengelolaan lingkungan. Rekomendasi penelitian meliputi peningkatan sarana prasarana, pemberdayaan masyarakat berbasis CBT, optimalisasi promosi digital, serta penguatan kemitraan antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta.