Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengaruh Jumlah Penghuni Rumah Tangga, Jenis Penggunaan Air, dan Tingkat Pendapatan Terhadap Kebutuhan Air Bersih Bersumber dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Desa Baumata Barat Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang Beatrix Bernadetha Padeng; Mikael Samin; Muhammad Husain Hasan
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 5, No 1 (2023): Pangea: Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v5i1.6770

Abstract

Air telah menjadi kebutuhan vital dalam kehidupan manusia dan ketersediaannya mutlak untuk menunjang keberlangsungan hidup manusia dalam melakukan aktivitasnya di kehidupan bermasyarakat. Air merupakan kebutuhan utama dalam kehidupan sehari-hari Manusia, binatang dan tumbuhan memerlukan air untuk kelangsungan hidupnya. Tujuan peneltian ini untuk (1) mengetahui jumlah penghuni rumah tangga terhadap kebutuhan air bersih, (2) untuk mengetahui jumlah jenis penggunaan air terhadap kebutuhan air bersih (3) untuk mengetahui pengaruh jumlah pendapatan terhadap kebutuhan air bersih. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Baumata Barat Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang dengan jenis penelitian kuantitatif, sampel dalam penelitian ini sebanyak 221 responden pengambilan sampel adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, dokumentasi dan kuisioner, data hasil penelitian diolah menggunakan microsoft excel dan dianilisis menggunakan metode regresi linear berganda dengan program SPSS versi 16.0. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) jumlah penghuni rmah tangga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kebutuhan air bersih dengan nilai signifikan 0,009 0,05 (2) jumlah jenis penggunaan air berpengaruh positif dan signifikan terhadap kebutuhan air bersih dengan nilai signifikan sebesar 0,006 0,05 (3) jumlah pendapatan berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kebutuhan air bersih dengan nilai signifikan sebesar 0,737 0,05.
Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Melalui Potensi Wisata Pantai Riangsunge Kelurahan Ritaebang Kecamatan Solor Barat Kabupaten Flores Timur Yosefina Sabu Kein; Mikael Samin; Andrinata
Media Sains Vol. 26 No. 1 (2026): Edisi Juni 2026
Publisher : Pendidikan MIPA Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69869/v8j0cy40

Abstract

Pantai Riangsunge di Kabupaten Flores Timur merupakan destinasi wisata potensial yang menawarkan keindahan pasir putih dan panorama laut yang menarik wisatawan. Namun, pengembangannya masih terkendala oleh terbatasnya fasilitas, minimnya promosi, kurangnya kepedulian masyarakat terhadap pemeliharaan sarana prasarana, serta belum optimalnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan destinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pengembangan pariwisata berkelanjutan serta merumuskan strategi pengembangan potensi wisata Pantai Riangsunge. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, penelitian dilakukan melalui lima langkah: pemilihan kasus, pengumpulan data, analisis data, perbaikan, dan penyusunan laporan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan wisata dilakukan melalui kolaborasi pemerintah, kelurahan, dan masyarakat dengan pendekatan berbasis komunitas. Pemerintah berperan dalam penyediaan infrastruktur, promosi digital, serta pelatihan usaha lokal, sementara masyarakat menjaga kebersihan, melestarikan budaya, dan mengelola usaha kecil. Analisis SWOT menunjukkan bahwa Pantai Riangsunge memiliki potensi besar untuk berkembang, namun menghadapi kendala kerusakan fasilitas, minimnya promosi, dan rendahnya kapasitas SDM. Strategi yang direkomendasikan meliputi perbaikan fasilitas, promosi digital, peningkatan kapasitas SDM, kemitraan dengan sektor swasta, serta pelestarian budaya dan lingkungan. Rekomendasi penelitian meliputi peningkatan kualitas fasilitas, intensifikasi promosi digital, pelatihan SDM secara berkelanjutan, penguatan kemitraan dengan sektor swasta, serta pengembangan program pelestarian lingkungan dan budaya sebagai daya tarik utama.  
Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Berbasis Masyarakat (Community Based Tourism) di Wisata Permandian Air Panas Mengeruda di Desa Mengeruda Kabupaten Ngada Maria Fransiska Pada Lebe; Mikael Samin; Adrinata
Media Sains Vol. 26 No. 1 (2026): Edisi Juni 2026
Publisher : Pendidikan MIPA Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69869/asjtje33

Abstract

Tingkat Fenomena perkembangan pariwisata di Indonesia menunjukkan pentingnya keterlibatan masyarakat lokal dalam mewujudkan pariwisata berkelanjutan. Hal ini terlihat pada Objek Wisata Pemandian Air Panas Mengeruda di Kecamatan Soa, Kabupaten Ngada, yang memiliki potensi alam besar dan kontribusi signifikan terhadap PAD, namun masih menghadapi kendala sarana prasarana dan pengelolaan yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi strategi pengembangan pariwisata serta pihak-pihak yang terlibat dalam pengelolaannya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui lima langkah: pemilihan kasus, pengumpulan data, analisis, perbaikan, dan penyusunan laporan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan wisata Mengeruda dipengaruhi oleh potensi alam, partisipasi masyarakat, dan dukungan pemerintah. Integrasi kekuatan internal dengan peluang eksternal seperti promosi digital, kerja sama antarinstansi, dan penguatan kelembagaan dinilai mampu meningkatkan daya saing destinasi. Keterlibatan aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam keberlanjutan pengembangan wisata melalui pelatihan, peningkatan keterampilan, dan pengelolaan lingkungan. Rekomendasi penelitian meliputi peningkatan sarana prasarana, pemberdayaan masyarakat berbasis CBT, optimalisasi promosi digital, serta penguatan kemitraan antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta.  
STRATEGI ADAPTASI PETANI PADI LADANG TERHADAP PERUBAHAN MUSIM (SUATU STUDI PADA KOMUNITAS PETANI PADI LADANG DI KELURAHAN OESAO KECAMATAN KUPANG TIMUR KABUPATEN KUPANG) Salomi Lodia Tefa; Mikael Samin; Muhammad Husain Hasan
Jurnal Geografi Vol 21 No 1 (2025): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jgeo.v21i1.20448

Abstract

This research is motivated by climate change as a natural phenomenon which is currently starting to be felt in the Oesao area, East Kupang sub-district, Kupang regency. This has the impact of making it difficult for farmers to predict rainfall patterns, thus having an impact on the agricultural sector, especially rice planting. The objectives of this research are 1) To determine the behavior of rice farmers towards seasonal changes in Oesao Village, East Kupang District, Kupang Regency. 2) To find out how rice farmers adapt to seasonal changes in Oesao Village, East Kupang District, Kupang Regency. The research method used in this research is a qualitative descriptive analysis method. This type of research is qualitative descriptive research. Data collection was carried out by means of observation, interviews and documentation studies. The types of data in this research are primary data and secondary data. Primary data collection was obtained by collecting data in the form of answers from interviews with informants, and secondary data collection was obtained by collecting data obtained from notes available at the Oesao Village Head's office related to the research object. The analysis technique used in this research is qualitative analysis. Research Results: 1) use of superior seeds; adjust planting time; use of drilled wells. 2) There are three types of adaptation strategies used by rice farmers, namely the upland rice strategy, crop rotation and technical irrigation rice crop patterns.
PENGARUH PENDEKATAN SAINTIFIK BERBASIS OUTDOOR STUDY TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR SPASIAL PESERTA DIDIK Agustinus Hale Manek; Bella Theo Tomi Pamungkas; Andrinata Andrinata; Sunimbar Sunimbar; Mikael Samin
Jurnal Geografi Vol 21 No 1 (2025): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jgeo.v21i1.22301

Abstract

The scientific approach based on Outdoor Study provides an innovative alternative in geography learning by utilizing the environment as a direct learning resource. This study aims to determine the effect of the scientific approach based on Outdoor Study on students' spatial thinking skills. The research design used a quasi-experimental method with a pretest-posttest nonequivalent control group design. The subjects of the study were students of grade XI S.1 and XI S.2 at SMA Negeri 2 Kupang City. The instrument used was a spatial thinking ability test validated by experts. Data analysis used an independent sample t-test through SPSS 16.00 for Windows. The test results showed a Sig. (2-tailed) value of 0.000 which is smaller than 0.05, so it is concluded that there is a significant effect of the scientific approach based on Outdoor Study on students' spatial thinking skills. These findings indicate that geography learning through direct interaction with the surrounding environment can improve spatial thinking skills significantly.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION (GI) DENGAN MEMANFAATKAN LINGKUNGAN SEKOLAH SEBAGAI LINGKUNGAN BELAJAR TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK DI SMAN 12 KUPANG Maria Ingrawati Amol; Agustinus Hale Manek; Mikael Samin
Jurnal Geografi Vol 22 No 1 (2026): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jgeo.v22i1.28271

Abstract

Modern education requires students to possess critical thinking skills to respond to social and environmental challenges. One innovative learning approach that supports this goal is the Group Investigation (GI) model integrated with the school environment as a learning resource. This study aimed to determine the effect of the Group Investigation model on students’ critical thinking skills in the topic of environment and its problems at SMA Negeri 12 Kupang. The research employed a quantitative approach with a quasi-experimental design. Data were collected through critical thinking tests administered as pretests and posttests and analyzed using normality, homogeneity, and Independent Sample t-tests. The GI model was implemented through six stages: topic selection, cooperative planning, investigation, analysis and synthesis, presentation of findings, and evaluation. The results showed that the experimental class achieved a higher average posttest score (82,86) than the control class (70,82). The significance value of 0,000 (< 0,05) indicates that the Group Investigation model effectively improves students’ critical thinking skills.