Penelitian ini mengkaji peran Raja Pontas Lumbantobing sebagai pemimpin tradisional yang berpengaruh dalam proses kristianisasi di tanah Batak pada akhir abad ke-19. Sebagai pemimpin lokal yang dihormati, Raja Pontas tidak hanya terlibat dalam aspek sosial dan politik masyarakat, tetapi juga berperan dalam menjembatani tradisi budaya Batak dan ajaran Kristen yang diperkenalkan oleh misionaris Barat. Dengan menggunakan teori sosial dari Peter L. Berger, yang memandang agama sebagai produk konstruksi sosial dan budaya, serta gagasan Karl Marx tentang kekuasaan dan struktur sosial. Melalui analisis historis-sosiologis, studi ini mengungkap kepemimpinan Raja Pontas membentuk penerimaan komunitas Batak terhadap Kristen, serta bagaimana agama, adat istiadat, dan transformasi sosial saling terkait dalam konteks kolonialisme dan modernitas. Maka, hasil penelitian ini memberikan kontribusi pemikiran yang lebih dalam tentang interaksi antara kekuasaan, budaya, dan perubahan agama dalam masyarakat Batak.
Copyrights © 2026