Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGUATAN KOMPETENSI PENGURUS BUMDES ALENDA DALAM PENGELOLAAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI SARANA PROMOSI UNIT USAHA, PRODUK DAN KOMODITAS Indria Angga Dianita; Septiana Yustika Widyaningrum; Febriyanti Claudia; Rizchika Sakinah Octafia; Maya Angelina Lantau
JP2N : Jurnal Pengembangan Dan Pengabdian Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): JP2N: Mei - Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/3zs5er40

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi pengurus BUMDes Alenda dalam mengelola media sosial sebagai sarana promosi unit usaha, produk, dan komoditas unggulan desa. Desa Alamendah yang berada di Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung memiliki potensi besar di sektor pariwisata, pertanian, peternakan serta UMKM dengan produk kuliner dan kerajinan tangan khas desa. Namun, optimalisasi promosi digital, khususnya melalui media sosial, masih menghadapi berbagai kendala seperti kurangnya strategi konten, inkonsistensi branding, serta minimnya pemanfaatan fitur analitik. Kegiatan ini akan dilaksanakan dalam bentuk pelatihan dan pendampingan kepada 30 orang pengurus BUMDes Alenda. Materi yang diberikan mencakup pemahaman strategi komunikasi digital, perencanaan konten (content planning), produksi konten visual, serta pengelolaan interaksi audiens. Metode yang digunakan adalah pelatihan interaktif, praktik langsung, dan pendampingan. Luaran kegiatan ini meliputi peningkatan kompetensi SDM pengurus BUMDes, optimalisasi akun media sosial BUMDes, publikasi hasil pengabdian, serta dokumentasi video kegiatan. Program ini diharapkan mampu meningkatkan visibilitas unit usaha BUMDes Alenda, memperluas jangkauan pasar, serta mendukung penguatan ekonomi desa berbasis digital.
SIMBOL DAN MAKNA TARI PERANG CENTONG DALAM TRADISI NGASA KAMPUNG BUDAYA JALAWASTU SEBAGAI PELESTARIAN BUDAYA Turyati Turyati; Viola Vianda Sari; Septiana Yustika Widyaningrum
PANGGUNG Vol 36 No 1 (2026): Echoes of Archipelago Mythos: Interweaving Tradition, Symbolism, and Narrative i
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v36i1.4308

Abstract

This study examines Tari Perang Centong in the Kampung Adat Jalawastu community, Brebes, specifically its role during the Tradisi Ngasa ceremony. Beyond performance, the dance acts as a cultural representation of community ideology. This study aims to analyze the symbols in Tari Perang Centong and their role in preserving ancestral culture. Employing a qualitative ethnographic approach, the research utilized participant observation, in-depth interviews, and documentation to collect data. Applying Roland Barthes’ semiotic theory, the findings reveal that the dance’s choreographic symbols manifest the community’s local life, belief systems, and cultural identity. Tari Perang Centong serves as a vital medium for transmitting cultural values across generations, thereby strengthening communal identity and preserving ancestral traditions. Ultimately, this research contributes to the academic study of performing arts and provides a strategic reference for cultural preservation efforts.