Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

JENIS IKAN SARDINELLA DI LEMBATA: KELIMPAHAN DAN DISTRIBUSI SPASIAL-TEMPORALNYA Gerardus Diri Tukan; Maria Novalina Naben; Joanivita Paulo Gulo Soru; Paulus Risan Funan Lalong; Yustina Ina Kewa Manuk; Ignatia Stefania Nino; Aludin Al-Ayubi; Arijanti Susana Ulnang; Agustina Emiliana Sawo; Virjy Emanuela Lema Tukan; Petrus Salestinus Atawuwur; Adam Malik
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 32, No 2 (2026): (Juni 2026)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.32.2.2026.63-81

Abstract

Perairan laut Lembata terdapat beberapa jenis ikan sardinella namun  belum ada data ilmiah jenis serta distribusi spasial-temporalnya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis-jenis dan distribusi spasial-temporalnya.  Metode penelitian yaitu survei selama empat bulan pada nelayan lokal dan penjual ikan. Hasil penelitian: ikan Sardinella terdapat tiga kelompok yaitu: (1) Tembang kowi; terdapat empat jenis: (a) Kowi punggung biru,  menyerupai  Sardinella lemuru. Selalu ditangkap setiap hari,  melimpah pada musim hujan (Desember-Maret), terdistribusi di Teluk Waienga dan melimpah di Teluk Lewoleba. (b). Kowi garis hijau menyerupai Sardinella gibbosa, selalu bersama ikan kowi punggung biru. (c) Kowi punggung bintik-bintik, mirip Sardinella electra. Habitatnya di area rumpon, diperoleh sepanjang tahun. (d) Kowi kali, mirip Etrumeus jacksoniensis,  jarang ditangkap,  hidup di area  hutan mangrove dalam Teluk Lewoleba. (2) Kelompok ikan matakenak, terdapat tiga jenis: (a) Matakenak halus (sarden putih; Escualosa thoracata), hidup di tepi pantai, tersebar di Teluk Lewoleba, Waienga dan Teluk Lewolein, ditangkap sepanjang tahun, melimpah pada musim hujan (Desember-Maret). (b) Matakenak asli, menyerupai Harengula clupeola, hidup di area pelabuhan,  ditangkap setiap tahun. (c) Matakenak panjang; menyerupai Sardinella fimbriata, ditangkap setiap tahun, puncak kelimpahan pada musim hujan, terdistribusi di Teluk Waienga,  Lewolein, Balauring dan melimpah di Teluk Lewoleba. (d) Matakenak ktê’ê belum ditemukan kemiripan dengan Sardinella yang lain. (3) Ikan temi, menyerupai Sardinella longiceps,  terdapat setiap tahun di Teluk Lewoleba dan Waienga,  melimpah pada musim hujan (Desember-Maret) di Teluk Lewoleba. Volume tangkapan rata-rata 15.240 ton/hari pada masa-masa puncak kelimpahan. Disimpulkan bahwa terdapat sembilan jenis sardinella di perairan Lembata, melimpah di Teluk Lewoleba terutama pada musim hujan. 
PELATIHAN PRODUKSI KERIPIK SINGKONG DAN PAKAN TERNAK KEPADA PEMUDA DESA LAMATUKA LEMBATA Gerardus Diri Tukan; Lodowik Landi Pote; Maximus Markus Taek; Helena Hapa Lengari; Amandha Victoria Dwiputri Tukan; Monika Woli Wokal; Maria Wilhelmina Lasar; Paulus Risan Funan Lalong
JURNAL SIPISSANGNGI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2024): Sipissangngi Volume 4, Nomor 2, Juni 2024
Publisher : Lembaga Penelitan dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jurnal.v4i2.5057

Abstract

Kegiatan pengabdian yang dilakukan ini bertujuan mengajak generasi muda desa Lamatuka dan memberikan pengetahuan serta keterampilan untuk mengoptimalkan potensi ubi kayu yang ada di desa tersebut dan desa-desa tetangga menjadi produk yang bernilai jual, yaitu sebagai keripik singkong, tepung kanji dan pakan ternak yang bergizi.  Produksi  pakan ternak bergizi untuk mendukung pengembangan usaha ternak babi oleh masyarakat di desa tersebut. Metode kegiatan yaitu praktek produksi. Umbi singkong dikupas dan diparut. Parutan singkong diperas. Ekstrak perasan didiamkan untuk produksi tepung tapioca. Residu singkong parutan ditempelkan pada bagian belakang piring kaleng dan dikukus, dikeringkan, digoreng serta diberi perasa,  dikemas sebagai produk keripik. Limbah berupa potongan singkong dan kulit umbi singkong, dicacah dan difermentasi dengan larutan EM4 yang dicampur dengan gula pasir sebagai nutrisi bagi pertumbuhan mikroba pengurai, dan disimpan dalam ruang kedap udara selama delapan hari.  Hasil yang diperoleh yaitu keripik singkong kemasan terdiri dari dua rasa yaitu manis pedas dan rasa original. Dihasilkan pula tepung tapioca. Tiap 1 kg singkong mentah menghasilkan rata-rata 6 kg keripik kering. Fermentasi terhadap potongan singkong dan kulit umbi singkong, berlangsung selama delapan hari dan dihasilkan pakan ternak yang memiliki bau asam wangi. Pakan ternak yang dihasilkan tersebut diberikan kepada hewan ternak babi, dan aman dikonsumsi.