Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PENDIDIKAN DI KOTA BIMA Saprijal Saprijal; Andi M. Rusli; Suhardiman Syamsu
KOMPLEKSITAS: JURNAL ILMIAH MANAJEMEN, ORGANISASI DAN BISNIS Vol 15, No 1 (2026): KOMPLEKSITAS EDISI JUNI 2026
Publisher : ITB Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/kompleksitas.vol15no1.1188

Abstract

This study aims to analyze community perceptions of the quality of educational services in Bima City. The research employs a qualitative approach with a descriptive qualitative design. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document analysis involving community members who have direct experience with educational services. The findings indicate that community perceptions of educational service quality are diverse and influenced by several key aspects, including service accessibility, the quality of educational facilities and infrastructure, the competence and attitudes of educators, the effectiveness of administrative services, and the responsiveness of schools and local government. Although efforts have been made to improve educational services, the community still perceives disparities in service quality among schools and limited responsiveness to public aspirations. This study concludes that improving the quality of educational services in Bima City requires a comprehensive approach that integrates infrastructure development, strengthening the professionalism of human resources, bureaucratic simplification, and increased community participation in educational service delivery.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi masyarakat terhadap kualitas pelayanan pendidikan di Kota Bima. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi dengan melibatkan masyarakat yang memiliki pengalaman langsung dalam mengakses layanan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap kualitas pelayanan pendidikan bersifat beragam dan dipengaruhi oleh beberapa aspek utama, yaitu aksesibilitas layanan, kualitas sarana dan prasarana, kompetensi serta sikap tenaga pendidik, efektivitas pelayanan administrasi, dan tingkat responsivitas pihak sekolah serta pemerintah daerah. Meskipun terdapat upaya peningkatan pelayanan pendidikan, masyarakat masih menilai adanya ketimpangan kualitas layanan antar sekolah dan rendahnya responsivitas terhadap aspirasi publik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan pendidikan di Kota Bima perlu dilakukan secara komprehensif dengan mengintegrasikan perbaikan infrastruktur, penguatan profesionalisme sumber daya manusia, penyederhanaan birokrasi, serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan pendidikan
TRANSFORMASI DIGITAL PEMERINTAHAN TERHADAP KEPUASAN MASYARAKAT DI KOTA MAKASSAR Nur Ade Andriani; Andi M. Rusli; Andi Lukman Irwan
KOMPLEKSITAS: JURNAL ILMIAH MANAJEMEN, ORGANISASI DAN BISNIS Vol 15, No 1 (2026): KOMPLEKSITAS EDISI JUNI 2026
Publisher : ITB Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/kompleksitas.vol15no1.1130

Abstract

Digital government transformation is a strategic effort to improve the quality of public services and enhance public satisfaction. This study aims to analyze the effect of digital government transformation on public satisfaction in Makassar City. Digital transformation is measured through three variables, namely public service digitalization, government information system quality, and digital accessibility and literacy. This research employs a quantitative approach with an explanatory research design. Data were collected through a questionnaire distributed to 105 respondents who are residents of Makassar City and have used digital-based public services. Data analysis was conducted using the Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) method with the support of statistical software. The results indicate that public service digitalization has a positive and significant effect on public satisfaction. Furthermore, the quality of government information systems also shows a positive and significant influence and emerges as the most dominant variable in enhancing public satisfaction. Digital accessibility and literacy are also found to have a positive and significant impact on public satisfaction in the use of digital public services. These findings suggest that the success of digital government transformation is not solely determined by the availability of digital services, but also by the quality of information systems and the ability of the public to access and utilize digital technologies. This study is expected to provide practical insights for local governments in formulating digital transformation policies oriented toward improving public satisfaction.Transformasi digital pemerintahan merupakan upaya strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kepuasan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh transformasi digital pemerintahan terhadap kepuasan masyarakat di Kota Makassar. Transformasi digital diukur melalui tiga variabel, yaitu digitalisasi layanan publik, kualitas sistem informasi pemerintahan, serta aksesibilitas dan literasi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 105 responden yang merupakan masyarakat Kota Makassar dan telah menggunakan layanan publik berbasis digital. Teknik analisis data dilakukan dengan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menggunakan bantuan perangkat lunak statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi layanan publik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan masyarakat. Selain itu, kualitas sistem informasi pemerintahan juga terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan serta menjadi variabel yang paling dominan dalam meningkatkan kepuasan masyarakat. Aksesibilitas dan literasi digital masyarakat turut berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan masyarakat dalam penggunaan layanan publik digital. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital pemerintahan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan layanan digital, tetapi juga oleh kualitas sistem informasi dan kemampuan masyarakat dalam mengakses serta memanfaatkan teknologi digital. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan transformasi digital yang berorientasi pada peningkatan kepuasan masyarakat
SINERGI DIGITALISASI DAN KEBERLANJUTAN: PEMBERDAYAAN UMKM PESISIR DI ERA EKONOMI BIRU Muh Mappatunru; Andi M. Rusli; Suhardiman Syamsu
KOMPLEKSITAS: JURNAL ILMIAH MANAJEMEN, ORGANISASI DAN BISNIS Vol 15, No 1 (2026): KOMPLEKSITAS EDISI JUNI 2026
Publisher : ITB Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/kompleksitas.vol15no1.1153

Abstract

Digital transformation has become a key driver of competitiveness and sustainability for micro, small, and medium-sized enterprises (MSMEs), particularly in coastal regions where the blue economy is increasingly promoted. However, how digitalization empowers coastal MSMEs while aligning with sustainability principles remains underexplored. This study examines the integration of digitalization and sustainability to empower coastal MSMEs within the blue economy framework, focusing on Luwu Regency, South Sulawesi, Indonesia. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through semi-structured in-depth interviews, focus group discussions, and observations involving 20 MSME owners and workers who had adopted or attempted to adopt digital technologies. Thematic analysis was employed to identify adoption levels, enabling and constraining factors, and empowerment strategies. The findings indicate that digital adoption remains partial, largely limited to social media for promotion, while e-commerce use is constrained by low digital literacy, inadequate infrastructure, and cultural resistance. Nevertheless, when integrated with sustainability-oriented practices, digitalization enhances business efficiency, expands market access, and strengthens competitiveness. This study proposes a strategic empowerment model emphasizing digital literacy development, infrastructure improvement, sustainability-based local branding, multi-stakeholder collaboration, and continuous mentoring to support sustainable blue economy development.Transformasi digital menjadi pendorong penting daya saing dan keberlanjutan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya di wilayah pesisir dalam konteks ekonomi biru. Namun, peran digitalisasi dalam memberdayakan UMKM pesisir yang selaras dengan prinsip keberlanjutan masih belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan menganalisis sinergi digitalisasi dan keberlanjutan dalam pemberdayaan UMKM pesisir di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, diskusi kelompok terarah, dan observasi terhadap 20 pelaku UMKM yang telah atau sedang mengadopsi teknologi digital. Analisis tematik digunakan untuk mengidentifikasi tingkat adopsi, faktor pendorong dan penghambat, serta strategi pemberdayaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adopsi digital masih bersifat parsial dan didominasi penggunaan media sosial, sementara e-commerce belum optimal akibat keterbatasan literasi digital, infrastruktur, dan resistensi budaya. Namun, integrasi digitalisasi dengan praktik berkelanjutan terbukti meningkatkan efisiensi usaha, memperluas akses pasar, dan memperkuat daya saing. Penelitian ini mengusulkan model pemberdayaan strategis berbasis literasi digital, penguatan infrastruktur, pengembangan merek lokal berkelanjutan, kolaborasi multipihak, dan pendampingan berkelanjutan untuk mendukung pembangunan ekonomi biru yang berkelanjutan