p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknik AMATA
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Metode Pengadaan Terhadap Kinerja Proyek Pembangunan Jalan Di Provinsi Papua Swastika Windhuwardani; Irianto; Asep Huddiankuwera; Didik S. S. Mabui
Jurnal Teknik AMATA Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Politeknik Amamapare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/jtam.v7i1.350

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemilihan metode pengadaan terhadap kinerja proyek pembangunan jalan di Provinsi Papua yang ditinjau dari aspek waktu, biaya, dan mutu. Kompleksitas kondisi geografis, keterbatasan logistik, serta dinamika sosial di Papua menuntut pemilihan metode pengadaan yang adaptif dan berbasis risiko untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan proyek. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method dengan mengombinasikan analisis kuantitatif dan kualitatif. Data primer diperoleh melalui kuesioner dan wawancara terhadap pemangku kepentingan proyek, sedangkan data sekunder berasal dari dokumen kontrak dan laporan pelaksanaan proyek. Analisis kuantitatif dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan regresi linier untuk menguji pengaruh metode pengadaan Design–Bid–Build, Design and Build, dan Engineering, Procurement, and Construction (EPC) terhadap kinerja proyek, sementara analisis kualitatif digunakan untuk memperkuat interpretasi hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilihan metode pengadaan berpengaruh signifikan terhadap kinerja proyek pembangunan jalan di Provinsi Papua. Metode Design and Build dan EPC cenderung memberikan kinerja waktu yang lebih baik dibandingkan metode konvensional, serta mampu meningkatkan efisiensi biaya dan kualitas konstruksi. Faktor dominan yang memengaruhi pemilihan metode pengadaan meliputi kompleksitas proyek, kondisi geografis dan logistik, kapasitas kontraktor lokal, serta risiko sosial dan adat. Penelitian ini merekomendasikan penerapan metode pengadaan yang adaptif dan berbasis analisis risiko guna meningkatkan kinerja proyek secara berkelanjutan di wilayah dengan karakteristik kompleks seperti Papua.
Analisis Penerapan Quality Assurance Dan Quality Control Terhadap Kinerja Mutu Proyek Infrastruktur Jalan Di Papua Fretien Danny M.K. Korwa; Irianto; Didik S. S. Mabui
Jurnal Teknik AMATA Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Politeknik Amamapare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55334/jtam.v7i1.349

Abstract

Pembangunan infrastruktur jalan di Papua memiliki peran strategis dalam meningkatkan konektivitas wilayah serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Namun pelaksanaan proyek jalan di wilayah ini menghadapi berbagai tantangan seperti kondisi geografis yang kompleks, keterbatasan sumber daya manusia, serta kendala logistik yang berpotensi mempengaruhi mutu pekerjaan konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat penerapan Quality Assurance (QA) dan Quality Control (QC), menilai kinerja mutu proyek infrastruktur jalan di Papua, serta mengkaji pengaruh penerapan QA/QC terhadap kinerja mutu proyek. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan metode kuantitatif dan kualitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 150 responden yang terdiri dari pemilik proyek, kontraktor, konsultan, dan engineer QA/QC. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, regresi linear berganda dengan bantuan SPSS, serta Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerapan QA dan QC berada pada kategori sedang dengan nilai rata-rata masing-masing 3,03 dan 3,01. Kinerja mutu proyek juga berada pada kategori sedang dengan nilai rata-rata 2,87. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa QA dan QC berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja mutu proyek dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,591. Hasil SEM-PLS menunjukkan bahwa QA memiliki pengaruh paling dominan terhadap kinerja mutu proyek dibandingkan QC. Kendala utama penerapan QA/QC meliputi keterbatasan sumber daya manusia, kondisi geografis, fasilitas pengujian yang terbatas, serta kelemahan dalam manajemen proyek.