ABSTRACTAccess to bank credit is a major obstacle for micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in Indonesia. Rural MSMEs face more complex problems than urban ones. Therefore, this study aims to analyze the influence of personal attitudes, subjective norms, and behavioral control on the intention to financing access, as well as to test the mediating role of innovation performance within the framework of the Theory of Planned Behavior (TPB). A quantitative approach was used through a survey of 90 rural MSMEs in Sragen Regency, with data analysis using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results show that only personal attitudes significantly influence the intention to access credit, while subjective norms and behavioral control have no direct effect. However, subjective norms have an indirect effect through innovation performance as a mediating variable. These findings indicate that decisions to access financing in rural areas are more influenced by personal evaluations and innovative capacity strengthened by social support, rather than direct social pressure or perceived ease of procedures. This research provides implications for financial institutions and policymakers in designing more contextual and behavior-based financial inclusion strategies. The novelty of the study lies in the integration of innovation performance as a mediator in the TPB model in the context of rural MSMEs.ABSTRAKAkses kredit perbankan menjadi kendala utama bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. UMKM pedesaan memiliki masalah yang lebih kompleks dibandingkan perkotaan, sehingga penelitian dilakukan dengan bertujuan untuk menganalisis pengaruh sikap pribadi, norma subjektif, dan kontrol perilaku terhadap niat mengakses pembiayaan perbankan, serta untuk menguji peran mediasi kinerja inovasi dalam kerangka Teori Perilaku Terencana (TPB). Pendekatan kuantitatif digunakan melalui survei terhadap 90 UMKM pedesaan di Kabupaten Sragen dengan analisis data menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya sikap pribadi yang secara signifikan memengaruhi niat mengakses pembiayaan, sedangkan norma subjektif dan kontrol perilaku tidak memiliki pengaruh langsung. Namun, norma subjektif memiliki pengaruh tidak langsung melalui kinerja inovasi sebagai variabel mediasi. Temuan ini menunjukkan bahwa keputusan untuk mengakses pembiayaan di daerah pedesaan lebih dipengaruhi oleh evaluasi pribadi dan kapasitas inovatif yang diperkuat oleh dukungan sosial, daripada tekanan sosial langsung atau kemudahan prosedur yang dirasakan. Penelitian ini memberikan implikasi bagi lembaga keuangan dan pembuat kebijakan dalam merancang strategi inklusi keuangan yang lebih kontekstual dan berbasis perilaku. Keunikan penelitian ini terletak pada pengintegrasian kinerja inovasi sebagai mediator dalam model TPB dalam konteks UMKM pedesaan.