Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Efektivitas Model Pembelajaran Market Day Dalam Penguatan Numerasi Dan Literasi Finansial Murid Kelas II SD Muhammadiyah Argosari Sedayu Bantul Sriyantini Sriyantini; Azamul Fadhly Noor Muhammad
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 5 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i5.2542

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan dan efektivitas model pembelajaran Market Day dalam meningkatkan kemampuan numerasi dan literasi finansial murid kelas II SD Muhammadiyah Argosari Sedayu Bantul. Model pembelajaran ini diterapkan melalui kegiatan jual beli sederhana yang memberikan pengalaman belajar nyata kepada murid dalam mengenal nilai uang, menghitung transaksi, dan memahami penggunaan uang dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain One Group Pretest-Posttest Design. Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest, observasi aktivitas murid, angket respon murid, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan perhitungan N-Gain untuk mengetahui peningkatan kemampuan murid. Hasil implementasi menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Market Day mampu meningkatkan aktivitas belajar, kemampuan numerasi, dan literasi finansial murid secara signifikan. Murid menjadi lebih aktif, antusias, dan percaya diri selama pembelajaran berlangsung. Selain itu, murid lebih mampu menghitung uang, menentukan total belanja, menghitung uang kembalian, serta memahami konsep transaksi sederhana. Temuan ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Market Day efektif digunakan sebagai pembelajaran kontekstual untuk mendukung penguatan numerasi dan literasi finansial murid sekolah dasar.
Efektivitas Model Pembelajaran Market Day Dalam Penguatan Numerasi Dan Literasi Finansial Murid Kelas II SD Muhammadiyah Argosari Sedayu Bantul Sriyantini Sriyantini; Azamul Fadhly Noor Muhammad
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 5 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i5.2542

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan dan efektivitas model pembelajaran Market Day dalam meningkatkan kemampuan numerasi dan literasi finansial murid kelas II SD Muhammadiyah Argosari Sedayu Bantul. Model pembelajaran ini diterapkan melalui kegiatan jual beli sederhana yang memberikan pengalaman belajar nyata kepada murid dalam mengenal nilai uang, menghitung transaksi, dan memahami penggunaan uang dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain One Group Pretest-Posttest Design. Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest, observasi aktivitas murid, angket respon murid, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan perhitungan N-Gain untuk mengetahui peningkatan kemampuan murid. Hasil implementasi menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Market Day mampu meningkatkan aktivitas belajar, kemampuan numerasi, dan literasi finansial murid secara signifikan. Murid menjadi lebih aktif, antusias, dan percaya diri selama pembelajaran berlangsung. Selain itu, murid lebih mampu menghitung uang, menentukan total belanja, menghitung uang kembalian, serta memahami konsep transaksi sederhana. Temuan ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Market Day efektif digunakan sebagai pembelajaran kontekstual untuk mendukung penguatan numerasi dan literasi finansial murid sekolah dasar.
Negotiating Tradition and Modernity in the Practice and Meaning of Marriage Beliefs in the Mangir Bantul Community Sriyantini Sriyantini; Muhammad Iqbal Birsyada
Educia Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Educia Journal
Publisher : Educia Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the persistence and transformation of marriage beliefs within the Mangir community of Bantul Regency, Yogyakarta, Indonesia, in the context of increasing modernization and social change. While modernization is often associated with the decline of traditional practices, local marriage traditions in Mangir continue to influence decision-making and social behavior across generations. This research aims to explore how marriage beliefs are maintained, legitimized, and negotiated within contemporary social contexts. A qualitative case study approach was employed to investigate the experiences, interpretations, and practices of community members. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and document analysis involving traditional leaders, village officials, married community members, and younger-generation residents. The data were analyzed using the interactive model of qualitative analysis consisting of data condensation, data display, and conclusion drawing and verification. The findings reveal that marriage beliefs persist through the interaction of collective memory, personal experience, family socialization, and traditional authority. Practices such as petungan (auspicious day calculations), ngalang (ritual detouring), restrictions associated with Wednesday Pon, and post-marital residential norms function as culturally embedded mechanisms for managing uncertainty and preserving social harmony. The study further demonstrates that younger generations do not simply reject traditional beliefs but actively negotiate them through adaptive strategies that accommodate modern educational, occupational, and mobility demands while maintaining cultural legitimacy. These findings suggest that tradition and modernity are not mutually exclusive but coexist through continuous processes of cultural adaptation and reinterpretation. The study contributes to broader discussions on cultural resilience, community-based risk management, local wisdom, and the sustainability of traditional institutions in contemporary society.