Yusfia Urwatul Wutsqa
Program Studi Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KHAS Kempek, Cirebon

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol, N-Heksana, Aseton Buah Pare (Momordica charantia L) Terhadap Pertumbuhan Pseudomonas aeruginosa: Antibacterial Activity Test of Ethanol, N-Hexane, and Acetone Extracts of Bitter (Momordica Charantia L.) On The Growth of Pseudomonas Aeruginosa Siska Kamelia Septiani; Alif Warnandi; Yusfia Urwatul Wutsqa
Journal of Pharmacy and Nutrition Research Vol. 2 No. 01 (2026): June, 2026
Publisher : LPPM STIKes KHAS Kempek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64689/jopanur.v2i01.22

Abstract

Buah pare (Momordica charantia L.) merupakan tanaman herbal yang dikenal memiliki berbagai aktivitas farmakologis, termasuk sebagai antibakteri. Salah satu bakteri yang menjadi perhatian dalam dunia kesehatan adalah Pseudomonas aeruginosa, yaitu bakteri gram negatif yang resisten terhadap berbagai antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak buah pare menggunakan pelarut etanol, n-heksana, dan aseton terhadap pertumbuhan P. aeruginosa serta mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder yang terkandung di dalamnya. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan metode ekstraksi maserasi dan pengujian antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Skrining fitokimia dilakukan untuk mendeteksi senyawa aktif, sedangkan aktivitas antibakteri diuji pada konsentrasi ekstrak sampel 25%, 50%, dan 75%. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak etanol dan aseton buah pare mengandung senyawa flavonoid dan alkaloid, yang berpotensi sebagai antibakteri. Zona hambat terbesar ditemukan pada ekstrak aseton 75% sebesar 3,9 mm, namun seluruh ekstrak dikategorikan memiliki aktivitas antibakteri yang lemah. Dengan demikian, ekstrak buah pare memiliki potensi sebagai antibakteri alami terhadap P. aeruginosa, meskipun efektivitasnya masih perlu ditingkatkan melalui optimasi ekstraksi dan formulasi.
Uji Efektivitas Gel Ekstrak Metanol Daun Loa (Ficus racemosa L) sebagai Tabir Surya dengan Spektrofotometri UV-Vis: Evaluation of the Sunscreen Effectiveness of a Gel Containing Methanolic Extract of Loa Leaves (Ficus racemosa L.) by UV–Vis Spectrophotometry Mohammad Aqil; Yusfia Urwatul Wutsqa; Ristia Aprisida Rahmawati
Journal of Pharmacy and Nutrition Research Vol. 2 No. 01 (2026): June, 2026
Publisher : LPPM STIKes KHAS Kempek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64689/jopanur.v2i01.23

Abstract

Tumbuhan loa (Ficus racemosa L.) memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh, namun penelitian tentang pemanfaatannya masih sedikit. Ekstrak metanol dari daun loa mengandung senyawa fenol, flavonoid dan alkaloid. Kandungan flavonoid pada daun loa dapat digunakan sebagai bahan aktif gel tabir surya. Dimana gugus kromofor memiliki kemampuan  untuk menyerap kuat radiasi UV. Ekstrak daun loa dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut berupa Metanol. Pada penelitian ini nilai SPF ekstrak daun loa dilakukan dengan 3 konsentrasi yaitu 200 ppm, 400 ppm dan 600 ppm. Sedangkan untuk sediaan gel tabir surya dilakukan dengan 4 konsentrasi yaitu 2%, 2,5%, 3% dan 3,5%. Sediaan gel yang sudah jadi dilakukan uji organoleptik, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, dan uji homogenitas. Penelitian nilai SPF ekstrak daun loa konsenrasi 600 ppm berpotensi maksimal dengan menunjukkan nilai 9,78. Sedangkan pada formulasi sediaan gel tabir surya fomulasi dengan konsentrasi ekstrak 3% berpontensi maksimum dengan hasil nilai spf 10,84 dan hasil evaluasi sediaan yang baik terdapat pada formulasi F4.