Budidaya alpukat pada lahan gambut memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai komoditas hortikultura, namun keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh penerapan teknik budidaya yang sesuai dengan karakteristik lahan gambut yang umumnya memiliki tingkat kemasaman tinggi, ketersediaan unsur hara rendah, dan kondisi pengairan yang kurang stabil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan teknis budidaya alpukat oleh petani pada lahan gambut, mengetahui produksi alpukat yang dihasilkan, serta menjelaskan hubungan antara penerapan teknis budidaya dan produksi alpukat. Penelitian dilaksanakan di Desa Tahai Jaya dan Desa Kereng Bengkirai dengan menggunakan metode survei melalui wawancara dan observasi terhadap petani alpukat. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan karakteristik responden, penerapan teknis budidaya, dan produksi alpukat, serta menganalisis hubungan dengan korelasi Spearman antara aspek teknis budidaya dan produksi alpukat. Hasil penelitian bahwa penerapan teknis budidaya alpukat oleh petani meliputi persiapan media tanam, pemilihan bibit, pemupukan, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT), dan sistem drainase. Produksi alpukat lahan gambut berkisar antara 20 hingga 100 kilogram per pohon per tahun. Hasil uji Spearman menunjukkan bahwa ketebalan gambut, luas lahan dan pemupukan, serta varietas bibit terdapat hubungan dengan produksi alpukat. Hubungan terkuat pada varietas bibit terhadap produksi alpukat pada lahan gambut. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa penerapan teknik budidaya yang tepat dan pemilihan varietas bibit menjadi faktor penting dalam produksi alpukat pada lahan gambut.