Roymandani Manurung
a:1:{s:5:"en_US";s:43:"Sekolah Tinggi Teologi HKBP Pematangsiantar";}

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

RAJA PONTAS LUMBANTOBING SEBAGAI FIGUR ADAT DALAM KRISTENISASI DI TANAH BATAK Roymandani Manurung
Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 7 No. 2 (2026): Vol. 7 No. 2 (2026): Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen (Vol.7, No.
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Moriah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55076/didache.v7i2.619

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran Raja Pontas Lumbantobing sebagai pemimpin tradisional yang berpengaruh dalam proses kristianisasi di tanah Batak pada akhir abad ke-19. Sebagai pemimpin lokal yang dihormati, Raja Pontas tidak hanya terlibat dalam aspek sosial dan politik masyarakat, tetapi juga berperan dalam menjembatani tradisi budaya Batak dan ajaran Kristen yang diperkenalkan oleh misionaris Barat. Dengan menggunakan teori sosial dari Peter L. Berger, yang memandang agama sebagai produk konstruksi sosial dan budaya, serta gagasan Karl Marx tentang kekuasaan dan struktur sosial. Melalui analisis historis-sosiologis, studi ini mengungkap kepemimpinan Raja Pontas membentuk penerimaan komunitas Batak terhadap Kristen, serta bagaimana agama, adat istiadat, dan transformasi sosial saling terkait dalam konteks kolonialisme dan modernitas. Maka, hasil penelitian ini memberikan kontribusi pemikiran yang lebih dalam tentang interaksi antara kekuasaan, budaya, dan perubahan agama dalam masyarakat Batak.