resky ayu hasfitha
Poltekkes Kemenkes Bandung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dental ASUHAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA KLIEN X DENGAN KASUS TEMPOROMANDIBULAR DISORDER DI RSHS BANDUNG resky ayu hasfitha; Neneng Nurjanah; Devy Octaviana; Nining Ningrum; Eka Marwansyah Oli’i
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v8i1.3736

Abstract

Latar Belakang: Kelainan pada sendi temporomandibular bisa mengenai sendi dan otot-otot yang berada disekitarnya. Sebagian besar penyebab besar kelainan sendi temporomandibular adalah gabungan dari ketegangan otot dan kelainan anatomis pada sendi, kadang disertai faktor psikologis. Metode: Penelitian kasus studi dilakukan di RSHS Bandung pada klien X dengan kasus Temporomandibular Disorder. Pengumpulan data menggunakan pendekatan pembunuhan berdasarkan delapan kebutuhan dasar manusia menurut Darby dan Walsh (2015), meliputi pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi dan evaluasi. Hasil: Ditemukan lima kebutuhan dasar yang tidak terpenuhi: bebas dari rasa nyeri kepala dan leher, kondisi biologis dan fungsi gigi geligi yang baik, bebas dari rasa takut dan stres, konseptualisasi dan pemecahan masalah, serta tanggung jawab terhadap kesehatan gigi dan mulut. Intervensi dilakukan melalui edukasi langsung kepada klien mengenai penyebab terjadinya gangguan pada persendian rahang bawah, sebab akibat impaksi, teknik menyikat gigi yang optimal, serta makanan tinggi kalori tinggi protein, pemeriksaan plak menggunakan Hygiene Indeks. Hasil intervensi menunjukkan berkurangnya rasa nyeri pada persendian rahang yang telah dioperasi, gigi impaksi yang telah dicabut, skor plak kontrol yang sudah 0% dengan teknik menyikat gigi yang optimal, penyembuhan yang baik dengan mengikuti anjuran makan-makanan tinggi kalori tinggi protein. Kesimpulan: Faktor penentu keberhasilan adalah pemahaman dan kepatuhan klien untuk tidak mengulangi kebiasaan buruk yang sering dilakukan, meskipun jarak jauh menjadi hambatan akses perawatan.