Hamka Hamka
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Wahid Hasyim Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ARTIFICIAL INTELLIGENCE, EFISIENSI OPERASIONAL, DAN KEUNGGULAN KOMPETITIF DALAM BISNIS DIGITAL: TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS Rahmi Nur Islami; Hamka Hamka; Fadjar Setiyo Anggraeni
Manajerial dan Bisnis Tanjungpinang Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Manajerial dan Bisnis Tanjung Pinang vol 9 no 1 2026
Publisher : STIE PEMBANGUNAN TANJUNGPINANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital mendorong organisasi mengadopsi Artificial Intelligence (AI) tidak hanya untuk meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga untuk membangun keunggulan kompetitif dalam bisnis digital. Namun, literatur yang ada masih cenderung membahas manfaat AI secara parsial sehingga belum banyak sintesis yang menjelaskan hubungan bertahap antara AI, efisiensi operasional, kapabilitas organisasi, dan keunggulan kompetitif. Penelitian ini bertujuan mensintesis kontribusi AI terhadap efisiensi operasional, menjelaskan perannya dalam pembentukan keunggulan kompetitif, serta mengidentifikasi tantangan implementasinya dalam konteks bisnis digital. Penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan acuan PRISMA 2020 terhadap artikel yang ditelusuri melalui Scopus, ScienceDirect, Emerald Insight, SpringerLink, dan Google Scholar pada periode 2018–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI secara konsisten meningkatkan efisiensi operasional melalui otomatisasi proses bisnis, dukungan pengambilan keputusan berbasis data, dan optimasi rantai pasok. Namun, efisiensi tersebut tidak otomatis menghasilkan keunggulan kompetitif. Nilai strategis AI muncul ketika teknologi ini terintegrasi dengan kapabilitas organisasi, seperti tata kelola data, kemampuan analitik, pengetahuan domain, dan kelincahan organisasi. Kajian ini juga menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi AI dipengaruhi oleh kualitas data, kesiapan sumber daya manusia, keamanan dan etika, serta komitmen investasi jangka panjang. Dengan demikian, AI lebih tepat dipahami sebagai mekanisme strategis yang memperkuat kapabilitas organisasi dan menopang keunggulan kompetitif yang berkelanjutan.