Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Kontribusi Sistem Filsafat Pancasila Sebagai Peran Strategis Fundamental Dalam Kehidupan Bernegara Dzira vania putri purnomo; Lailatuzzahra; Marwah Ismail; Zaenul Slam
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 4 No. 7 (2025): Desember 2025
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jupetra.v4i7.2246

Abstract

Penelitian ini menelaah secara mendalam kedudukan Pancasila sebagai sistem filsafat bangsa yang memiliki peran strategis dan bersifat fundamental dalam kehidupan bernegara. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menjelaskan bagaimana Pancasila, sebagai sistem filsafat, mampu membentuk pola pikir masyarakat Indonesia serta berfungsi sebagai acuan etika dalam interaksi sosial dan pelaksanaan birokrasi negara. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode kajian kepustakaan dengan menelaah berbagai sumber tertulis, seperti dokumen sejarah, jurnal ilmiah, dan literatur akademik yang relevan, guna memahami hakikat filosofis dan aktualisasi Pancasila dalam menghadapi dinamika perkembangan zaman. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa Pancasila memiliki cakupan peran yang sangat luas dan mendasar; keberadaannya tidak terbatas sebagai simbol politik atau landasan hukum semata, melainkan juga sebagai pandangan hidup (weltanschauung) yang memadukan nilai moral, prinsip kemanusiaan, dan cita-cita kehidupan berbangsa. Dalam konteks ini, Pancasila berfungsi sebagai sistem etika yang memberikan tuntunan sikap dan perilaku, baik bagi individu maupun masyarakat secara kolektif dalam kehidupan kenegaraan. Berdasarkan temuan tersebut, penguatan dan internalisasi nilai-nilai Pancasila dalam diri setiap warga negara menjadi agenda yang mendesak dan berkelanjutan. Upaya konkret untuk merealisasikan hal ini perlu dilakukan melalui pendidikan yang berorientasi pada nilai, kebijakan pemerintah yang berkeadilan dan berpihak pada kepentingan publik, serta pembiasaan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tujuan membangun kehidupan bernegara yang harmonis, adil, dan sejahtera dapat terwujud secara optimal.
Urgensi Pancasila Sebagai Sistem Etika Berbasis Era 4.0 Alikha Naya Dwi Azkhia; Muhammad Jauhar Akmal; Tsalitsa Naylalmuna Az-Zahra; Zaenul Slam
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 5 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jupetra.v5i1.2247

Abstract

Revolusi Industri 4.0 telah membawa perubahan fundamental dalam berbagai aspek kehidupan manusia melalui integrasi teknologi digital, kecerdasan buatan, dan otomatisasi. Perubahan ini tidak hanya menghadirkan peluang, tetapi juga tantangan serius berupa disintegrasi moral, melemahnya karakter bangsa, serta ancaman terhadap nilai-nilai luhur yang selama ini menjadi pondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam konteks inilah urgensi Pancasila sebagai sistem etika di era 4.0 menjadi sangat krusial. Pancasila sebagai sistem etika berarti mendasarkan penilaian baik dan buruk pada nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Nilai-nilai ini bersifat fundamental dan universal, menjadikan Pancasila sebagai sumber norma moral dan hukum yang memberikan tuntunan sikap dan perilaku, baik bagi individu maupun masyarakat secara kolektif. Di era disrupsi digital, Pancasila tampil sebagai fondasi etik sekaligus arah peradaban untuk memastikan bahwa teknologi tetap bekerja bagi kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan. Penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila seperti persatuan, keadilan, dan kemanusiaan dapat menjadi landasan kuat bagi etika digital. Penerapannya mencakup penegakan standar etika di media sosial, pengembangan kebijakan digital berbasis Pancasila, serta pencegahan penyalahgunaan teknologi. Pancasila berperan sebagai landasan etik untuk mengarahkan inovasi iptek agar tidak menyimpang dari tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa, sekaligus menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan moralitas bangsa. Strategi penguatan Pancasila di era 4.0 memerlukan kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat melalui peningkatan literasi digital berbasis Pancasila, penyusunan regulasi yang mendukung etika digital, serta penciptaan ruang digital yang inklusif. Dengan demikian, Pancasila tetap relevan tidak hanya sebagai ideologi negara, tetapi juga sebagai solusi praktis dalam menghadapi tantangan sosial di era digital, memperkuat kohesi sosial dan identitas nasional di tengah percepatan kemajuan teknologi.
Eksistensi, Urgensi, dan Relevansi Pancasila Sebagai Dasar Ideologi Bangsa Ditengah Arus Globalisasi dan Era 4.0 Isnaini Putria; Rachmatul Fitria Nur; Izza Nihlah Risalia; Zaenul Slam
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 5 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jupetra.v5i1.2253

Abstract

Globalisasi membawa dampak yang luas terhadap kehidupan bangsa Indonesia, baik dalam bidang sosial, budaya, ekonomi, maupun politik. Arus informasi dan budaya asing yang masuk dengan cepat berpotensi memengaruhi nilai-nilai kehidupan masyarakat serta melemahkan identitas nasional. Dalam kondisi tersebut, Pancasila sebagai dasar ideologi bangsa memiliki peran penting sebagai pedoman nilai dan moral dalam menghadapi tantangan globalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji relevansi Pancasila sebagai dasar ideologi bangsa Indonesia di tengah arus globalisasi yang semakin berkembang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, yaitu dengan mengkaji berbagai sumber literatur seperti buku, jurnal, dan artikel ilmiah yang berkaitan dengan Pancasila dan globalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila tetap relevan dan aktual untuk dijadikan landasan dalam menyaring pengaruh global, membentuk karakter bangsa, serta memperkuat identitas nasional. Pancasila berfungsi sebagai filter budaya yang mampu menjaga keseimbangan antara keterbukaan terhadap globalisasi dan pelestarian nilai-nilai luhur bangsa. Dengan demikian, Pancasila tidak hanya berperan sebagai simbol negara, tetapi juga sebagai ideologi hidup yang mampu menuntun bangsa Indonesia dalam menghadapi dinamika global.
Persfektif Proteksi Kerangka Etika Dan Moral Dalam Pancasila Sebagai Pengembangan Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Destiar Dimas Adhajanua; Arina Najwah Nabillah; Zaenul Slam
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 5 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jupetra.v5i1.2258

Abstract

Artikel ini mengkaji peran Pancasila sebagai dasar nilai dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia, serta sebagai kerangka etika dan moral yang mengawal kemajuan tersebut. Pancasila dipahami sebagai fondasi yang memastikan IPTEK tidak bertentangan dengan nilai-nilai nasional, melibatkan integrasi nilai-nilai tersebut sejak awal proses pengembangan, berfungsi sebagai pedoman untuk mengendalikan kemajuan agar selaras dengan budaya dan ideologi bangsa, serta mendorong lokalitas ilmu melalui adaptasi budaya Indonesia. Urgensi Pancasila terlihat dalam upaya mencegah dampak negatif IPTEK, seperti ancaman terhadap kemanusiaan dan keberlanjutan, sambil mempromosikan kesejahteraan bersama. Tujuan pengembangan IPTEK berdasarkan Pancasila mencakup nilai ketuhanan untuk keseimbangan akal dan rasa, kemanusiaan untuk kesejahteraan universal, persatuan untuk nasionalisme, kerakyatan untuk kebebasan yang hormat, serta keadilan untuk distribusi yang adil. Sebagai kerangka etika, Pancasila menjaga keseimbangan antara kemajuan ilmiah dan tanggung jawab sosial, dengan setiap sila memberikan prinsip moral bagi para ilmuwan. Dalam konteks generasi muda, Pancasila perlu disesuaikan dengan era digital tanpa melampaui batas toleransi, guna memandu penggunaan IPTEK yang bijak.
Analisis Pendidikan Demokrasi terhadap Kesadaran Politik Generasi Muda di Era Modern Della Nurahma; Alya Nur Hasanah; Zaenul Slam
Pancasila and Civics Education Journal Vol 5, No 2 (2026): PANCASILA AND CIVICS EDUCATION JOURNAL
Publisher : Pancasila and Civics Education Journal (PCEJ)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Democratic education plays a strategic role in fostering the political awareness of young people amid rapid technological advancements and the increasingly complex transformation of the digital public sphere. This study aims to analyze the influence of democratic education on the political awareness of young people in the modern era. The research employs a qualitative approach using a literature review method based on relevant journal articles, books, and scientific documents. The analysis was conducted through the identification, selection, and synthesis of various research findings related to democratic education, political awareness, and digital literacy. The findings indicate that democratic education contributes to enhancing young people's understanding of their rights and responsibilities as citizens, strengthening political participation, and developing critical thinking skills toward various social, political, and public policy issues. Furthermore, digital media serves as a platform that expands access to political information and opportunities for civic participation. However, low levels of digital literacy may increase the risk of misinformation and disinformation. Therefore, the integration of democratic education and digital literacy is essential to foster a generation of young citizens who are active, critical, participatory, and responsible in democratic life.Keywords: Democratic Education, Political Awareness, Young Generation, Modern Era, Digital Literacy. Abstrak: Pendidikan demokrasi memiliki peran strategis dalam membentuk kesadaran politik generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan transformasi ruang publik digital yang semakin kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan demokrasi terhadap kesadaran politik generasi muda di era modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur yang bersumber dari berbagai artikel jurnal, buku, dan dokumen ilmiah yang relevan. Analisis dilakukan melalui identifikasi, seleksi, dan sintesis berbagai temuan penelitian terkait pendidikan demokrasi, kesadaran politik, dan literasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan demokrasi berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai hak dan kewajiban warga negara, memperkuat partisipasi politik, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis terhadap berbagai isu sosial, politik, dan kebijakan publik. Selain itu, media digital berfungsi sebagai sarana yang memperluas akses informasi politik dan ruang partisipasi warga negara. Namun, rendahnya literasi digital berpotensi meningkatkan risiko misinformasi dan disinformasi. Oleh karena itu, integrasi pendidikan demokrasi dan literasi digital diperlukan untuk membentuk generasi muda yang aktif, kritis, partisipatif, dan bertanggung jawab dalam kehidupan demokratis.Kata Kunci: Pendidikan Demokrasi, Kesadaran Politik, Generasi Muda, Era Modern, Literasi Digital