p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Abdimas Langkanae
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Nilai Tambah Kelapa melalui Produksi Santan Higienis dan Bermutu bagi Kelompok Tani Bonto Pengka, Desa Karassing, Kabupaten Bulukumba A.Hermina Julyaningsih; Febriana Intan Permata Hati; Ibnu Mansyur Hamdani; Andi Nur Faidah Rahman
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i1.772

Abstract

Kelapa dalam merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki peran penting dalam perekonomian masyarakat dan menjadi salah satu hasil pertanian unggulan di Kabupaten Bulukumba. Tanaman ini memiliki keunggulan karena dapat diproduksi secara berkelanjutan sepanjang tahun sehingga ketersediaannya relatif terjaga di pasar. Salah satu kelompok yang mengusahakan komoditas tersebut adalah Kelompok Tani Bonto Pengka di Kabupaten Bulukumba, yang menjadikan kelapa dalam sebagai komoditas utama selain kakao dan jagung. Kelompok tani ini mampu menghasilkan sekitar 4 ton kelapa dalam setiap musim panen. Namun demikian, nilai ekonomi yang diterima petani sering kali tidak optimal karena harga jual kelapa sangat dipengaruhi oleh fluktuasi pasar dan ditentukan oleh tengkulak. Pada saat harga mengalami penurunan, kelapa hanya dihargai sekitar Rp2.000 per buah, jauh lebih rendah dibandingkan harga normal yang berkisar antara Rp5.000–Rp6.000 per buah. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan pendapatan petani dan mengurangi keuntungan usaha tani. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan nilai tambah melalui pengolahan kelapa menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan menjualnya dalam bentuk buah segar. Salah satu produk olahan yang berpotensi dikembangkan adalah santan siap pakai karena memiliki permintaan pasar yang cukup tinggi dan dapat memberikan nilai ekonomi yang lebih besar. Pelaksanaan program ini memberikan kontribusi berupa penyaluran alat produksi santan siap pakai dan meningkatkan pemahaman anggota kelompok tani mengenai teknologi pengolahan kelapa menjadi santan bermutu. Hasil program menunjukkan adanya peningkatan kesadaran anggota kelompok tani Bonto Pengka terkait pentingnya pengolahan kelapa dalam meningkatkan nilai jual kelapa. Selain itu, peserta juga memahami bagaimana teknik dan metode pembuatan santan siap pakai yang bermutu dan higienis serta strategi pemasaran kelapa dan santan ketika menghadapi fluktuasi harga kelapa di pasaran.
Focus Group Discussion (FGD) Analisis Pasar dan Strategi Pemasaran UMKM Radja Nanas Bantaeng, Dampang, Kel. Gantarangkeke, Kec. Gantarangkeke, Kab. Bantaeng A.Hermina Julyaningsih; Wiwin Reski Windarsari; Ibnu Mansyur Hamdani; Andi Nur Faidah Rahman
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.579

Abstract

UMKM Radja Nanas Bantaeng merupakan salah satu KUB (Kelompok Usaha Bersama) yang bergerak di sektor pertanian utamanya komunitas buah nanas madu. UMKM ini mampu membudidayakan buah nanas secara kontinu sepanjang tahun sehingga dapat menjaga stock buah nanas tetap tersedia. Namun, sebagian besar profit yang diperoleh UMKM Radja Nanas Bantaeng ini berasal dari penjualan buah nanas segar semata, padahal dengan menjual produk olahan buah nanas dapat meningkatkan harga jual dan mendapatkan keutungan yang lebih besar. Walaupun UMKM Radja Nanas Bantaeng telah mulai mengolah buah nanasnya menjadi sari buah dan selai, tetapi metode pemasaran yang kurang tepat mengakibatkan angka penjualan produk-produk tersebut belum maksimal. Berdasarkan hal tersebut, UMKM Radja Nanas Bantaeng perlu melakukan analisis pasar terlebih dahulu sehingga dapat merumuskan strategi pemasaran yang tepat dan sesuai bagi kondisi UMKM Radja Nanas Bantaeng. Hasil FGD (Focus Group Discussion) yang dilakukan merumuskan beberapa strategi pemasaran yang sesuai untuk mitra yaitu: (1) menetapkan segmentasi dan target pasar berdasarkan preferensi konsumen terhadap produk berbasis buah lokal; (2) menguatkan brand positioning UMKM Radja Nanas melalui perbaikan kemasan dan narasi produk; (3) mengoptimalkan strategi harga berdasarkan struktur biaya dan harga pesaing (4) meningkatkan promosi digital melalui media sosial dan e-commerce; serta (5) melakukan diversifikasi saluran distribusi salah satunya membangun kemitraan dengan toko oleh-oleh dan pasar modern. Hasil FGD ini menjadi dasar penyusunan business plan UMKM Radja Nanas dan menjadi landasan penting dalam merancang intervensi tahap berikutnya.