Muhamad Khabib Imdad
Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ASHĀB AL-YAMĪN AND ASHĀB AL-SYIMĀL IN QS AL-WĀQI'AH: SEMIOTIC CRITICISM OF ISLAMIC POLARIZATION IN ISLAMIC SOCIAL MEDIA Muhamad Khabib Imdad; Ahmad Aqiel Azkiya; Muhammad Bayu Fitriansyah; Ina Nabihatul Ulfah
Al-Dhikra: Jurnal Studi Quran dan Hadis Vol. 7 No. 2 (2025): Al-Dhikra: Jurnal Studi Quran dan Hadis
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57217/tjbkyt17

Abstract

This study aims to examine the symbols Ashāb al-Yamīn and Ashāb al-Syimāl in Surah al-Wāqi‘ah through Roland Barthes' semiotic framework and relate them to contemporary religious content on social media that may provoke religious polarization among Indonesian Muslim communities, while also offering a critique of this phenomenon. This research employs a qualitative-descriptive method using library research and digital observation as a case study strategy. Primary data are derived from verses of Surah al-Wāqi‘ah and Islamic social media content, while secondary data consist of classical and contemporary tafsir literature and Barthes' semiotic theory. The findings reveal that the symbols Ashāb al-Yamīn and Ashāb al-Syimāl, at the denotative level, represent eschatological-ethical categories oriented toward deeds and spirituality. However, within the social media sphere, these meanings shift to the connotative level and form ideological myths through their symbolic charge when utilized by certain groups as instruments of truth claims. The right–left dichotomy is reduced to sectarian identity markers, legitimizing exclusivism and exacerbating intra-Muslim conflict. These findings affirm that the uncritical use of such symbols contributes to the flourishing of polarization, resulting in both moral fragmentation and the weakening of Islamic solidarity. Therefore, a more ethical and inclusive da'wah discourse is needed to prevent society from becoming trapped in the logic of digital polarization.
Model Pedagogi Tahfiz Berbasis Sanad Waqf-Ibtidā' di Pesantren Al-Manshur Popongan Perspektif Living Qur'an dan Ḥaq Al-Tilāwah Muhamad Khabib Imdad; Femi Dian Pitasari; Aulian Nida Khoirunnisa; Ahmad Aqiel Azkiya’
TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 11 No. 01 (2026): TARBAWI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/5d3mdm67

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis model pedagogi tahfiz berbasis sanad waqf-ibtidā’ dalam tradisi pembelajaran Al-Qur’an di Pondok Pesantren Al-Manshur Popongan Klaten. Selama ini, kajian waqf-ibtidā’ lebih banyak berfokus pada aspek normatif dalam ilmu tajwid dan qirā’āt, sedangkan penelitian tentang pembelajaran tahfiz belum banyak mengkaji fungsi pedagogis tradisi bacaan tersebut dalam praktik pendidikan pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi lapangan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta analisis tekstual terhadap pola bacaan beberapa surah pada Juz 30. Analisis dilakukan dengan memadukan perspektif Living Qur’an dan metode Ḥaq al-Tilāwah karya Ḥusnī Syaikh ‘Uṡmān. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik waqf-ibtidā’ di Pesantren Al-Manshur tidak hanya berfungsi sebagai kaidah bacaan Al-Qur’an, tetapi juga menjadi strategi pedagogis yang membantu segmentasi hafalan, menjaga ritme bacaan, memperkuat ketepatan pelafalan, dan mempertahankan transmisi sanad melalui proses talaqqī. Meskipun beberapa pola bacaan tidak sepenuhnya sejalan dengan kaidah normatif, praktik tersebut memiliki rasionalitas pedagogis yang mendukung efektivitas pembelajaran tahfiz. Penelitian ini menegaskan bahwa tradisi waqf-ibtidā’ merupakan bagian dari praktik Living Qur’an yang berkontribusi terhadap pengembangan model pembelajaran tahfiz berbasis sanad di pesantren serta dapat menjadi salah satu alternatif penguatan pembelajaran Al-Qur’an dalam Pendidikan Agama Islam. Kata kunci: Tahfiz Pedagogy; Waqf-Ibtidā’; Living Qur’an; Sanad; Qur’anic Learning.