Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sosialisasi Edukasi Lingkungan sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Siswa dalam Mengurangi Sampah Plastik Faturachman Alputra Sudirman; Saidin Saidin; Sri Afrianti Utami; Muh. Aswad Dhyca Saputra; Moh. Zidik Saputra; Ronal Fauzan
Kongga : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Edisi Desember
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/kongga.v3i2.52

Abstract

Permasalahan sampah plastik merupakan salah satu isu lingkungan yang semakin serius akibat tingginya penggunaan plastik sekali pakai dan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Sekolah memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran lingkungan sejak dini melalui berbagai kegiatan edukatif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai dampak sampah plastik serta upaya pengurangannya melalui penerapan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle). Kegiatan dilaksanakan di SMK Satria Kendari pada tanggal 3 September sampai 3 Oktober 2024 dengan melibatkan 14 siswa kelas X sebagai peserta. Metode yang digunakan adalah sosialisasi edukatif dengan pendekatan partisipatif melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, dan sesi tanya jawab. Materi yang diberikan mencakup dampak sampah plastik terhadap lingkungan, konsep pengelolaan sampah berbasis 3R, serta langkah-langkah sederhana untuk mengurangi penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memiliki antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung serta mengalami peningkatan pemahaman mengenai bahaya sampah plastik dan pentingnya perilaku ramah lingkungan. Kegiatan ini juga mendorong tumbuhnya kesadaran siswa untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan berpartisipasi dalam menjaga kebersihan lingkungan. Dengan demikian, sosialisasi edukasi lingkungan dapat menjadi salah satu strategi efektif dalam meningkatkan literasi lingkungan dan membangun budaya peduli lingkungan di kalangan generasi muda.
Digital Tourism Revenue Monitoring Framework for Heritage Destinations in Baubau Aulia Nahda Octavia; Nur Qalbi Hafidzah M; Arsan Limowa; Moh. Zidik Saputra
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11187

Abstract

This study develops a digital tourism revenue monitoring framework for heritage destination management in Baubau City, Indonesia. Although tourism retribution from government-managed attractions has exceeded local revenue targets, the field evidence indicates that revenue governance still depends on conventional collection, recording, verification, and treasury deposit procedures. Using a descriptive qualitative design, this study analyzed field interviews, government documents, tourism revenue targets, visitor-related infrastructure data, and the institutional roles of the Tourism and Culture Office of Baubau City. The findings show that Benteng Keraton Buton and Batu Sori are the only tourism assets directly managed by the local government, while other destinations rely on community management. Tourism revenue reached 120% of the 2024 target and 111.11% of the 2025 target, supported by retribution tariffs, destination maintenance, cultural events, and digital promotion. However, the current system lacks integrated data capture, real-time revenue dashboards, visitor segmentation, digital payment traceability, and automated monitoring of collection-to-deposit flows. The proposed framework integrates destination-level retribution input, digital payment options, collector verification, treasury reconciliation, visitor category data, and managerial dashboards for revenue forecasting and anomaly detection readiness. The study contributes to digital business-oriented tourism governance by positioning local tourism revenue not only as a financial outcome but also as a data asset for accountability, planning, and destination competitiveness.