Pendidikan vokasional di bidang kuliner menuntut mahasiswa menguasai keterampilan praktis dalam pengolahan makanan. Namun, dalam pembelajaran mata kuliah Preservasi Makanan, mahasiswa masih mengalami kesulitan dalam memahami tahapan pengolahan bahan pangan hewani, khususnya produk berbahan dasar ikan, karena keterbatasan media pembelajaran yang mampu menampilkan proses praktik secara jelas dan sistematis. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media video pembelajaran pembuatan bakso ikan tongkol dengan penambahan puree rumput laut Eucheuma cottonii serta mengetahui tingkat kelayakan media yang dikembangkan. Penambahan puree rumput laut Eucheuma cottonii dalam produk ini berpotensi meningkatkan kandungan serat serta memperbaiki tekstur dan kekenyalan bakso, sehingga memberikan nilai tambah sebagai inovasi pangan berbasis lokal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model pengembangan 4D yang terdiri dari tahap Define, Design, Develop, dan Disseminate. Subjek penelitian meliputi ahli materi, ahli media dan desain pembelajaran, serta mahasiswa Program Studi Pendidikan Vokasional Seni Kuliner Universitas Pendidikan Ganesha. Data diperoleh melalui angket penilaian kelayakan media yang dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media video pembelajaran yang dikembangkan memiliki tingkat kelayakan yang sangat tinggi. Hasil validasi ahli materi memperoleh persentase sebesar 100%, validasi ahli media dan desain pembelajaran sebesar 98,8%, serta respon mahasiswa pada uji coba kelompok kecil sebesar 97,8%, yang seluruhnya termasuk dalam kategori sangat layak. Berdasarkan hasil tersebut, media video pembelajaran pembuatan bakso ikan tongkol dengan penambahan puree rumput laut Eucheuma cottonii dinyatakan sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran pada mata kuliah Preservasi Makanan.