Motivasi kerja tenaga kesehatan di Rumah Sakit sangat mempengaruhi kualitas kerja setiap individu serta kualitas pelayanan. Untuk mempengaruhi motivasi baik yang positif maupun yang negatif. Pendekatan yang positif ialah dengan membantu dan melibatkan mereka agar dapat berkonstribusi didalam pelayanan kepada setiap keadan. Sedangkan pendekatan yang negatif ialah ketika mereka di motivasi oleh rasa takut dan dimanipulasi, disini mereka akan berusaha keras untuk mencapai sesuatu karena terlalu terpusat pada upaya agar tidak kehilangan pekerja Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Dg.Radja Kabupaten Bulukumba tahun 2013. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dengan pendekatan cross sectional study yaitu untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan motivasi kerja tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Dg.Raja Kabupaten Bulukumban Tahun 2013. Sampel penelitian ini adalah tenaga kesehatan dengan pengambilan sampel secara Proporsive sampling dengan jumlah 120 sampel. Hasil penelitian diperoleh bahwa pendidikan berhubungan motivasi kerja di RSUD dengan nilai p (0,000) < 0,05, insentif berhubungan motivasi kerja di RSUD dengan nilai p (0,000) < 0,05, masa kerja berhubungan dengan motivasi kerja di RSUD dengan nilai p (0,000) < 0,05 dan prromosi jabatan berhubungan dengan status motivasi kerja di RSUD dengan nilai p (0,000) < 0,05. Bagi pihak Rumah Sakit memberikan peluang pekerjanya agar dapat melanjutkan pendidikan yang sesuai dengan potensinya agar mereka dapat termotivasi dalam bekerja..