Bencana banjir akibat siklon tropis pada penghujung tahun 2025 merupakan bencana alam yang menyebabkan dampak banjir besar untuk Provinsi Aceh. Intensitas curah hujan yang tinggi serta kondisi geografis tertentu menyebabkan beberapa daerah mengalami genangan air yang berdampak pada kerusakan infrastruktur dan fasilitas umum. Banjir tersebut mengakibatkan kerusakan pada rumah warga, sarana pendidikan, jalan, serta fasilitas ibadah. Salah satu fasilitas yang terdampak adalah Mushalla. Mushalla Dusun Pasie Mesjid di Desa Leuhan Kecamatan Johan Pahlawan merupakan salah satu fasilitas umum yang mengalami kerusakan akibat tingginya debit air dan lumpur pasca banjir. Kondisi tersebut menyebabkan aktivitas ibadah masyarakat terganggu serta menurunnya fungsi mushalla sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan revitalisasi mushalla melalui kegiatan pembersihan lumpur dan sampah serta penimbunan area tempat wudhu dan mushalla yang terdampak banjir. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu survei lapangan, identifikasi kerusakan, koordinasi dengan aparatur desa dan masyarakat, pelaksanaan revitalisasi, serta evaluasi hasil kegiatan. Kegiatan ini melibatkan dosen, civitas akademika AKN Aceh Barat, aparatur, dan masyarakat setempat sebagai bentuk kolaborasi dalam pemulihan fasilitas umum pasca bencana. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa revitalisasi mushalla mampu mengembalikan fungsi mushalla sebagai tempat ibadah dan pusat aktivitas masyarakat. Selain itu, kegiatan ini meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan dan keberlanjutan fasilitas ibadah.