Ni Made Suriani
Universitas Pendidikan Ganesha, Bali, Indonesia

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

KAJIAN LITERATUR ANALISIS DESTINASI WISATA BERDASARKAN KOMPONEN 4A Komang Herna Cahyanti; Made Riki Ponga Kusyanda; Ni Made Suriani
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 17 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppkk.v17i1.112248

Abstract

Pariwisata merupakan sektor strategis yang berperan penting dalam pembangunan wilayah. Destinasi wisata sebagai inti dari aktivitas pariwisata memerlukan analisis yang sistematis untuk memahami kondisi dan tingkat kesiapannya. Salah satu kerangka yang banyak digunakan dalam menganalisis destinasi wisata adalah komponen 4A, yang terdiri atas attraction, accessibility, amenities, dan ancillary services. Meskipun telah banyak penelitian yang menggunakan kerangka 4A, hasil penelitian tersebut masih tersebar dalam berbagai studi dengan konteks yang berbeda sehingga belum memberikan gambaran yang komprehensif. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana komponen 4A digunakan dalam menggambarkan kondisi destinasi wisata berdasarkan berbagai penelitian yang telah dilakukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian literatur dengan sumber data berupa lima belas artikel ilmiah yang yang termuat dalam jurnal pada rentang tahun 2021 hingga 2026 dan diperoleh melalui penelusuran Google Scholar. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi melalui tahapan identifikasi, pengelompokan, dan sintesis temuan berdasarkan masing-masing komponen. Hasil kajian menunjukkan bahwa attraction merupakan komponen paling dominan dan umumnya menjadi kekuatan utama destinasi. Komponen accessibility pada banyak destinasi masih menghadapi keterbatasan infrastruktur jalan, transportasi, dan informasi lokasi. Amenities menunjukkan variasi ketersediaan dan kualitas fasilitas antar destinasi, sedangkan ancillary services umumnya telah tersedia namun efektivitas pengelolaannya masih belum optimal. Kajian ini menyimpulkan bahwa kerangka 4A mampu memberikan gambaran komprehensif mengenai kondisi dan tingkat kesiapan destinasi wisata, serta memperlihatkan bahwa keterpaduan antarkomponen merupakan faktor penting dalam mendukung pengembangan destinasi secara optimal.
UJI ORGANOLEPTIK KUE SEMPRONG DENGAN PENAMBAHAN BUAH NANGKA (Artocarpus heterophyllus) Shariatul Janah; Risa Panti Ariani; Ni Made Suriani
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 17 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppkk.v17i2.112620

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh upaya pengembangan produk pangan tradisional melalui inovasi bahan lokal yang tetap mempertahankan penerimaan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan formulasi kue semprong dan tingkat kesukaan konsumen terhadap kue semprong dengan penambahan buah nangka (Artocarpus heterophyllus). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan eksperimen. Panelis dalam penelitian ini berjumlah 50 mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha yang berperan sebagai panelis konsumen tidak terlatih. Pengumpulan data dilakukan melalui uji hedonik menggunakan skala lima untuk menilai aspek tekstur, warna, aroma, dan rasa. Data dianalisis dengan menghitung nilai rata-rata yang kemudian dikonversi ke dalam kategori tingkat kesukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi kue semprong terdiri atas dua perlakuan, yaitu penambahan puree nangka sebesar 25 persen sebanyak 75 gram dan 50 persen sebanyak 150 gram dengan formulasi dasar yang sama. Formulasi dasar terdiri atas 300 gram tepung beras, tiga butir telur, 160 gram gula pasir, 200 mililiter santan kental, 50 gram margarin, garam, dan emulsifier. Hasil uji hedonik menunjukkan bahwa seluruh aspek penilaian berada pada kategori sangat suka, meskipun pada aspek aroma terdapat indikator yang berada pada kategori suka. Formulasi 50 persen menunjukkan tingkat kesukaan yang lebih tinggi dibandingkan formulasi 25 persen, terutama pada aspek tekstur, aroma, dan rasa. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa formulasi penambahan buah nangka sebesar 50 persen merupakan formulasi paling optimal karena mampu meningkatkan karakteristik sensori kue semprong tanpa menurunkan tingkat penerimaan konsumen.
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBUATAN BAKSO IKAN TONGKOL DENGAN PUREE RUMPUT LAUT EUCHEUMA COTTONII Made Renaldy Angge Liem; Ida Ayu Putu Hemy Ekayani; Ni Made Suriani
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 17 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppkk.v17i2.115144

Abstract

Pendidikan vokasional di bidang kuliner menuntut mahasiswa menguasai keterampilan praktis dalam pengolahan makanan. Namun, dalam pembelajaran mata kuliah Preservasi Makanan, mahasiswa masih mengalami kesulitan dalam memahami tahapan pengolahan bahan pangan hewani, khususnya produk berbahan dasar ikan, karena keterbatasan media pembelajaran yang mampu menampilkan proses praktik secara jelas dan sistematis. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media video pembelajaran pembuatan bakso ikan tongkol dengan penambahan puree rumput laut Eucheuma cottonii serta mengetahui tingkat kelayakan media yang dikembangkan. Penambahan puree rumput laut Eucheuma cottonii dalam produk ini berpotensi meningkatkan kandungan serat serta memperbaiki tekstur dan kekenyalan bakso, sehingga memberikan nilai tambah sebagai inovasi pangan berbasis lokal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model pengembangan 4D yang terdiri dari tahap Define, Design, Develop, dan Disseminate. Subjek penelitian meliputi ahli materi, ahli media dan desain pembelajaran, serta mahasiswa Program Studi Pendidikan Vokasional Seni Kuliner Universitas Pendidikan Ganesha. Data diperoleh melalui angket penilaian kelayakan media yang dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media video pembelajaran yang dikembangkan memiliki tingkat kelayakan yang sangat tinggi. Hasil validasi ahli materi memperoleh persentase sebesar 100%, validasi ahli media dan desain pembelajaran sebesar 98,8%, serta respon mahasiswa pada uji coba kelompok kecil sebesar 97,8%, yang seluruhnya termasuk dalam kategori sangat layak. Berdasarkan hasil tersebut, media video pembelajaran pembuatan bakso ikan tongkol dengan penambahan puree rumput laut Eucheuma cottonii dinyatakan sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran pada mata kuliah Preservasi Makanan.
UJI ORGANOLEPTIK GELATO DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG LABU KUNING (CUCURBITA MOSCHATA) Kadek Eva Damayanti; Ni Made Suriani; Cokorda Raka Istri Marsiti
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 16 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppkk.v16i3.104905

Abstract

Gelato merupakan dessert beku yang digemari karena teksturnya yang lembut dan cita rasanya yang khas. Seiring meningkatnya tren inovasi kuliner yang lebih sehat, pemanfaatan bahan pangan lokal dalam pengembangan gelato menjadi semakin penting. Tepung labu kuning (Cucurbita moschata) merupakan bahan yang berpotensi tinggi karena mengandung beta-karoten, serat pangan, vitamin, serta antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan gelato dengan substitusi tepung labu kuning serta mengevaluasi tingkat penerimaan konsumen terhadap produk tersebut berdasarkan warna, tekstur, aroma, dan rasa. Metode eksperimental digunakan melalui tiga uji pendahuluan dengan konsentrasi tepung labu kuning 20 g, 30 g, dan 40 g untuk menentukan formulasi terbaik. Formulasi terpilih kemudian diuji secara organoleptik menggunakan uji hedonik yang melibatkan 35 panelis tidak terlatih. Empat atribut sensorik—warna, tekstur, aroma, dan rasa—dinilai menggunakan skala hedonik lima poin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi dengan penambahan 30 g tepung labu kuning menghasilkan karakteristik sensorik yang paling seimbang. Uji hedonik memperlihatkan bahwa gelato dengan 30 g tepung labu kuning memperoleh skor rata-rata warna (4,63), tekstur (4,46), aroma (4,54), dan rasa (4,49), seluruhnya termasuk dalam kategori “sangat disukai.” Temuan ini menunjukkan bahwa substitusi tepung labu kuning pada gelato tidak hanya meningkatkan mutu sensorik, tetapi juga berpotensi meningkatkan nilai gizi produk.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS WORDPRESS PADA ELEMEN DASAR-DASAR KULINER DI SMK NEGERI 2 BANGLI Sang Adhe Mertha Sugiyasa Pratama; Luh Masdarini; Ni Made Suriani
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 16 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppkk.v16i3.105085

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk memperoleh kelayakan terhadap media pembelajaran berbasis wordpress pada elemen dasar-dasar kuliner di SMK Negeri 2 Bangli bedasarkan aspek materi, media, dan desain.Latar belakang penelitian ini Adalah kebutuhan akan media pembelajaran inovatif yang dapat menunjang proses belajar siswa , khususnya pada mata Pelajaran dasar-dasar kuliner yang menuntut pemahaman konsep,keterampilan praktis, serta kreativitas. WordPress dipilih karena merupakan platform open source yang fleksibel, mudah digunakan, serta mendukung integrasi berbagai konten multimedia yang dapat meningkatan efektivitas pembelajaran Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (R&D) dengan menggunakan model 4D yang meliputi tahap Define, Define, Develop, dan Disseminate. Subjek dalam penelitian ini adalalah 33 siswa kuliner yang sedang mengambil mata pelajaran dasar-dasar kuliner. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, angket validasi dari para ahli (materi, media, dan desain pembelajaran), serta angket respon siswa terhadap media pembelajaran yang dikembangkan. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa media pembelajaran dasar-dasar kuliner berbasis Wordpress di SMK Negeri 2 Bangli tergolong dalam kategori sangat layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Ditunjukkan melalui validasi media yang dinyatakan sangat layak, dengan persentase kelayakan oleh ahli materi mendapatkan skor persentase sebesar 89% dari ahli materi kemudian dari ahli media dan desain mendapatkan skor persentase sebesar 88% dari ahli media dan desain, serta hasil uji kelayakan media pembelajaran ini dinyatakan sangat layak dengan skor  sebesar 93% dari uji kelayakan oleh peserta didik yang artinya media pembelajaran berbasis Wordpress pada elemen dasar-dasar Kuliner sangat layak digunakan dalam proses pembelajaran di SMK Negeri 2 Bangli maupun sekolah sejenisnya.
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN GELATO DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG LABU KUNING PADA MATA KULIAH DEKORASI HIDANGAN Donata Devianna Br Sembiring; Ni Made Suriani; Cokorda Istri Raka Marsiti
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 16 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppkk.v16i3.105114

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Langkah-langkah pengembangan media video pembelajaran gelato dengan substitusi tepung labu kuning pada mata kuliah dekorasi hidangan. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian dan pengembangan (R&D) dengan penerapan model 4D, yang meliputi tahapan Define, Design, Develop, dan Disseminate. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik survei dengan menggunakan instrumen kuesioner, yang mencakup penilaian dari ahli materi, ahli media dan ahli desain pembelajaran untuk menguji tingkat kelayakan media yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video pembelajaran mengenai substitusi tepung labu kuning yang dikembangkan menggunakan model 4D melalui empat tahapan, yaitu: (1) tahap pendefinisian, yang mencakup kegiatan analisis awal, analisi tugas analisis konsep, dan analisis tujuan pembelajaran, (2) tahap perancangan, yang berkonsentrasi pada pembuatan ide untuk video pembelajaran (3) tahap pengembangan, yang mencakup proses pembuatan media video serta uji kelayakan oleh para ahli; dan (4) tahap diseminasi, yang dilakukan dengan menyebarluaskan produk media videp pembelajaran ke youtube  agar  semua orang dapat mengakses materi secara fleksibel terutama mahasiswa kuliner. Hasil validasi ahli materi 98,2%, ahli media 95,3%, dan ahli desain pembelajaran 95,5%. Dari Hasil validasi ahli menunjukkan bahwa media video pembelajaran ini meninjukkan indikator “sangat layak” untuk digunakan dalam Mata Kuliah Dekorasi Hidangan.