Malnutrisi adalah suatu kondisi kesehatan yang disebabkan oleh kekurangan atau kekurangan zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan, berpikir dan aktivitas terkait kehidupan, dan masih menjadi masalah kesehatan global dan regional. Penyebab utama gizi kurang pada anak balita adalah rendahnya asupan makanan, pemberian ASI yang tidak eksklusif, rendahnya pengetahuan ibu tentang gizi yang baik untuk bayi, serta rendahnya kualitas ekonomi dan budaya. Anak usia dibawah lima tahun memerlukan pola makan yang seimbang dengan makanan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan gizinya.. Upaya yang dilakukan agar kebutuhan balita gizi kurang tercukupi yaitu dengan program Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan (PMT-P) dengan memanfaatkan pangan lokal salah satunya labu kuning. Pemanfaatan labu kuning masih terbatas dan umumnya hanya diolah sebagai sayuran dan kolak. Labu Kuning juga bisa diolah menjadi roti hotdog, bolu kukus, dan roti manis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui daya terima dari sisa makan (waste) PMT-P olahan roti hotdog, bolu kukus, dan roti manis. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimen dengan desain penelitian deskritif analitik. Metode pengambilan sampel yang digunakan yaitu Purposive Sampling dengan alat ukur form food record estimasi pada 40 responden. Jumlah populasi ini adalah balita gizi kurang di Desa Sambirejo. Pengumpulan data dengan metode taksiran visual comstok. Berdasarkan uji daya terima balita roti hotdog berbahan labu kuning dengan kategori baik sebanyak 23%, bolu kukus sebanyak 33%, dan roti manis labu sebanyak 25%. Berdasarkan hasil dilihat dari konsumsi PMT-P dapat disimpulkan bahwa balita usia 1-3 tahun masih menyukai tekstur yang masih lembut. Saran untuk penelitian selanjutnya perlu dilakukan perbaikan pembuatan olahan PMT-P yang disesuaikan dengan karakteristik usianya. Kata kunci : Daya Terima, roti hotdog, bolu kukus, roti manis